dr. Sulyanti Rahman, Sp.M Ketua IDI Baubau : “Bagi Takjil, Ke Panti Asuhan dan Santuni Anak Yatim Piatu”
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM -Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Baubau melaksanakan progran Berbagi Selama Bulan Ramadhan 1444 H. Kegiatan ini melibatkan seluruh pengurus IDI dibawah koordinasi ketua dr. Sulyanti Rahman, Sp.M.

Kegiatan ini berupa pembagian takjil dan anjangsana di beberapa Panti Asuhan Kota Baubau serta santunan kepada anak yatim piatu.

Menurut dr. Sulyanti, agenda Berbagi sudah diawali sejak pekan pertama Bulan Ramadhan. "Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian khususnya kami pengurus IDI Baubau. Apalagi di Bulan Ramadhan ini kami juga sepakat untuk turut meringankan beban sesama. Alhamdulillah semua pengurus kompak," kata dokter spesialis Mata ini Jumat (7/4/2023).
Pantauan Media ini, kegiatan berbagi yang dilaksanakan IDI Baubau di momen Ramadhan diawali di lokasi pantai Kamali dan beberapa lokasi ruang publik. Kemudian para pengurus IDI juga mengunjungi Panti Asuhan untuk menyerahkan santunan.

Kata dr. Sulyanti, hingga pekan ketiga Ramadhan 1444 H, sudah tiga kali melaksanakan program berbagi. Ia berharap kegiatan ini semakin memupuk rasa persaudaraan bukan saja dari internal IDI namun juga dengan masyarakat.

Syamsuddin, seorang warga Baubau memberi apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan IDI Baubau. Ia menilai, selain tugas mulia para dokter dalam mengobati pasien ternyata juga memiliki rasa empati lebih dengan kegiatan berbagi ini. "Salut sekali karena para Dokter itu sibuk dengan kegiatan kemanusiaan. Apalagi dengan berbagi seperti ini di Bulan Ramadhan. Semoga ini bisa jadi agenda rutin untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Puncak Kegiatan berbagi yang dilaksanakan IDI Baubau ini dijadwalkan akan dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu. "Rencananya pada hari Minggu di gedung Arasalana Baubau," ujar dr. Sulyanti. (Bardin)
BAUBAU,GAGASSULTRA - Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Baubau Wa Ode Nursanti Monianse mengajak para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Baubau dalam kegiatan Amalia Ramadhan 1444 H. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap Ramadhan. Pertemuan awal ini dilaksanakan pada Jumat (7/4/2023) di Baubau.

BAUBAU,GAGASSULTRA.COM - Pelaksanaan Ujian Satuan Pendidikan (USP) tingkat SMA tahun 2023 telah memasuki hari ke-4. Sejauh ini, khusus di Kota Baubau, kegiatan Ujian berlangsung tanpa kendala. Meskipun berlangsung dalam momen Bulan Suci Ramadhan.
Seperti yang tampak di SMAN 2 Baubau pada Kamis (6/4/2023). Kegiatan Ujian berlangsung tertib dibawah pengawasan para guru dari sekolah berbeda.
Meskipun di bulan Ramadhan, perlakuan kepada siswa peserta ujian tidak berbeda. Hanya saja, aktivitas peserta difokuskan pada materi ujian.

Drs. Basri Salah seorang panitia USP SMAN 2 Baubau Mengatakan, pihak panitia telah mempersiapkan pelaksanaan Ujian dengan maksimal. Termasuk mengantisipasi situasi di bulan Ramadhan. "Kita sudah diskusikan semua dengan pihak sekolah dan para pengawas. Termasuk kepada para siswa peserta ujian. Jadi tidak ada masalah walaupun di momen puasa," kata Basri.
Hal senada disampaikan Julianty Hasiri, S.Pd, pengawas Ujian dari SMAN 4 Baubau. Ia mengaku tidak menemukan kendala selama 4 hari kegiatan Ujian. "Anak anak tertib dan tenang saat mengikuti ujian. Ini sudah hari ke empat dan sudah 8 mata pelajaran yang diselesaikan," kata Julianty yang juga Guru Kimia SMAN 4 Baubau.

