
La Ode Ahmad Monianse : “Ini Akan Jadi Agenda Budaya Kota Baubau”
BAUBAU,KERATONNEWS.CO.ID – Masyarakat Kelurahan Labalawa Kecamatan Betoambari Kota Baubau membuktikan komitmen dlam melestarikan nilai nilai adat dan budaya. Kelurahan ynag terletak di puncak Kota Baubau yang berbatasan dengan Kabupaten Buton Selatan ini telah lama mengidamkan pelaksanaan kegiatan Budaya yang dikenal dengan ‘Kagasiano Liwu’.

Menurut Pemerhati Budaya yang juga seorang tokoh Labalawa Safaruddin, S.Pd, Kagasianao Liwu ini sudah lebih enam puluh Tahun tak pernah dilaksanakan lagi. Ia mengakui, keinginan untuk mengangkat kembali kegiatan adat ini sudah sekitar 20 tahun. Namun apalah daya, belum berhasil dilaksanakan karena berbagai kendala.
“Kami tetap berusaha dan merasa optimis ini akan terlaksana, meskipun dalam waktu dua puluh tahun ini terus kami berusaha menjadikan ini menjadi topic perbincangan di masyarakat. Tapi sayang, tidak pernah terwujud,” kata Safaruddin.

Tekad yang kuat dan tujuan mulia demi kelestarian sejarah budaya dan adat negeri terus menjadi focus perhatian. Alhasil, setelah banyak generasi muda Labalawa yang menempuh pendidikan dan mereka merasa terpanggil untuk mengangkat kembali tradisi adat ‘Kagasiano Liwu’ akhirnya penantian itu terwujud. “Saya sangat terharu karena rencana membangkitkan nilai nilai adat dan budaya Kagasiano Liwu ini didukung oleh generasi muda. Ini pertanda baik dan kami bersama tokoh tokoh masyarakat bersemangat untuk mewujudkan tradisi peninggalan leluhur ini,” kata Safaruddin lagi.
Keberhasilan kegiatan ini juga berkat dukungan dari Lurah Labalawa Bapak Jalaluddin, SH. Meski baru menjabat sebagai Lurah beberapa bulan, Jalaluddin berhasil berkomunikasi dengan masyarakat untuk menggali nilai nilai tradisi di Labalawa.

Jalaluddin optimis, kegiatan Kagasiano Liwu ini bisa terlaksana apalagi mendapat dukungan dari masyarakat. “Saya sangat senang masyarakat Labalawa ini memiliki kekompakan dan komitmen kebersamaan. Kagasiano Liwu ini sudah puluhan tahun tidak dilaksanakan. Makanya ketika saya disampaikan masyarakat bahwa ada tradisi lama yang tidak pernah dilaksanakan lagi, saya merasa terpanggil untuk mewujudkan,” ujar Jalaluddin.
Gayung bersambut, kegiatan ini mendapat respon Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse yang dibuktikan dengan hadir dalam kegiatan Kagasiano Liwu Labalawa Senin (21/8/2023).

Monianse bahkan menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Labalawa karena memiliki semangat kebersamaan dalam menggali nilai nilai adat dan tradisi. Untuk itu, ia pun menyampaikan agar Kagasiano Liwu ini dapat menjadi agenda atau kalender Budaya Kota Baubau. “Semoga ini bisa dijadikan kalender Budaya tahunan. Silahkan dikomunikasikan agar bisa menjadi salah satu kegiatan seperti di momen Hari Jadi Kota Baubau atau momen khusus yang tepat,” kata Monianse.
H Zahari, SE ketua DPRD Kota Baubau juga menyambut baik jika Kagasiano Liwu ini di agendakan setiap tahun. Apalagi kata Zahari, tradisi ini menjadi salah satu bukti kebersamaan masyarakat dalam menghargai jasa leluhur negeri ini. “Saya sepakat karena ini hal yang baik, masyarakat memiliki keinginan untuk melestarikan nilai nilai budaya,” ujar Zahari.

