Jumat, 21 November 2025 11:41

Bappeda Baubau Kawal Peran Posyandu Dalam Menopang Pembangunan Kesehatan

Rate this item
(1 Vote)
Rapat Koordinasi Penyusunan Dokumen Rencana Induk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Tahun 2025–2029 Rapat Koordinasi Penyusunan Dokumen Rencana Induk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Tahun 2025–2029

Searah dengan Rencana Induk Pos Pelayanan Terpadu Kota Baubau Tahun 2025–2029

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Urgensi penguatan Posyandu sangat ditekankan oleh data kesehatan masyarakat. Berdasarkan laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, angka prevalensi stunting 1 di Kota Baubau tercatat mencapai sekitar 29,7%, yang merupakan angka yang sangat tinggi dan jauh melampaui target nasional 14% (Kemenkes RI, 2024).

Sementara itu, Angka Harapan Hidup (AHH) saat lahir di Baubau pada tahun 2023 adalah 73,36 tahun, yang harus dipertahankan dan ditingkatkan melalui intervensi Posyandu 6 Bidang SPM untuk menjaga kualitas hidup sehat (Kemenkes RI, 2025).

WhatsApp Image 2025 12 23 at 10.10.15 1

Tingginya angka stunting, masalah kemiskinan, dan mandat baru 6 Bidang SPM menuntut sebuah kerangka perencanaan komprehensif yang berlaku untuk jangka waktu menengah. Rencana Induk Posyandu Kota Baubau Tahun 2025-2029 (Renduk) adalah dokumen strategis yang berfungsi sebagai master plan untuk memandu proses reformasi ini secara utuh selama lima tahun (Tim Pembina Posyandu, 2024). Renduk akan menjamin kesatuan visi, langkah sistematis, dan alokasi sumber daya yang terkoordinasi dari seluruh Perangkat Daerah di Baubau dalam mendukung Posyandu

Usai menggelar Rapat Koordinasi Penyusunan Dokumen Rencana Induk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Tahun 2025–2029, Bappeda Kota Baubau Bersama Tim Pembina Posyandu telah melakukan pembinaan di lapangan.

Kegiatan ini Dalam rangka meningkatkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan, khususnya pada layanan kesehatan dasar yang dilaksanakan melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Bappeda Kota Baubau menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Posyandu 6 SPM.

 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya penguatan sistem pelayanan kesehatan masyarakat berbasis komunitas serta peningkatan kualitas pelaksanaan SPM oleh perangkat daerah terkait. Di awal tahun 2025, Bappeda Kota Baubau Bersama Tim Pembina Posyandu telah melakukan pembinaan dan melaksanakan Implementasi Transformasi Posyandu 6 Bidang SPM Permendagri No.13 tahun 2024 di 8 (delapan) lokus kecamatan yaitu Kec.Betoambari Kel.Bone-Bone Posyandu Cakalang, Kec. Sorawolio Kel.Karya Baru Posyandu Wortel, Kec. Batupoaro Kel. Katobemgke Posyandu Asparagus, Kec.Murbum Kel. Melai Posyandu Nenas, Kec.Kokalukuna Kel.Waruruma Posyandu Mawar 1, Kec. Wolio Kel. Batulo Posyandu Ferbena,7. Kec. Bungi Kel. Waliabuku Posyandu Teratai, Kec.Lea-Lea Kel. Lowu-Lowu Posyandu Cendrawasih.

WhatsApp Image 2025 12 23 at 10.10.15

   

Kepala Bappeda Baubau Dr. Dahrul Dahlan, S.STP, M.Si mengatakan, program ini menjadi salah satu diantara banyak hal prioritas dalam pembangunan daerah. Terutama yang berkaitan dengan pembangunan kesehatan. Salah satunya adalah memastikan pelayanan kesehatan dari tingkat masyarakat bawah agar menjadi bahan evaluasi untuk mendukung arah kebijakan pembangunan bidang kesehatan di daerah.

