Bardin

Bardin

Andi Sumangerukka : “HKTI Lahir Untuk Kesejahteraan Masyarakat”

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Andi Sumangerukka Mengukuhkan Pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DPC Baubau, Buteng dan Wakatobi. Kegiatan ini dilaksakan di Gedung Convention Center Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) Sabtu (25/02/2023).

Kegiatan ini turut pula dihadiri oleh Pemkot Baubau dan Forkopimda Kota Baubau.

WhatsApp Image 2023 02 25 at 18.04.09

Ketua Panitia Yahya mengatakan kegiatan ini terlaksana sebagai salah satu rangkaian program kerja DPD HKTI Provinsi Sulawesi Tenggara dengan tujuan menumbuhkan semangat dan menyejahterakan petani di indonesia secara umum dan khususnya sultra.

“Pengukuhan ini ialah rangkain program kerja DPD HKTI Provinsi Sulawesi Tenggara, masih ada beberapa rangkaian acara yang akan dilaksanakan sampai besok yakni jalan santai dan hiburan dari artis ibukota yang akan memeriahkan acara kita,” kata Yahya.

Dr Wa Ode Al Zarliani, SP.,MM Ketua DPC HKTI Kota Baubau Menyampaikan terimakasih untuk semua pihak yang terlibat sehingga DPC HKTI Kota Baubau dapat terbentuk.

“Terimakasih yang sebesar besarnya kepada semua pihak yang mendukung atas suksesnya pelantikan ini serta ucapan terimakasih pula kepada Ketua DPD HKTI Sulawesi Tenggara yang telah memberikan kepercayaannya kepada kami, Kedepannya atas dukungan semua pihak kita akan sukseskan visi HKTI,” kata Zarliani.

Ketua DPD HKTI Provinsi Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyampaikan bahwa terbentuknya HKTI DPC Kota Baubau, Buteng dan wakatobi yakni sebagai bentuk dukungan kepada petani di Sulawesi Tenggara sehingga dapat meningkatkan pendapatan pertanian di wilayah DPC yang baru.

“HKTI hadir untuk membantu petani indonesia agar semakin lebih sejahtera terutama petani yang berada di provinsi sulawesi tenggara untuk itu saya berharap melalui terbentuknya 3 DPC yang baru dapat memberikan sumbangsi kepada petani Dikota Baubau, Buteng dan Wakatobi,” kata Andi.

Sementara itu Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu penopang perekonomian daerah dan tentunya ketahanan pangan menjadi bagian dari kedaulatan suatu bangsa. Pembangunan sektor pertanian saat ini dihadapkan pada tantangan penyediaan pangan bagi masyarakat seiring dengan dinamika pertumbuhan jumlah penduduk.

“Kegiatan ini merupakan momentum penting menajamkan peran organisasi HKTI dalam membangun sinergitas dan inovasi strategi dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan dengan berbagai tantangan yang ada. Dengan dukungan organisasi HKTI diharapkan sektor pertanian dan pangan terus semakin kuat menjadi pengendali inflasi dan mampu hadapi krisis pangan pada komoditi tertentu,” kata Monianse.

Melalui kegiatan ini diharapkan inflasi dibidang pertanian dapat berkurang dan sektor pertanian dapat semakin maju dan berkembang. (Din)

BAUBAU, GAGASSULTRA – Kehadiran Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, SE di Kota Baubau menjadi momen berharga bagi para petani dan mahasiswa khususnya yang menghadiri Pengukuhan Ketua DPC HKTI Yakni Kota Baubau, Buteng dan Wakatobi Sabtu (25/2/2023).

Salah satu yang beruntung adalah Yudi, remaja penyandang Disabilitas yang juga mendapat kesempatan untuk menjawab pertanyaan Bapak Andi Sumangerukka.

Sebelumnya, pertanyaan yang dijawab benar oleh Ketua HKTI mendapatkan Bonus Rp 1.5 Juta. Sontak membuat suasana riuh dari yang hadir. Setiap pertanyaan ditanggapi peserta dengan antusias.