Ika, Salah seorang siswa peserta Ujian SMAN 2 Baubau mengatakan, kegiatan Ujian Selama Bulan Ramadhan tetap lancar. "Alhamdulillah tidak ada kendala, tetap kita fokus menjawab soal," kata siswa Kelas XII IPA.3.
Kegiatan USP tingkat SMA dijadwalkan berlangsung hingga 11 April 2023. (Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Kegiatan Ujian Satuan Pendidikan (USP) tingkat SMA se-Sulawesi Tenggara mulai dilaksanakan pada senin (3/4/2023). Dijadwalkan akan berlangsung hingga 11 April 2023.
Di SMAN 2 Baubau, pelaksanaan kegiatan Ujian Sekolah hari pertama berjalan dengan tertib dan lancar. Hal ini telah dipersiapkan pihak sekolah penyelenggara. Mulai dari persiapan panitia internal hingga melakukan komunikasi dengan para pengawas yang berasal dari sekolah yang berbeda.

La Hidi S.Pd, M.Pd kepala SMAN 2 Baubau mengatakan, kegiatan Ujian Sekolah ini telah dibahas di tataran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan telah disepakati bersama untuk pelaksanaannya.
"Mulai dari pembuatan soal sudah dibagi khusus melalui pertemuan di Tingkat MKKS. Jadi pembuatan soal Ujian Sekolah telah dibagi setiap sekolah menangani mata pelajaran tertentu. Termasuk pengawasan juga dengan sistem silang dengan sekolah lain," kata La Hidi.

Ade Paria, S.Pd guru SMAN 3 Baubau yang diberi tugas sebagai pengawas di SMAN 2 Baubau mengatakan, pelaksanaan pengawasan silang untuk Ujian Sekolah dinilai positif. Selain sebagai upaya menciptakan hasil yang murni dari peserta Ujian, juga menjadi ajang silaturahmi bagi para guru antar sekolah.
"Saya kira sangat positif kalau Ujian Seperti ini dilaksanakan secara silang. Peserta bisa lebih mempersiapkan diri untuk belajar. Selain itu terbangun komunikasi antara para guru dengan sekolah penyelenggara," kata Ade Paria.

Ujian hari pertama berlangsung aman dan tertib. Di hari pertama ada dua mata pelajaran Ujian sekolah yakni Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Indonesia. (Red)
Dokumen Kelembagaan Kecamatan dan Kelurahan Belum Maksimal
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Jelang Batas Akhir Penyetoran Dokumen Tatanan Penilaian Kota Sehat, Forum Kota Baubau Sehat makin gencar melakukan persiapan. Rapat internal Forum kembali digelar di sekretariat Forum Minggu (2/4/2023).

Ketua tim Pengumpul Dokumen Tatanan Wistara Forum Kota Baubau sehat Ir. Nasrudin mengatakan, dokumen tatanan sudah sebagian besar terkumpul, namun saat ini masih dipersiapkan pembenahan untuk beberapa item dokumen. Termasuk kelembagaan yang ada di Forum kecamatan dan Pokja Kelurahan sehat.
Ia mengaku jika ada sebagian OPD yang terkesan tidak maksimal memberi support khususnya menyediakan dokumen yang diharapkan dalam menopang kegiatan penilaian Kota Sehat. Meski demikian, pihak Forum terus melakukan koordinasi agar dapat menghimpun dokumen sebelum pengiriman dokumen.