Tokoh masyarakat Labalawa Saharuddin. K juga sangat bangga bisa berada di tengah kegiatan Kagasiano Liwu ini. Ia menyampaikan rasa haru dan bangga saat ditemui usai kegiatan kagasiano Liwu. “Saya dan mewakili masyarakat sangat senang karena penantian yang lama ini akhirnya terwujud. Kami bangga kepada anak anak generasi muda kami yang mempersiapkan kegiatan ini. Ini harus didukung karena ini warisan budaya. Saya juga sampaikan terima kasih kepada Lurah Labalawa karena beliau mendukung kegiatan ini dan di masa beliau jadi Lurah, kegiatan ini terlaksana,” kata Saharudin.K.
Sementara itu mewakili generasi muda Labalawa Salfadi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Ia menyampaikan terima kasih atas kekompakan seluruh panitia dari generasi muda, tokoh masyarakat dan adat yang memberi support. “Kami sangat bangga kegiatan ini akhirnya bisa terlaksnaa. Ini berkat komitmen kebersamaan masyarakat Labalawa. Dan kami berupaya lebih baik lagi mempersiapkan kegiatan ini di tahun tahun mendatang. Apalagi sudah ada respon dari pemerintah melalui bapak Wali Kota Baubau bahwa ini akan jadi kalender budaya di Kota Baubau. Semoga ini bisa terwujud dan kagasiano liwu ini akan terus dilestarikan,” kata Salfadi.
Kegiatan Kagasiano Liwu Masyarakat adat Labalawa dimeriahkan dengan berbagai atraksi seperti Mencei, arak arakan 8 armada perahu yang berisi berbagai penganan tradisional. Selanjutnya ada permainan ayunan Rotan setinggi sekitar 8 meter serta tradisi makan bersama di Baruga Sangia Yi Labalawa. (Red)
La Atiri : “Sangat Berbeda dengan Kenyataan di Daerah”
BUTON, GAGASSULTRA.COM - Lembaga Kajian Aspirasi Masyarakat (Lekamas) Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara angkat bicara atas kinerja Penjabat Bupati Buton Drs Basiran MSi selama satu tahun menjalankan roda pemerintahan daerah.
Lekamas menilai, kinerja Basiran banyak menimbulkan persoalan sejak dilantik sebagai Pj Bupati Buton oleh Gubernur Sultra H Ali Mazi SH pada 24 Agustus 2022 di Kendari.
"Artinya, selama satu tahun (Basiran) menjabat saya melihat kinerjanya sebagai Pj Bupati terkait apa disampaikan kepada pemerintah pusat itu sangat berbeda dengan apa yang terjadi di daerah," kata Ketua Lekamas Kabupaten Buton, La Atiri kepada media, di Pasarwajo, Selasa (15/8/2023).
Pernyataan Atiri tersebut menanggapi kunjungan kerja Pj Bupati Buton Basiran di Kantor Sekretariat Presiden (KSP) di Jakarta. Ketika itu Pj Bupati Buton memaparkan Program Swasembada Beras tahun 2025. Ia menilai ini sangat jauh berbeda dengan kondisi dan potensi yang ada di daerah.
"Misalkan dia (Basiran) ketemu dengan Kepala KSP Moeldoko, menyampaikan program swasembada beras/pangan dalam rangka penguatan ekonomi Kabupaten Buton tahun 2025. Menurut saya ini sangat sulit diwujudkan," katanya.
Menurut Atiri, program swasembada beras atau pangan menjadi tujuan lahirnya Lembaga Swadaya Masyarakat Lekamas Kabupaten Buton. Ia menilai penyampaian Basiran didepan kepala KSP tidak sesuai dengan kenyataan di daerah.
"Sebagai pimpinan LSM yang berkecimpung dipersoalan pertanian menilai Pemda Buton sulit mewujudkan program swasembada beras," ujarnya.
Atiri menjelaskan Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Buton sebelum presentasi program swasembada beras/pangan harusnya telah menyiapkan regulasi maupun infrastruktur sektor pertanian. Misalkan menetapkan Peraturan daerah Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B). Namun kenyataannya itu belum dilakukan.
"Kesulitannya karena di Buton belum memiliki Perda LP2B sebagai regulasi untuk melindungi maupun untuk pengembangan lahan persawahan termasuk infrastrukur pendukungnya," jelas dia.
Untuk itu, ia menganjurkan kepada Pemda Buton agar lebih fokus bekerja dan mempercepat penyusunan Ranperda PLP2B. "Supaya tidak terkesan asal bunyi (asbun-red) di depan Moeldoko," cetusnya.
Atiri menerangkan akibat belum ditetapkan Perda PLP2B Kabupaten Buton maka banyak terjadi pengalihan fungsi lahan persawahan.
"Misalnya di desa Lasembangi Kecamatan Lasalimu memiliki lahan persawahan namun sebagian sudah di alih fungsikan bahkan gagal panen padahal disana memiliki bendungan yang menelan anggaran miliaran rupiah," terangnya.
Selain di Kecamatan Lasalimu, Atiri juga menyebut pengalihan fungsi lahan persawahan di Kecamatan Kapontori.
"Di Kapontori, desa Mabulugo tidak sedikit lahan persawahannya juga sudah di alih fungsikan sehingga dengan adanya permasalahan-permasalahan itu bagaimana bisa Buton memprogramkan sewasembada beras. Jadi sangat jauh berbeda dengan kenyataan di daerah," tutup Atiri.
Diketahui, Pj Bupati Buton Drs Basiran MSi didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton Ma'mul Djamal melakukan audiensi bersama Kepala Sekretariat Presiden (KSP) Moeldoko di Jakarta, Senin (14/8/2023).
Dalam pertemuan tersebut Basiran menyampaikan program penguatan ekonomi Kabupaten Buton berdasarkan potensi dimiliki diantaranya sewasembada beras / pangan. (Red)
Wali Kota Paparkan Capaian Kota Sehat Kepada Tim Verifikator
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Forum Kota Baubau Sehat dan para perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengikuti Verifikasi Lanjutan penilaian Kota sehat Rabu (9/8/2023). Kegiatan yang berlangsung secara daring ini dilaksanakan di Aula Kantor Wali Kota Baubau Palagimata. Para tim Verifikator pusat kembali mengkonfirmasi dokumen Wistara Kota Baubau yang sebelumnya telah dikirimkan ke tim pusat.