WhatsApp Image 2023 02 25 at 17.49.41

Momen tak terduga akhirnya terjadi saat Pertanyaan tentang Tanggal dan Bulan Kelahiran Ibu Rektor Universitas Muhammadiyah Buton yang juga Ketua DPC HKTI Kota Baubau. Saat itu Yudi langsung mendapat kesempatan menjawab dan jawabannya benar. Semula Ketua DPD HKTI tak mengetahui jika yang menjawab benar adalah seorang Remaja penyandang Disabilitas.

“Yang menjawab penyandang Disabilitas ya ? kalau begitu saya berikan Bonus Rp 10 Juta,” tegas Andi Sumangerukka yang disambut tepuk tangan meriah.

 

Bahkan, karena rasa peduli terhadap Sang remaja Disabilitas, hadiah langsung diserahkan oleh Andi Sumangerukka dan turun langsung dari podium. “Nanti saya turun kesana dan serahkan bonusnya secara langsung,” ujarnya.

Suasana haru tampak saat bonus diserahkan dan disambut riuh dari hadirin. Sesaat sempat terjadi bincang singkat antara Ketua DPD HKTI dan Yudi. “Saya pernah bertemu bapak tahun 2021 waktu itu bapak menyerahkan bantuan kepada kami kalangan penyandang disabilitas,” kata Yudi yang disambut senyum Bapak Andi Sumangerukka. (Din)

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Sebagai salah satu tahapan penyelesaian studi di Kampus Universitas Muhammadiyah (UMB), para mahasiswa diagendakan mengikuti Kegiatan Pengenalan Lapangan Pesekolahan (PLP 2). Ini juga yang saat ini sedang diikuti 12 mahasiswa UMB di SMAN 3 Baubau.

Menurut Al Yakin, ketua kelompok PLP 2, kegiatan ini akan berlangsung sekitar 1 bulan lamanya. Mereka akan menyatu dengan kegiatan siswa di sekolah. Ia dan 11 Rekannya akan mempersiapkan beberapa kegiatan. Khususnya berbagi pengalaman dan memberikan pembinaan kepada para siswa sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. Utamanya yang berkaitan dengan pengetahuan yang diperoleh selama menjalani kegiatan kuliah di kampus.

“Kami berjumlah 12 orang dan akan melaksanakan kegiatan ini selama sekitar 1 bulan. Disini kami akan berusaha berbagi pengalaman dengan siswa juga akan menambah wawasan dari para guru yang ada di sekolah,”katanya.

Peserta PLP adalah mahasiswa dari beberapa program studi yakni Biologi, bahasa Indonesia, Pendais dan Bimbingan Konseling (BK).

Kehadiran mahasisw PLP UM Buton ini disambut positif para guru. Pasalnya, para mahasiswa Calon guru ini akan membantu beberapa kegiatan guru untuk membimbing para siswa.

Zarlin, S.Pd salah seorang guru mengatakan, para Mahasiswa yang mengikuti kegiatan PLP sudah menjadi agenda rutin di setiap sekolah. Ada beberapa kampus khususnya di Kota Baubau yang telah menjalin kerjasama dengan pihak sekolah untuk menjadi lokasi kegiatan PLP. “Pasti akan membantu tugas guru pamong. Karena mereka juga dengan senang hati membantu,” katanya. (Din)

Sitti Yuliana, S.Pd, M.Pd : “Program ini Bisa Melahirkan Siswa Kreatif”

BAUBAU,GAGASSULTRA.COM – Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar secara bertahap terus berjalan di setiap sekolah. Khususnya di Tingkat SMA, kegiatan belajar siswa dibarengi dengan Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Kegiatan ini dilaksanakan secara khusus diluar agenda belajar seperti biasanya.

Di SMAN 3 Baubau, kegiatan ini telah memasuki agenda Projek 3 hingga akhir tahun pelajaran 2022 / 2023. Pada projek 3 ini mengangkat Tema Bhinneka Tunggal Ika dengan memberikan kesempatan para siswa untuk memilih jenis seni yang diminati agar dilakukan pendampingan para guru.’