"Selama ini tim sudah bekerja maksimal untuk menghimpun dokumen di setiap OPD terkait. Jadi kita masih lakukan evaluasi. Dokumen yang kurang harus dibenahi. Termasuk kelembagaan hingga tingkat pokja kelurahan," kata Nasrudin.
Hal senada disampaikan Sekretaris Forum Kota Baubau Sehat Imran Kudus. Ia berharap seluruh kekurangan dokumen difinalisasi sebelum penyetoran dokumen kepada tim penilai.
"Masih ada beberapa item yang butuh tindaklanjut. Salah satunya kelengkapan sekretariat forum kecamatan dan pokja kelurahan sehat," kata Imran Kudus. (Din)
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM – Berada di kawasan Pesisir pantai, kelurahan Bone-Bone yang dikenal sebagai Kampung Nelayan sangat rentan dengan aktivitas gelombang pasang yang menyebabkan pesisir pantai dipenuhi sampah. Kondisi ini menjadi perhatian khusus masyarakat khususnya yang bemukim di kawasan pesisir untuk melakukan pembenahan.
Seperti yang terlihat pada Jumat Pagi (31/3/2023), di kawasan pesisir pantai dilaksanakan kegiatan pembersihan sampah di sepanjang pantai.

Ketua RW 02 Kelurahan Bone-Bone Hamrin Z yang ditemui usai kegiatan bersih bersih pantai mengatakan, kegiatan bersih pantai ini diikuti beberapa pihak. “Ini kolaborasi masyarakat Bone-Bone yang diikuti Pemerintah Kelurahan, Babinsa dan Babinkamtibmas, Ketua RT dan RW, kader Posyandu, Karang Taruna, PKK, kelompok Pengrajin dan staf Puskesmas Betoambari dan Pokja Kelurahan Sehat Bone-Bone,” Kata Hamrin.
Selain elemen masyarakat, kegiatan bersih bersih pantai juga turut diikuti Mahasiswa KKN UHO yang bertempat di Kelurahan Bone-Bone.
“Salah satu tujuan kegiatan ini untuk menciptakan suasana bersih dan nyaman khususnys di sekitar lokasi Puskesmas Betoambari. Kebetulan lokasinya ada juga di pesisir pantai. Juga untuk mengajak masyarakat cinta kebersihan lingkungan,” katanya.

Sebelumnya Kata Hamrin, tepatnya Tanggal 10 Maret Juga pernah dilaksanakan kegiatan yang sama atas inisiatif dari Puskesmas Betoambari. “Saat itu Ada jadwal dari Puskesmas Betoambari untuk kegiatan bersih bersih. Jadi juga diikuti babinsa, Bhabinkamtibmas termasuk Pokja Kecamatan Batupoaro sehat,” tambah Hamrin lagi.

Muhammad Yunan, Salah seorang pengurus Kota Baubau sehat menanggapi positif kegiatan ini. Ia menilai kekompakan masyarakat Bone-Bone patut diberi apresiasi. Sebab, penataan lingkungan sangat dibutuhkan kesadaran kolektif masyarakat. “Salut dengan masyarakat Bone-Bone yang berinisiatif melakukan pembersihan kawasan pesisir. Ini bentuk kepedulian yang patut diberi support,” kata ketua Komunitas Hijau Baubau ini. (Bardin)
Wa Ode Nursanti Monianse : “Dukung Pengembangan Potensi Pangan Lokal”
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Pemanfaatan lahan pekarangan baik pekarangan rumah ataupun juga tempat kerja atau kantor dapat menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan. Hal ini karena kebutuhan pangan keluarga secara kuantitas dan kualitas bisa terpenuhi dengan baik.
Demikian disampaikan Ketua TP PKK Kota Baubau Ibu Wa Ode Nursanti Monianse, saat melaksanakan Panen hasil pemanfaatan pekarangan yang ada di kantor Kecamatan Sorawolio Kota Baubau,Kamis (30 maret 2023).