Wali kota Baubau La Ode Ahmad Monianse yang hadir pada kegiatan ini memaparkan keberhasilan tim Kota sehat yang selama ini telah dilakukan oleh Kota Baubau. Wali Kota memaparkan garis besar capaian yang diraih pada 9 tatanan penilaian. Pemaparan diawali dengan penayangan video singkat kegiatan Forum Kota sehat Baubau yang telah dicapai. Ia menyampaikan apresiasi kepada Forum Kota Baubau sehat dan seluruh OPD yang telah mempersiapkan dokumen yang diserahkan ke tim Verifikator pusat.
“Saya apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Forum Kota sehat dan para OPD terkait yang membantu sesuai tatanan penilaian. Ini menjadi bukti kekompakan dan komitmen kita untuk Daerah,” kata Monianse.

Monianse menambahkan, idealnya Kota Sehat harus benar benar nyata aktyalisasinya di masyarakat. bukan hanya sebatas pengejar penghargaan namun benar benar sesuai dan sesuai dengan kondisi di masyarakat. “Penghargaan hanya sebagai bukti bahwa kita telah berbuat untuk menjadikan Indikator tercapai. Tapi Kota sehat harus benar benar sesuai dengan kondisi lapangan,” tambahnya.
H Masri, ketua Forum Kota Baubau sehat menegaskan, selama ini Forum Kota sehat bersama OPD telah melakukan koordinasi untukmelengkapi dokumen tatanan Wistara. Meski demikian, ada beberapa item yang masih harus dibutuhkan sesuai permintaan tim pusat. “Setelah verifikasi, ada beberapa dokumen yang perlu dilengkapi oleh Kota Baubau. Dokumen ini akan dibenahi oleh masing masing OPD sesuai tatanan yang sesuai indicator,” kata H Masri.

Sementara itu, ketua Tim Akselerasi Kota Sehat Dr Dahrul Dahlan yang juga Plt Kepala Bappeda mengatakan, waktu yang diberikan oleh tim pusat untuk Kota Baubau melengkapi dokumen hanya 2 kali 24 jam. “Menurut tim Verifikator pusat, semua Tatanan masih harus membenahi dokumen yang masih kurang. Jadi ita diberi waktu dua hari untuk mengkomunikasikan dengan OPD terkait,” kata Dahrul.