WhatsApp Image 2023 02 24 at 14.46.53

Koordinator Projek 3 Kurikulum Merdeka SMAN 3 Baubau Drs. Masruhin mengatakan, para siswa diberikan kebebasan untuk menunjukan minat dan bakat khususnya di bidang seni. Selanjutnya akan dikawal dan diberi pendampingan oleh guru pembimbing agar dapat menghasilkan sebuah karya seni. Baik berupa karya seni rupa, seni tari, seni peran dan beberapa jenis seni lainnya. “Kita buat angket dan para siswa tinggal memilih jenis seni apa yang diminati. Setelah itu mereka akan focus pada jenis seni yang diminati untuk dikembangkan. Tentunya didampingi guru pembimbing,” kata Mastruhin.

Aysa Salsa Billa, seorang siswa peserta projek 3 mengaku senang bisa mengikuti kegiatan projek 3. Ia berharap melalui kegiatan projek ini ia dan teman temannya bisa mengasah kemampuan dan inovasi khususnya di bidang seni dan pertujukan. ‘Kita sudah yang ketiga kalinya, pertama dulu jurnalis, kedua perkebunan dan yang ketiga ini persiapan pagelaran seni. Jadi kita dilatih terlebih dahulu kemudian nanti akan ditampilkan paga gelar karya,” ujar Aysa siswi kelas X.

WhatsApp Image 2023 02 24 at 14.46.53 2

Sementara itu, kepala SMAN 3 Baubau Sitti Yulianas, S.Pd, M.Pd menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang diprakarsai para guru dalam menerjemahkan program kurikulum merdeka. Ia juga menitip pesan kepada para siswa agar bisa memanfaatkan kegiatan ini untuk mengembangkan pengetahuan, minat dan juga bakat. “Saya sangat apresiasi kegiatan ini, khususnya kepada para guru yang begitu semangat mempersiapkan kegiatan ini. Termasuk para siswa semoga dapat memetik manfaat untuk mengikuti kegiatan projek 3 ini. Sehingga nanti mereka mendapat kesempatan belajar dari sisi non akademik. Ini bisa melahirkan inovasi dan kreatifitas bagi siswa,” ujarnya.

Kegiatan Projek 3 ini Kata Koordinator Masruhin akan berlangsung selama tiga bulan. Projek ini diakhiri dengan agenda khusus yakni gelar karya yang akan menampilkan hasil sesuai yang dipersiapkan siswa peserta projek. (Din)

  • Pasar Wameo Jadi Pusat Peringatan Hari Perduli Sampah Nasional (HPSN) di Baubau

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Peringatan Hari Perduli Sampah (HPSN) 2023 tingkat Baubau dipusatkan di Lokasi Pasar Wameo Selasa (21/02/2023). Selain di Wameo ada beberapa lokasi lainnya di Kota Baubau juga turut menjadi lokasi bersih bersih sampah. Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh OPD lingkup pemerintah Kota Baubau.

Selain Pasar Wameo, lokasi lain juga menjadi aktivitas kegiatan bersih bersih yakni Kotamara, seputar Benteng Keraton, Jembatan Gantung sampai Jembatan Beli (Tanggul), Pasar Nugraha, dan Pasar Laelangi.

WhatsApp Image 2023 02 21 at 08.20.35

Kepala dinas lingkungan hidup Halfiah, API.,MPD mengatakan, pemasok sampah terbesar di kota Baubau saat ini berpusat dipasar wameo. “Sekitar 20 persen sampah yang masuk ke TPA Wakonti bersumber dari pasar wameo. Kita berharap melalui aksi bersih bersih serentak ini dapat memerikan pemahaman kepada masyarakat khususnya daerah sekitar pasar wameo dan beberapa titik yang sudah diagendakan untuk kegiatan pembersihan," kata Halfiah.

Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse usai membuka keigatan HPSN mengatakan, momen HPSN diharapkan menjadi momentum semua pihak untuk lebih meningkatkan keperdulian dalam menangani sampah.

WhatsApp Image 2023 02 21 at 08.19.15

"Melawan sampah bukan dengan meniadakan sampah tetapi mengubah sikap mental dalam mengendalikan. Karena  sehebat apapun kita apabila tidak diikuti dengan sikap mental masyarakat dalam mengelola sampah di level yang paling kecil yaitu individu maka sampah akan tetap menumpuk dan bertambah setiap tahun," kata Monianse.

