BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu menegaskan bahwa Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjalankan misi kemanusiaan di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam momentum pelantikan pengurus PMI Kota Baubau, Selasa (14/04/2025) di Aula Kantor Wali Kota Baubau.
Menurutnya, pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan melalui PMI.
“Pelantikan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi simbol penguatan komitmen kita semua dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan melalui PMI,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran pengurus PMI sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi nyata dalam mendukung Pemerintah Kota Baubau, khususnya melalui berbagai aksi kemanusiaan yang telah dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menegaskan, PMI Baubau memiliki peran yang sangat strategis dan tidak tergantikan di tengah masyarakat. Keberadaannya menjadi garda terdepan dalam berbagai aksi sosial dan kemanusiaan, mulai dari penanganan bencana hingga pelayanan kesehatan.
Lebih lanjut dikatakan, kebutuhan darah di Kota Baubau terus meningkat. Hal ini tidak terlepas dari peran RSUD Kota Baubau sebagai rumah sakit rujukan bagi wilayah kepulauan sekitar, yang berdampak langsung pada tingginya permintaan darah.
“Kita sering mendengar masyarakat kesulitan mencari darah. Oleh karena itu, PMI harus mampu meningkatkan kapasitas penyediaan stok darah, sehingga kebutuhan dapat terpenuhi tanpa harus selalu mencari donor secara mendadak,” jelasnya.
Ia berharap ke depan PMI Kota Baubau dapat memodernisasi sistem pengelolaan darah, termasuk memperkuat bank darah agar ketersediaan tetap terjaga dan tidak mengalami kekosongan.
Selain itu, secara kelembagaan PMI juga didorong untuk terus meningkatkan kapasitas melalui pelatihan serta memperluas jangkauan donor darah, khususnya dengan menyasar donor pemula dari kalangan generasi muda.
“Perlu ada langkah lebih agresif untuk menjaring donor pemula, misalnya dengan masuk ke sekolah-sekolah SMA dan SMK, karena mereka sudah memenuhi syarat usia untuk menjadi pendonor,” tambahnya.
Terkait Unit Transfusi Darah (UTD), ia juga menyinggung pentingnya penguatan kelembagaan agar dapat dikelola secara optimal oleh PMI Kota Baubau. Ia berharap proses administrasi yang saat ini berjalan dapat segera rampung sehingga pelayanan semakin maksimal.
Wakil Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Baubau akan memberikan dukungan penuh terhadap penguatan PMI, baik dari sisi anggaran maupun kolaborasi dengan berbagai pihak.
“PMI adalah mitra strategis pemerintah. Karena itu, kami akan terus mendukung kerja-kerja kemanusiaan demi pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Kota Baubau,” pungkasnya.(Hasrin Ilmi/Red)