Dahrul menegaskan, tahapan penilaian Wistara masih akan berlanjut jika Kota Baubau dinyatakan memenuhi syarat pasca Verifikasi lanjutan. “Jika kita lewati tahapan ini, tahapan selanjutnya tim penilai pusat akan langsung melakukan kunjungan ke Kota Baubau untuk memastikan kesesuaian dengan dokumen yang dikirimkan tim Kota Baubau,” kata Plt Kepala Bappeda Baubau ini.

Sekretaris Forum Kota Baubau Sehat Imran Kudus usai kegiatan verifikasi mengatakan, saat ini pihaknya masih harus melakukan koordinasi dengan seluruh OPD untuk melengkapi dokumen yang dinilai kurang. “Kita sudah bagi tugas pengurus forum untuk mendampingi OPD dalam mengkomunikasikan kelengkapan dokumen. Semoga setelah ini semua melaksanakan tugas untuk berkoordinasi dengan masing masing OPD sesuai tatanan,” kata Imran Kudus. (Red)
Jadwal Penilaian Tim Verifikasi Nasional Tanggal 9 Agustus 2023
BAUBAU,KERATONNEWS.CO.ID – Persiapan Kota Baubau menghadapi penilaian Kota Sehat kategori Swasti Saba Wistara 2023 terus dimatangkan. Tanggal 9 Agustus dijadwalkan tim Verifikasi Nasional akan melakukan penilaian secara daring. Hal ini menjadi focus pembahasan pada Kegiatan Simulasi pra penilaian yang diikuti oleh seluruh OPD di Aula PO 5 Bappeda Baubau Senin (7/8/2023).

Dr. Dahrul Dahlan, Ketua tim Akselerasi Kota Baubau sehat yang mengarahkan jalannya kegiatan simulasi menjelaskan, mekanisme penilaian Kota Sehat Wistara akan berlangsung secara daring melalui Zoomm meeting. Kota Baubau akan mengikuti penilaian dengan peserta dari daerah lain. Ia memastikan, tim Kota Baubau telah mempersiapkan dengan maksimal. “Kita sudah persiapkan segala sesuatunya. Mulai dari materi yang akan dipresentasekan Bapak Wali Kota Baubau, video singkat dari Forum hingga kesiapan para perwakilan OPD sesuai tatanan. Termasuk Forum Kecamatan dan Pokja kelurahan sehat,” kata Plt kepala Bappeda Baubau ini.

Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse yang juga hadir mengikuti kegiatan simulasi menyampaikan agar setiap OPD yang terkait dalam tatanan penilaian agar mempersiapkan diri dengan baik. Utamanya dalam menjawab pertanyaan tim verifikator nasional. “Jadi jika ada pertanyaan dari penilai, harus bisa diberikan argument oleh OPD terkait. Tentunya akan berkolaborasi dengan Forum Kota Baubau sehat,” kata Monianse.

Lebih lanjut Monianse menambahkan, idelanya Kota sehat harus benar benar dimaknai oleh seluruh elemen dan stakeholder di daerah. Sebab, anugerah Kota sehat harus dibarengi dengan aksi nyata yang dilakukan. Bukan hanya tercatat dalam bentuk dokumen tertulis. “Kota sehat jangan berorientasi karena ada lomba. Mestinya harus benar benar sesuai kondisi lapangan. Kategori kota sehat tidak cukup hanya dengan penghargaan. Tapi juga harus dengan kondisi real dan kesadaran masyarakat untuk berkomitmen hidup sehat di semua sisi kehidupan,” katanya.
H. Masri, ketua Forum Kota Baubau sehat H Masri menegaskan, seluruh pengurus Forum Kota Baubau sehat dan OPD yang terkait tatanan penilaian selama ini telah melakukan persiapan yang matang. “Sudah beberapa kali dilakukan rapat untuk memaksimalkan persiapan penialian. Para perwakilan OPD juga hadir dan melengkapi dokumen tatanan penilaian. Semoga pada hari penilaian semua berjalan dengan lancar, “ harap H Masri yang juga sebagai Anggota DPRD Baubau ini. (Red)
La Ode Darussalam : “Jalin Kekompakan di Momen HUT RI, Libatkan Kader KB dan PIK R”
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Momen peringatan HUT RI Ke-78 tahun 2023 dimeriahkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Seperti yang dilaksanakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Baubau.
Beberapa kegiatan lomba seperti Lomba Pidato, puisi, fashion show dan Lomba olahraga tradisional terompah, Bola Gotong dan joget balon. Kegiatan ini diikuti oleh Balai Kader KB, PIK Remaja tingkat sekolah.