Sementara itu, Dandim 1413 Buton Letkol Arm Muhammad Faozan S.Pd., M.I.Pol yang juga ikut terlibat dalam kegiatan bersih bersih kali ini menyatakan apresiasi untuk kegiatan ini. Ia juga berharap apa yang dilakukan dalam aksi ini bisa memberikan contoh bagi masyarakat tentang bagaimana menciptakan kebersihan terutama dalam mengelola sampah.

"Ini aksi nyata yang dilakukan, bisa menjadi contoh langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini sangat positif dan bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat, kita berharap kedepannya sampah dapat terkelola dengan baik dan bijak untuk kebersihan kota ini," kata Faozan.

Peringatan Hari Perduli Sampah Nasional (HPSN) 2023 tingkat Kota Baubau juga dirangkaikan dengan beberapa kegiatan. Selain kegiatan bersih bersiah juga dilakukan edukasi kepada masyarakat, salah satunya juga dengan menggelar lomba mewarnai bagi kalangan anak usia dini. (Din)

BAUBAU,GAGASSULTRA.COM – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau bersama TP PKK mencanangkan program Pemanfaatan Pekarangan Sebagai Kebun Dapur Ibu. Kegiatan ini memberikan pemahaman khususnya kepada kaum ibu agar pekarangan bisa dimanfaatkan.

Hal ini menjadi topic dalam kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Pekarangan Sebagai Kebun Dapur Ibu sekaligus pelepasan Tim Monev Kedai Beragam, Bergisi, Seimbang dan Aman (B2SA) di Kecamatan Sorawolio oleh Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Mewakili Wali Kota Baubau Senin (20/2/2023). Kegiatan ini juga turut dihadiri para Lurah dan TP PKK se-kota Baubau.

WhatsApp Image 2023 02 20 at 12.12.24

Ketua TP PKK Kota Baubau Wa Ode Nursanti Monianse mengatakan, pemanfaatan Pekarangan untuk tanaman sayur dan buah sangat membantu kebutuhan keluarga. Apalagi dengan memanfaatkan pekarangan akan mampu meningkatkan ketahanan pangan keluarga. “Selain peningkatan ketahanan pangan keluarga, juga kita harapkan bisa menurunkan inflasi serta mencegah stunting,” katanya.

Ia berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan sehingga sangat dibutuhkan monitoring dan Evaluasi sehingga dapat diketahui sejauh mana kendala dan hasil yang telah diperoleh. “Pemanfaatan pekarangan keluarga ini tidak harus yang memiliki lahan yang luas tapi bagaimana inovasi yang dilakukan. Sehingga lahan yang sempit pun bisa menjadi lahan untuk menanam sayur sayuran,” tambahnya.

WhatsApp Image 2023 02 20 at 12.09.21

Kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Sorawolio ini juga mendapat tanggapan positif Camat Sorawolio Muslimin. Ia menyampaikan apresiasi atas prakarsa dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan juga TP PKK yang telah berkomitmen dalam memberdayakan masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan. “Kita apresiasi dan tetap mendukung program ini, karena ini sangat positif karena melibatkan kaum ibu dalam memanfaatkan pekarangan,” kata MUslimin.

Rahma Saraswati Ryha, salah seorang penggiat Urban Farming juga menyampaikan apresiasi. Namun ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan ketahanan pangan. Sekaligus mendukung tatanan pembangunan daerah. Dari sisi pemenuhan gizi, Kolta Sehat, pencegahan stunting, pengendalian inflasi, penurunan angka kemiskinan. “Tentu kita berharap semua bisa kita wujudkan jika program ini bisa berjalan berkelanjutan,” kata Rahma.

WhatsApp Image 2023 02 20 at 12.14.06

Rahma menambahkan, salah satu kiat yang bisa mendukung keberlanjutan program ini minimal ada fasilitas pendukung seperti pengadaan rumah bibit. Hal ini dimaksudkan agar pasca panen perdana kegiatan penanaman terus dilakukan dengan bibit yang ada. (Din)

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Dalam Rangka Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2023, Pemerintah kota Baubau yang dikoordinir Dinas lingkungan Hidup yang menggandeng Bunda PAUD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau melalui bidang pembinaan PAUD, Peduli Ciptaan Indonesia dan Sukarelawan hijau Baubau menyelenggarakan lomba mewarnai untuk anak PAUD dan Taman Kanak Kanak se-Kota Baubau.

