Jumat, 17 Juli 2026 22:11

Pastikan Program MBG di Baubau Lancar, Satgas Sidak SPPG dan Sekolah

Rate this item
(1 Vote)

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Pemerintah Kota Baubau terus berkomitmen mengawal lancarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Baubau yang merupakan salah satu agenda strategis Presiden RI. Oleh karena itu, program Satgas MBG Kota Baubau yang dipimpin oleh Asisten I Pemerintahan, La Ode Aswad, S.Sos., M.Si didampingi Kabag Kesra serta Setda Kota Baubau La Ode Ma'ruf dan Satuan Tugas Badan Gizi Nasional Sultra koordinator Kota Baubau melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Betoambari Lipu 01 dan SDN 1 Katobengke, Jumat pagi (17/07/2026).

Dalam keterangan persnya usai meninjau SPPG Betoambari Lipu 01 dan SDN1 Katobengke, Assiten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Baubau menegaskan kehadiran Satuan Tugas (Satgas) MBG dibentuk khusus untuk mengurai segala hambatan yang terjadi di lapangan.

“Tugas utama Satgas ini adalah memastikan program MBG berjalan dengan lancar. Pemerintah hadir untuk memastikan jika ada sumbatan atau kendala-kendala di lapangan, kamilah yang bertugas menyelesaikan dan memfasilitasi kesulitan tersebut,” ujar La Ode Aswad kepada sejumlah pers.

Ditambahkan, fungsi pemerintah daerah melalui perangkat camat dan lurah fokus pada aspek non-teknis, seperti jaminan keamanan dan kondusifitas lingkungan di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

“Misalnya terkait potensi gangguan atau ancaman di sekitar SPPG MBG, itu menjadi tugas pemerintah melalui camat dan lurah setempat untuk menjamin keamanan, ketentraman dan keselamatan. Satgas tidak masuk ke ranah teknis dapur atau operasional transfer, melainkan memastikan secara umum alur operasionalnya berjalan lancar,” tambahnya.

Selain memenuhi kesiapan dapur, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Baubau ini juga menyoroti pentingnya komitmen dari pihak sekolah, baik tingkat SD, SMP, maupun SMA dalam mendukung standarisasi program ini. Salah satu indikator yang diapresiasi adalah menyediakan ruang transit makanan yang layak sebelum dibagikan kepada para siswa.

"Kami memastikan komitmen kepala sekolah dan guru. Contohnya tadi, kepala sekolah sudah menyediakan ruang transit makanan yang memenuhi standar kelayakan sebelum didistribusikan ke anak-anak. Komitmen seperti ini sangat penting agar MBG berjalan tepat sasaran sebagai program strategis nasional," jelasnya.

Dari hasil pengamatan secara berkala, La Ode Aswad mencatat adanya tren peningkatan kinerja yang signifikan dari seluruh tim pelaksana di lapangan. Jika pada awal peluncuran program ritme kerja dirasa masih santai, saat ini sistem distribusi dan pembagian makanan diukur jauh lebih sigap dan teratur.

La Ode Aswad mengakui hasil evaluasi terfokus pada SPPG-MBG yang menjadi lokus peliputan. Pemerintah berharap, dengan keterbukaan dan koordinasi tim yang terus berjalan, seluruh dapur produksi dan satuan pendidikan dapat menyelenggarakan program ini sesuai dengan standar yang diharapkan pemerintah. Hasil pemantauan lapangan ini nantinya akan dilaporkan secara berjenjang ke tingkat atas sebagai bahan evaluasi kekurangan program.

Sementara itu, Koordinator BGN Sultra Kota Baubau Hamirudin mengungkapkan, Pemerintah Kota Baubau bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Tugas (Satgas) terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah. Pemantauan dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai standar pelayanan dan kualitas yang telah ditetapkan. 

”Hingga saat ini Program MBG belum dapat menjangkau wilayah Pulau Makassar karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut masih dalam proses dan belum beroperasi secara nasional.Meski demikian, ia terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional yang berkomitmen bersama Pemerintah Kota Baubau agar layanan MBG di Pulau Makassar dapat segera direalisasikan.Secepatnya kami berupaya agar SPPG MBG di Pulau Makassar dapat segera beroperasi sehingga seluruh sasaran penerima manfaat dapat terlayani,” ungkapnya.(Din/Red)

Read 228 times

Pencarian