Plt Kadis PPKB Kota Baubau La Ode Darussalam mengatakan, kegiatan lomba dilaksanakan selain memeriahkan HUT RI ke-78 juga untuk menjalin kekompakan dan silaturahmi khususnya para mitra PPKB, kader kader di seluruh wilayah Kota Baubau.
"Jadi momen ini selain merayakan HUT RI juga agar kita terus merajut kebersamaan dan komunikasi. Termasuk sebagai bentuk kampanye kepada generasi muda untuk memiliki pengetahuan tentang stunting dan Keluarga Berencana," kata La Ode Darussalam.

Selain kegiatan Lomba, juga diserahkan bantuan berupa fasilitas komunikasi kepada PIK R tingkat sekolah. "Bantuan ini untuk memberikan apresiasi kepada PIK R di pihak sekolah," tambah Darussalam.
Nur Arafiah, Salah seorang Guru Pembina PIK Remaja menyampaikan terima kasih atas support yang diberikan kepada pihak sekolah. Kegiatan ini akan memberikan semangat kepada para siswa untuk belajar lebih baik lagi. Khususnya menggali informasi tentang edukasi dan masalah pergaulan. “Mereka bisa belajar untuk menghindari hal negative dan tentunya mengambil hal yang positif tentang masalah pergaulan remaja agar tidak terjerumus ke hal negative,” katanya.

Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse yang hadir membuka kegiatan Lomba menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta khususnya kader KB dan pelajar atas peran sertanya selama ini. Khususnya dalam upaya penanganan stunting. Meski saat ini angka stunting masih belum memenuhi target.
“Kita masih harus kerja keras untuk menurunkan angka stunting. Saat ini kita masih butuh 14 persen lagi agar memenuhi target. Sekarang masih 26 persen dan target kita 2024 harus mencapai 12 persen.” Kata Monianse.

Disaat yang sama, Wali Kota Baubau juga menyerahkan bantuan fasilitas penunjang kegiatan kepada PIK Remaja beberapa sekolah dan perguruan tinggi di Baubau. (Red)
Heryanto, AMK, SKM : “PPNI Harus Mendukung Program Pemerintah”
BAUBAU, KERATONNEWS.CO.ID – Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Baubau menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IV. Kegiatan ini berlangsung di aula Palagimata Kantor Wali Kota Baubau Sabtu (5/8/2023). Momen lima tahunan ini dihadiri langsung ketua Dewan Pengurus Wilayah PPNI Sulawesi Tenggara Heryanto, AMK, SKM serta para pengurus PPNI Daerah.

Setelah melaksanakan serangkaian tahapan Musyawarah, seluruh pengurus sepakat secara aklamasi memilih ketua Henny Arisanti, S.Kep, Ns, M.Si untuk menahkodai DPD PPNI Kota Baubau periode 2023 – 2028.
Ketua DPD PPNI Sultra Heryanto mengharapkan, kepengurusan DPD PPNI yang baru agar terus melakukan koordinasi yang baik dengan pengurus. Terutama mampu memposisikan diri sebagai mitra pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan pembangunan. “Kegiatan dan tugas profesi perawat harus menjadi bagian dari kegiatan pembangunan. Oleh karena itu saya berharap koordinasi dan kerjasama dengan pemerintah daerah harus terus ditingkatkan,” harap Heryanto.

Henny Arisanti, ketua terpilih menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh seluruh peserta khususnya rekan sejawat di PPNI. Ia akan membangun kolaborasi yang baik dengan seluruh pengurus untuk menjalankan roda organsisasi. “Ini amanah yang harus dijalankan. Tentunya dukungan dan kerjasama seluruh pengurus dan anggota PPNI sangat dibutuhkan. Karena kami tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari pengurus,” kata Henny.