WhatsApp Image 2023 02 19 at 18.16.54

Kegiatan ini Mengangkat  tema ‘Bumi dan Manusia’ yang direncanakan berlangsung di baruga benteng keraton Buton Selasa 21 Februari pukul 07.00 hingga 10.00 wita.

Ketua Panitia Muhammad Yunan menuturkan, lomba ini menitikberatkan pada konsep dan tema lingkungan. “Lomba ini akan menargetkan 200 peserta yang berasal dari TK/PAUD juga umum usia TK dan PAUD. Sampai Sabtu siang sudah sekitar 120 peserta yang telah mendaftarkan diri,” kata Yunan Sabtu (18/2/2023).

Ia menambahkan, Pasca kegiatan lomba juga akan dilaksanakan sosialisasi Pengelolaan Sampah pada anak Usia dini serta orang tua dan Guru oleh Bunda PAUD Kota Baubau.

Setiap peserta lanjut anggota Kota Baubau Sehat itu wajib membawa peralatan mewarnai sendiri, serta dianjurkan membawa botol minum pribadi bukan sekali pakai (botol air mineral kemasan).

Disela sela kegiatan, Sukarelawan Hijau juga akan memberikan edukasi kepada peserta terkait pengelolaan sampah dan dampak penyalahgunaan sampah bagi kehidupan manusia. “Tujuannya, tak lain agar anak usia dini punya bekal  soal ilmu menjaga kelestarian lingkungan. Sebab Pengolahan sampah yang tidak sesuai akan menimbulkan banyak permasalahan, seperti banjir, tercemarnya lingkungan, dan penyebaran penyakit menular,”tambah Yunan lagi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Baubau Halfiah Hamiru menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Dalam rangka Hari Peduli Sampah ia berharap akan memberikan edukasi kepada semua kalangan, termasuk kalangan anak usia dini. “Lomba ini sangat baik untuk pembelajaran bagi anak anak. Karena nanti mereka akan diberikan edukasi dan pemahaman tentang bagaimana mengelola sampah. Salah satunya edukasi untuk tidak membuang sampah sembarangan,” kata Halfiah.

Sementara itu Bunda PAUD Kota Baubau Wa Ode Nursanti Monianse menilai, kepedulian akan pengelolaan sampah harus ditanamkan sejak dini. Apalagi kalangan anak anak yang masih dalam tahap pembinaan. Mental dan karakter harus dibekali dengan pemahaman. Salah satunya agar sejak dini bisa bijak mengelola sampah. “Dari usia dini mereka harus diberikan pembelajaran. Lomba mewarnai ini juga menjadi salah satu upaya untuk kita berikan kepada mereka. Paling tidak, anak anak kita edukasi untuk membuang sampah pada tempatnya. Juga disampaikan dampak negative dari sampah,” ujar Nursanti Monianse yang juga sebagai Ketua TP PKK Kota Baubau.

Lomba mewarnai ini juga menyiapkan reward kepada pemenang bagi juara I, II dan III berupa Tropi, sertifikat, uang pembinaan dan goodie bag. Selain itu setiap peserta yang ikut serta juga akan mendapatkan sertifikat dari panitia pelaksana. (Din)

BAUBAU,GAGASSULTRA – Pemerintah Kota Baubau saat ini tengah mempersiapkan Inovasi setiap kelurahan terutama dalam menghadapi persiapan penilaian Kota Sehat kategori Swasti Saba Wistara 2023. Masing masing kelurahan juga didorong untuk melahirkan satu kawasan yang akan dijadikan sebagai kampung tematik. Kampung tematik ini diharapkan akan menjadi ciri khas tersendiri yang membedakan dengan kelurahan lain.

ketua forum dan akselerasi

Dr. Dahrul Dahlan, ketua tim Akselerasi Kota Sehat Baubau mengatakan, kampung tematik ini akan menjadi indicator keseriusan dari setiap kelurahan dalam berpartisipasi dalam menghadapi penilaian Kota Sehat tahun 2023. “Inovasi ini diharapkan bisa dilahirkan dari tingkat kelurahan. Tentunya disana aka nada keterlibatan Pokja kelurahan sehat dan didampingi Forum Kecamatan Sehat. Semua sudah memiliki tugas yang juga akan berkoordinasi dengan forum Kota Baubau sehat,”katanya.