“Stok pangan yang bergizi dan aman secara berkala bisa dipenuhi dari kebun di pekarangan . Pemanfaatan lahan pekarangan bisa dilakukan sesuai keinginan atau selera kita. Tentu dalam pemanfaatannya kita bisa bekerja sama dengan dinas pertanian atau petugas lapangan pertanian yang ada di setiap kelurahan,” kata Nursanti Monianse.
Kegiatan Pemanfaan pekarangan ini kata Nursanti sejalan dengan program Kerja TP PKK kota Baubau khususnya Pokja 3. Kegiatan ini adalah merupakan rangkaian kegiatan yang menjadi salah satu inovasi dari TP PKK yang bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau yakni program KEDAI ( Kebun Dapur Ibu). Program ini dilaksanakan di seluruh kecamatan dan Kelurahan se Kota Baubau. Sasaran utamanya adalah seluruh Anggota Dasa wisma di setiap kelurahan.

Beberapa tujuan Program KEDAI atau kebun Dapur Ibu ini adalah Mendekatkan rumah dengan pasar dalam artian bahwa ibu ibu tidak perlu kepasar untuk kebutuhan rumah seperti sayur sayuran, cabe, dan yang lainnya. Membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan Inflasi. Memenuhi kebutuhan Gizi Keluarga. satu upaya untuk pencegahan terjadinya Stunting juga Program KEDAI dapat meningkatkan Pendapatan keluarga.
Menurut Ketua TP PKK Kota Baubau ini Jika dikelola dengan baik makas pekarangan rumah dapat memberikan manfaat bagi kehidupan keluarga seperti tempat bermain, tempat rekreasi, sumber pangan dan juga sebagai sumber pendapatan. Pemanfaatan lahan pekarangan bisa mendukung ketahanan pangan nasional dengan memberdayakan potensi pangan lokal yang dimiliki masing-masing daerah.Ungkap Ibu Nursanti Monianse .

Menurutnya, pekarangan rumah jika dikelola dengan baik tentunya akan membuat lingkungan menjadi lebih menarik, nyaman, indah, sehat dan menyenangkan, serta dapat memberikan manfaat untuk keluarga.
“Tanaman bisa ditanam secara langsung atau bisa juga dengan menggunakan media polybag. Tidak perlu lahan yang luas untuk mencoba berkebun. Bahkan di teras pun bisa di tanam ,” tutupnya. (Din)
114 Mahasiswa Ikut Wisuda
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM -114 Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pelita Nusantara Buton mengikuti wisuda Sarjana S1 Angkatan ll Tahun Akademik 2022/2023. Kegiatan wisuda dilaksanakan dalam rapat senat terbuka yang dibuka oleh Ketua STKIP Pelita Nusantara Drs Sudin Rioma, M.Pd di gedung Salsa Kota Baubau Kamis (30/3/2023).
Para wisudawan berasal dari program studi PGSD 63, Pendidikan Jasmani dan Olahraga 27 orang, Pendidikan Matematika 4 orang dan Pendidikan Geografi 20 orang,

Ketua STKIP Pelita Nusantara Buton Drs. Sudin Rioma, M.Pd mengatakan, kegiatan Wisuda ini merupakan hasil terbaik yang diraih Mahasiswa. Ia berharap, para alumni dapat mengabdikan ilmu di tengah masyarakat. "Selamat kepada para wisudawan atas wisuda hari ini. Kepada keluarga wisudawan saya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada STKIP Pelita Nusantara Buton sebagai lokasi menempuh pendidikan. Tentunya kami berharap para wisudawan tetap menjaga komitmen untuk mengaktualisasikan ilmu selama menjalani pendidikan di STKIP Pelita Nusantara Buton. Semoga bisa memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah," kata Sudin Rioma.

Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultanbatara Dr.Drs. Andi Lukman, M.Si dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Jajaran Civitas Akademika STKIP Pelita Nusantara Buton atas penyelenggaraan Wisuda Sarjana. Ia berharap pihak Kampus terus melakukan inovasi dalam mengembangkan SDM. "Salah satunya pengembangan SDM Dosen. Terutama dalam pengembangan karir. Kami mendorong para dosen agar bisa melanjutkan pendidikan hingga doktoral," katanya.
Ia juga mengharapkan, agar kegiatan pembelajaran tidak hanya terpaku pada kurikulum dan dalam ruan kelas. "Saat ini kemajuan teknologi mengarahkan kita untuk memilih inovasi belajar yang sesuai kemajuan. Bila perlu dilaksanakan kegiatan belajar diluar kelas," tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Baubau yang diwakili Asisten ll Ibnu Wahid, ST selain menyampaikan ucapan selamat bagi para wisudawan dan keluarga juga menitip harapan agar mampu mengembangkan kemandirian dan daya kritis. Sebab, pengabdian yang sebenarnya adalah di tengah masyarakat. "Berikan pengabdian terbaik bagi kemajuan daerah. Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab kalangan terpelajar. Termasuk bagaimana berkontribusi dan mengambil peran mendukung terciptanya SDM yang handal," harap Wali Kota Baubau. (Din)
BAUBAU, GAGASSULTRA.CO.ID – Ketua TP PKK Kota Baubau Wa Ode Nursanti Monianse kembali memberikan penguatan dalam hal penanganan Stunting khususnya di Kota Baubau. Hal ini disampaikan pada acara Advokasi Program KKBPK kepada Stakeholder dan Mitra kerja yang dilaksanakan oleh Badan pengendalian penduduk dan keluarga Berencana kota Baubau di Aula Hotel Galaxi inn Selasa (28/3/2023).
Kegiatan ini di ikuti oleh Lurah yg mempunyai kampung KB bersama 33 kelurahan, Ketua TP PKK kelurahan sekota Baubau, Koordinator KB se kota baubau, Koordinator penyuluh KB sekota Baubau serta Camat sekota Baubau.

“Garis besarnya Penyebab stunting ada dua menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia , yakni faktor lingkungan dan genetic. Lingkungan adalah aspek penting yang masih dapat diintervensi sehingga perawakan pendek atau stunting dapat diatasi. Faktor lingkungan yang berperan dalam menyebabkan perawakan pendek antara lain status gizi ibu, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, dan angka kejadian infeksi pada anak,” katanya.
Ia menambahkan, Selain disebabkan oleh lingkungan, stunting dapat disebabkan oleh faktor genetik dan hormonal. Namun sebagian besar stunting disebabkan oleh kekurangan gizi.
Dikatakan, masa usia anak-anak di bawah lima tahun adalah masa-masa keemasan (golden age) bagi pertumbuhan anak. Pada masa tersebut anak-anak akan menyerapkan informasi dari lingkungan sekitarnya dan akan terekam lama dalam memorinya. “Hal ini akan menentukan pola pikir dan perilakunya dimasa yang akan datang. Sehingga pada masa tersebut sangat penting untuk diberikan asupan nutrisi yang cukup serta stimulus atau rangsangan komunikasi, dan perilaku yang benar dari lingkungannya terutama orang tua dan keluarganya,” ujar Nursanti Monianse.

Menurut ibu Nursanti Monianse Apabila pemberian gizi dan stimulus komunikasi dan karakter tersebut tidak cukup, maka anak tersebut bisa mengalami perlambatan pertumbuhan atau stunting, berat badan, tinggi badan, dan kemampuan motorik dan sensoriknya lebih rendah dari anak-anak lain pada usianya.
Ketua GOW Baubau ini Menjelaskan bahwa Stunting adalah penyakit yg tdk bisa diobati hanya bisa dicegah dengan melakukan beberapa hal antara lain, menghindari pernikahan dini dan menjaga kelahiran anak, Melaksanakan perencanaan sehat dgn melakukan PHBS dan tata laksana rumah tangga yg baik, memberikan asupan makanan dengan vitamin dan gizi yang seimbang kepada balita ibu hamil dan ibu menyusui serta sering ke posyandu agar mendapatkan informasi, edukasi dan konsultasi stunting.