Henny menambahkan, saat ini PPNI Kota Baubau memiliki sebuah aset bangunan yang dipersiapkan menjadi sebuah pusat pendidikan dan latihan. “Sesuai harapan Pengurus DPD, aset ini harus dimanfaatkan sebaik baiknya bukan hanya untuk kepentingan pelatihan rekan sejawat namun bisa melayani kegiatan dilkat yang lain. Termasuk advokasi bagi kesejahteraan rekan perawat dengan membantu mempermudah pengurusan izin praktek dan sejenisnya,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse yang hadir pada acara penutupan Musda menyampaikan selamat dan apresiasi atas terselenggaranya Musda PPNI Baubau. Selama ini kata Monianse, peran dan partisipasi Perawat melalui wadah PPNI telah banyak dilakukan. “Terima kasih kepada PPNI yang selama ini selalu memberi dukungan program pemerintah Daerah. Tentunya masih banyak hal hal yang perlu dievaluasi agar peran organisasi ini semakin memberikan kontribusi bagi pengurus dan mendukung kegiatan pemerintah,” kata Monianse.
Reporter : Bardin
Dr. Dahrul Dahlan, S.STP, M.Si : “Tetap Fokus pada Titik Berat Prioritas Nasional”
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM – Perencanaan pembangunan tidak terlepas dari dukungan anggaran yang dialokasikan setiap tahun. Termasuk Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Perubahan. Hal ini juga dilaksanakan di tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara yang diikuti oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten dan Kota.
Hal ini disampaikan Plt Kepala Bappeda Kota Baubau Dr. Dahrul Dahlan di Baubau Rabu (2/8/2023). Ia mengatakan Tanggal 1 Agustus telah dilaksanakan fasilitasi RKPD Perubahan tahun 2023 oleh pemerintah Provinsi Sultra.

“Kegiatannya dilaksanakan dalam Forum Group Diskusi (FGD) yang dipimpin langsung Kepala Bidang Perencanaan Makro Bappeda Provinsi Sultra,” ujar Dahrul.
Kegiatan yang dikemas dalam FGD tersebut menitik beratkan beberapa prioritas nasional dan daerah. Selanjutnya pemerintah provinsi dan Kabupaten Kota juga akan melakukan sinkronisasi.
“Termasuk Kota Baubau akan melakukan sinkronisasi program yang merupakan prioritas Nasional. Tentunya dalam hal ini yang berhubungan dengan pengalokasian anggaran program Perubahan,” kata Dahrul lagi.

Salah satu yang dititik beratkan, dalam pengalokasian anggaran pada perubahan agar tetap mempertimbangkan capaian stunting sampai 14 % tahun 2024. Selain itu target kemiskinan ekstrim zero, alokasi anggaran tentang Pemilukada, mandatori spending dan inflasi daerah yang kebutuhan penggarannya sudah harus dialokasikan secara bertahap pada perubahan 2023.
Untuk diketahui RKPD adalah dokumen perencanaan tahunan sebagai implementasi dari dokumen RPJM. RKPD ini memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja yang terukur dan pendanaannya, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan keikutsertaan masyarakat untuk kesejahteraan rakyat.

Sebagai suatu dokumen resmi Pemerintah Daerah, RKPD mempunyai kedudukan yang strategis, proses penyusunan RKPD dilakukan secara sistematis, terarah, terpadu dan tanggap terhadap perubahan yang penyusunannya dilaksanakan untuk mewujudkan sinergitas antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan, serta mewujudkan efisiensi dan alokasi sumberdaya dalam pembangunan daerah. (Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Forum Anak Kota Baubau menggelar kegiatan Sehari Bareng Sekolah Luar Biasa (SLB) Tat Twam Asi Kota Baubau Sabtu (22/7/2023). Kegiatan ini dalam rangka perayaan Hari Anak Nasional 2023. Momen ini memilih tema "Dare to Lead and Speak Up (Anak Pelopor dan Pelapor Berkarya Tanpa Batas)".
Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kepala KCD Dikbud Sultra Rayon Baubau-Busel Mastuti, S.Pd dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Baubau Abdul Rahman, S.Pd, M.Si.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Baubau Abdul Rahman, S.Pd, M.Si, kunjungan yang dilaksanakan di SLB selain memperingati momen hari Anak, sebenarnya untuk memberikan perhatian khususnya kepada anak anak SLB. Ternyata banyak yang tidak mengetahui jika mereka memiliki prestasi luar biasa. “Bahkan dibalik keterbatasan mereka justru meraih prestasi yang mungkin saja tidak bisa dicapai anak anak pada umumnya,” kata Abdul Rahman.
Selain itu tambah mantan Kepala BKD Kota Baubau ini, perhatian kepada kalangan anak anak terkhusus bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik akan menjadi perhatian. Dengan cara melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan. “Mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian khususnya dalam kegiatan pendidikan. Jadi, kita tidak bisa memandang sebelah mata kepada anak anak di SLB. Karena mereka adalah bagian dari generasi penerus masa depan bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas Dikbud Sultra Rayon Baubau-Busel Mastuti dalam sambutannya berharap, perhatian kepada siswa siswi di SLB harus terus diberikan. Apalagi dibalik keterbatasan mereka menyimpan potensi dan prestasi.
“Inilah Anak anak SLB yang juga memiliki potensi dan kelebihan yang tak kalah dengan anak anak lainnya. Sekaligus ini dapat membuka pemikiran masyarakat tentang bagaimana keberadaan mereka. Mereka juga mampu untuk memberikan kontribusi bagi pendidikan,” ujar Mastuti.