“Pelayanan yang baik dan maksimal di tingkat Posyandu menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dari capaian pembangunan kesehatan. Untuk itu kehadiran posyandu kita harapkan mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat mulai dari tingkat kelurahan,” kata Dahrul Dahlan (20/11/2025).

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kota Baubau Dian Purnamasari Zain, S.Si., M.Si mengatakan, program ini ditindaklanjuti dengan pelaksanaan pembinaan langsung di lapangan. Dalam hal ini kegiatan pembinaan dilakukan di lokasi posyandu di Kota Baubau yang telah diagendakan khusus.

“Kita Melakukan Identifikasi, melaksanakan pembinaan dan penguatan kapasitas pengelola Posyandu untuk mendukung pencapaian 6 SPM wajib layanan kesehatan di Kota Baubau pada 3 (lokus) Posyandu di Kota Baubau,” kata Dian Purnamasari.

Dian menambahkan nenerapa tujuan yang diharapkan diantaranya Meningkatkan pemahaman kader dan pengelola Posyandu tentang pelaksanaan 6 SPM, Memperkuat koordinasi lintas sektor antara Bappeda, Dinas Kesehatan, kelurahan, dan puskesmas, Mengidentifikasi kendala dan kebutuhan Posyandu dalam implementasi SPM serta Menyusun rekomendasi perbaikan dan tindak lanjut untuk peningkatan layanan kesehatan dasar masyarakat.

“Pembinaan berfokus pada pengenalan terhadap transformasi pelayanan di posyandu bukan hanya layanan Kesehatan saja tetapi focus standar pelayanan minimal pada 6 (Enam) bidang SPM tersebut yaitu Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas), serta Sosial,” tambah Dian Purnamasari.

Hal lain yang menjadi target adalah pada gilirannya Kader Posyandu itu bukan hanya melayani bidang kesehatan saja, tetapi harus mampu melayani enam SPM dimaksud. Sehingga diberikan Edukasi yang meliputi Pengenalan 6 (enam) Standar Pelayanan Minimal yakni bidang Pendidikan, kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketenteraman dan Ketertiban Umum dan sosial.

Pelayanan pendidikan yang diberikan Posyandu bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masyarakat, misalnya dengan memberikan penyuluhan tentang pentingnya pendidikan bagi anak-anak dan remaja, serta membantu masyarakat mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik.

WhatsApp Image 2025 12 22 at 19.21.08

Bidang Kesehatan mengarah pada Layanan kesehatan yang menjadi fokus utama Posyandu, seperti pemberian vaksin, pemeriksaan tumbuh kembang anak, dan penyuluhan tentang gizi.

Bidang Pekerjaan Umum mencakup berbagai hal, seperti perbaikan infrastruktur di wilayah kerja Posyandu, pemeliharaan lingkungan, dan penyediaan fasilitas umum.

Bidang Perumahan Rakyat meliputi bantuan terkait perbaikan rumah, pembangunan rumah layak huni, dan penyuluhan tentang tata ruang dan perumahan.

Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum fokus pada upaya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat, seperti sosialisasi tentang pentingnya menjaga keamanan lingkungan, pembentukan pos kamling, dan kerja sama dengan aparat kepolisian.

Bidang Sosial mencakup bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti pemberian bantuan sosial, pendampingan kasus sosial, dan pengembangan kegiatan sosial lainnya.

Dengan mengintegrasikan enam bidang SPM ini, Posyandu diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih komprehensif dan berdampak positif bagi masyarakat. Transformasi 6 posyandu ini juga diharapkan dapat meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah). Memperkenalkan Langkah-langkah pelayanan posyandu 6 (enam) SPM di Masyarakat (sasaran posyandu) dan Identifikasi Kesiapan Posyandu yang dkunjungi untuk menerapkan 6 SPM di posyandu meliputi, sarana prasarana, kualitas SDM Kader dan koordinasi dengan tenaga puskesmas. (Red)

Read 93 times

Pencarian