Ibu Nursanti menambahkan Stunting adalah penyakit gagal tumbuh yg diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis. Dampak stunting dibagi menjadi dua, yakni ada dampak jangka panjang dan juga ada jangka pendek. “Jangka pendek kejadian stunting yaitu terganggunya perkembangan otak, pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan gangguan metabolisme pada tubuh. Sedangkan untuk jangka panjangnya yaitu mudah sakit, munculnya penyakit diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah, kegemukan, kanker, stroke, disabilitas pada usia tua, dan kualitas kerja yang kurang baik seahingga membuat produktivitas menjadi rendah,”terangnya.
Tak kalah pentingnya juga diharapkan agar Pola Asuh yg baik dari kedua org tua juga sangat berdampak. Bukan hanya pada tumbuh kembang anak tetapi juga pada aspek psikologi dan kematangan berpikir dan karakter. “Semua tergantung dari pola Asuh orang tua terhadap anaknya,” pungkas Ibu Nursanti Monianse. (Din)
Hadapi Penilaian Wistara 2023
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM - Persiapan Kota Baubau menghadapi Penilaian Kota Sehat Swasti Saba Wistara Tahun 2023 terus digenjot. Saat ini Forum Kota Sehat masih terus melakukan perampungan dokumen tatanan.Salah satu tatanan yang menjadi fokus pembenahan adalah Tatanan Pasar Sehat.
Untuk Tatanan Pasar Sehat ini, Ketua TP PKK Kota Baubau Wa Ode Nursanti Monianse sebagai pembina Kota Sehat tampak Gencar melakukan persiapan. Bahkan langsung turun tangan melakukan koordinasi dengan pihak terkait di lokasi pasar. Hal ini mengingat salah satu Tatanan yang masih perlu pembenahan adalah Pasar. Apalagi kondisi pasar saat ini belum maksimal dilakukan penataan.

Keseriusan Ketua TP PKK Kota Baubau kemudian dilanjutkan dengan melakukan pembahasan khusus bersama Forum Kota Sehat dan OPD terkait yang digelar di sekretariat Forum Kota Sehat Senin (27/3/2023).
Dalam pemaparannya, Ketua TP PKK Kota Baubau Wa Ode Nursanti Monianse menyampaikan, kondisi pasar masih harus dilakukan penanganan serius. Pasalnya, ada beberapa titik di lokasi pasar yang butuh keterlibatan semua pihak. "Mulai dari penataan parkir, lokasi pedagang, kemudian saluran air dan masih banyak lagi hal lain. Oleh karena itu kita harus kolaborasi untuk melakukan penataan sebelum tiba momen penilaian," ujar Nursanti Monianse.

Istri Wali Kota Baubau ini menegaskan, untuk menjadikan pasar sebagai lokasi yang nyaman tidak terlepas dari kesadaran semua pihak dan butuh kekompakan. Meskipun sebagian dari pelaku pasar berasal dari Luar Kota Baubau. “Semua harus mengambil peran, termasuk kita menghimbau para pelaku usaha di pasar, para penjual yang juga sebagian besar dari luar Baubau. Semua harus komitmen untuk mengambil peran demi kenyamanan kita bersama selama berada di pasar,” tegasnya.
Tindak lanjut dari pertemuan ini akan dillakukan penataan di kawasan pasar yang melibatkan beberapa pihak terkait, baik dari OPD, Forum Kota Sehat, pengelola pasar dan pihak lain yang dapat berkontribusi.

Untuk diketahui, saat ini Kota Baubau tengah mempersiapkan diri menghadapi penilaian Kota Sehat kategori Wistara 2023. Sebelumnya, Kota Baubau telah meraih 3 penghargaan yakni Swasti Saba Padapa, Wiwerda dan Wistara tahun 2022.(Din)