Kepala SLB Tat Wam Asi Kota Baubau Muhammad Ikbal menyampaikan apresiasi atas kenjungan Forum Anak Kota Baubau. Ia menilai momen ini sangat bermakna bagi anak anak khususnya di SLB Tat Wam Asi di momen Hari Anak Nasional Tahun 2023. “Terima kasih atas kepercayaan kepada kami untuk menjadi lokasi kegiatan Hari Anak Nasional tahun 2023 di Kota Baubau. Momen ini sebagai salah satu bentuk perhatian. Karena pada dasarnya kita semua sama, memiliki kelebihan dan kekurangan. Khusus di SLB Tat Wam Asi juga pernah mengukir prestasi tingkat Nasional,” ujar Muhammad Ikbal.

Ketua Forum Anak Kota Baubau Ahmad Khairul Iman mengatakan, SLB Tat Twam Asi salah satu SLB Berprestasi baik tingkat Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara hingga tingkat Nasional. “Kami memilih SLB Tat Wam Asi bukan tanpa alasan, tapi untuk mematahkan mindset maupun stigma masyarakat bahwa Sekolah Luar Biasa adalah sekolah untuk anak anak buangan. Namun faktanya SLB juga mampu mengukir prestasi,” kata Ahmad Khairul Iman. (Red)
Sekolah Gelar Acara Penyerahan Siswa dari Orang Tua Kepada Pihak Sekolah
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Setelah melewati Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), para peserta didik baru SMAN 3 Baubau resmi diserahkan oleh orang tua ke pihak sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Kampus Hijau SMAN 3 Baubau Rabu (12/7/2023).


Kepala SMAN 3 Baubau La Ode Mustafa, S.Pd dihadapan para orang tua /wali siswa menyampaikan apresiasi dan terima kasih karena telah diberi kepercayaan oleh pihak orang tua siswa. Ia mengharapkan agar komunikasi antara pihak sekolah dan guru senantiasa terjalin dalam kegiatan pembinaan siswa. “Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua siswa yang telah memberi kepercayaan dan amanah kepada kami untuk menyekolahkan anaknya di SMAN 3 Baubau. Ini kita lakukan demi memberikan pelayanan bagi anak anak agar bisa menyelesaikan semua program belajar di sekolah ini,” katanya.

Ia menambahkan, pelayanan pendidikan yang diberikan pada dasarnya tidak berbeda dengan sekolah lain. Semua ditentukan oleh keseriusan dan kesungguhan serta kerjasama semua pihak. “Semua sekolah sama dan semua siswa berhak untuk berhasil. Oleh karena itu kami mengharapkan kerjasama semua pihak utamanya para orang tua siswa untuk bersama sama mendampingi pendidikan anak anak kita,” tambah La Ode Mustafa.

Wakasek Kesiswaan SMAN 3 Baubau Drs Musafiu menuturkan, Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah menjadi agenda wajib setiap awal tahun ajaran. Kegiatan ini dimanfaatkan oleh para siswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Termasuk mengenal seluruh warga sekolah khususnya para guru. “Apa yang telah diberikan oleh para guru selama kegiatan PLS semoga bisa meningkatkan kecintaan para siswa terhadap sekolah ini. Selain itu bisa menjadi penyemangat untuk mereka agar lebih giat belajar,” kata Musafiu.

Sementara itu Majudin salah seorang Orang Tua Siswa juga menyampaikan terima kasih karena pihak sekolah telah menerima anak anak untuk menjadi bagian dari perjalanan masa depan pendidikan. Ia juga menyampaikan jika orang tua akan selalu memberikan dukungan terhadap semua program sekolah. Apalagi yang berhubungan dengan kemajuan pendidikan anak anak. “Kita pasti mendukung sekolah utamanya yang berhubungan dengan kebaikan anak anak. Khususnya dalam menempuh pendidikan,” katanya.

Penyerahan siswa dari orang tua kepada pihak sekolah juga dirangkaikan dengan beberapa penampilan siswa SMAN 3 Baubau yakni Display Marching Band Gita Satria Nirwana dan penampilan tari oleh siswa kelas XI. (Red)
Guru Antusias Karena Pemateri Komunikatif
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Setelah berlangsung selama dua hari, Kegiatan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) bagi para Guru SMAN 3 Baubau selesai. Para guru yang mengikuti kegiatan pelatihan mendapatkan pengetahuan tambahan terkait penerapan Kurikulum Merdeka. Didalamnya terdapat informasi tentang strategi belajar dan metode pembuatan program pembelajaran. Selain itu juga diberikan materi Asesmen bagi siswa untuk mengukur sejauh mana keberhasilan belajar.

Dalam kegiatan Workshop ini menghadirkan dua narasumber yakni Syahrul, S.Pd, M.Pd dan Iswahyudi, S.Si yang telah memiliki pengalaman dan lisensi untuk memberikan pengetahuan kepada sekolah sekolah yang telah menerapkan kurikulum merdeka.
Kepala SMAN 3 Baubau La Ode Mustafa mengatakan, kegiatan Workshop ini merupakan salah satu bagian dari peningkatan kompetensi guru dalam menjalankan tugas. Sebab, penerapan kurikulum merdeka saat ini membutuhkan kreativitas guru dalam mengelola dan memanage kegiatan pembelajaran. “Banyak yang harus diketahui oleh guru dalam penerapan kurikulum merdeka ini. Oleh karenanya kegiatan workshop ini menjadi salah satu kebutuhan untuk para guru dalam mempersiapkan kegiatan pembelajaran,” kata La Ode Mustafa.

Syahrul, S.Pd, M.Pd yang tampil sebagai pemateri mengharapkan, kegiatan pelatihan ini bisa menjadi penyemangat para guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam kelas. Ia menilai, kurikulum Merdeka memiliki keunikan tersendiri dalam penerapannya. Yang pasti katanya, dalam kurikulum merdeka, guru hanya menjadi motivatir dan mengarahkan kegiatan belajar bagi para siswa.
“Semua ada aturannya dari kementrian, itu menjadi patokan. Namun dalm penerapannya kita boleh menerapkan metode sendiri yang disesuaikan dengan kondisi sekolah. Jadi, silahkan berekspresi untuk membuat strategi dan model pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum,”kata Syahrul.

Hal senada disampaikan pemateri lainnya Iswahyudi, S.Si. Salah satu yang menjadi materi yang dibawakan tentang asesmen atau penilaian kegiatan belajar. “Guru bisa melakukan penilaian diagnostic, proses dan sumatif. Artinya, penilaian bisa dilaksanakan sebelum kegiatan belajar, selama proses belajar dan pada akhir kegiatan belajar. Tentu semua bertujuan untuk mengetahui sejauh mana capaian dan ketuntasan belajar siswa. Selain itu, para guru juga dapat mengevaluasi keberhasilan mengajar dengan mengetahui hasil asesmen siswa,” ujar Iswahyudi.
Kegiatan workshop ini ditanggapi positif para guru SMAN 3 Baubau. Selama kegiatan workshop para guru sangat antusias menerima pemaparan dari narasumber. Pasalnya, materi yang diberikan merupakan bagian dari tugas yang harus dijalankan oleh setiap guru. “Kita masih harus banyak bertanya khususnya tentang Kurikulum Merdeka, karena ini belum sepenuhnya dipahami oleh guru. Tentunya workshop ini merupakan kesempatan bagi para guru untuk meningkatkan komptensi dan cara mengajar,” ujar Drs. Masruhin salah seorang peserta workshop Guru SMAN 3 Baubau. (Red)