Untuk membantu upaya ini, setiap OPD juga akan diberi tugas sesuai tatanan yang disesuaikan dengan bidang tugas. “Semua OPD akan mendapat porsi tugas untuk mendampingi dalam hal pembinaan. Juga bisa dialokasikan dana dari masing masing OPD jika sesuai dengan program yang ada di masing masing OPD.” Tambah Dahrul.

kota sehat 2

Ketua Forum Kota Baubau sehat H.Masri menyampaikan harapan, mulai dari Forum, OPD, Forum kecamatan dan Pokja kelurahan sehat sudah harus merencanakan persiapan. Mulai dari dokumen kelembagaan hingga aksi nyata yang dilakukan di lapangan. “Semua butuh kerjasama dan koordinasi yang baik. Mulai dari dokumen kelembagaan sampai pembenahan obyek tatanan. Setelah itu kita akan memiliki obyek yang akan dinilai. Nanti tim penilai akan memilih lokasi mana yang akan dikunjungi. Jadi kita harus siap semua,” ujar H Masri.

Selain penataan lingkungan dalam melahirkan kampung tematik, penilaian Kota sehat juga dibutuhkan perbaikan kualitas kesehatan masyarakat. Hal ini dikawal langsung Dinas Kesehatan Kota Baubau.

Yuslina, SKM, kepala bidang Pengedalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Baubau mengatakan, yang menjadi focus perhatian adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Berdasarkan pemetaan Data DBD tiga tahun terakhir terdapat beberapa titik kerawanan DBD berdasarkan wilayah Kerja Puskesmas. “Kondisi ini menjadi salah satu bagian dari dukungan dalam mewujudkan Kota Sehat,” ujarnya.

kota sehat 3

Hal yang sama disampaikan Nasrudin, salah seorang pengurus Forum Kota Sehat Baubau. Ia menilai factor utama yang terpenting bukan saja masalah fisik dan penataan lingkungan. Namun kondisi kesehatan masyarakat juga dibutuhkan. “Apalah artinya penataan lingkungan dan inovasi jika derajat kesehatan masyarakat menurun,” tegas Nasrudin. (Din)

BAUBAU,GAGASSULTRA.COM - Guna memantapkan koordinasi dan komitmen dalam rangka menuju Kota sehat tahun 2023, pemerintah Kota Baubau kembali menggelar Rapat Koordinasi yang berlangsung di Aula PO-5 Bappeda Kota Baubau Jumat (17/2/2023).

20230217 155639

 
Rapat dikoordinir Bappeda Kota Baubau dan Dinas kesehatan dan mendapat dukungan dari seluruh OPD lingkup pemerintah Kota Baubau. Selain itu juga melibatkan beberapa organisasi salah satunya TP PKK. 
 
Plh Kepala Bappeda Kota Baubau Dr. Dahrul Dahlan saat memimpin rapat koordinasi menegaskan, dalam waktu dekat akan ada penilaian dokumen untuk persiapan Swasti Saba Wistara tahun 2023. "Salah satu yang dipersiapkan pasca rapat ini selain dokumen, juga terkait dengan persiapan kampung tematik di masing masing kelurahan," katanya.
20230217 155442
 
Kampung tematik akan dikawal dan didampingi oleh setiap OPD yang telah diberi tanggung jawab. "OPD tinggal menyesuaikan alokasi anggaran dan dalam tahap persiapannya akan dilakukan koordinasi agar dapat mencapai sasaran yang dipenuhi. Termasuk data dari OPD juga sangat diharapkan," tambah Dahrul.
 
Sementara itu, ketua forum Kota Baubau sehat H.Masri mengatakan, dalam persiapan menuju Wistara tahun 2023 butuh kerjasama dan komitmen dari seluruh elemen di daerah.
 
"Forum Kota sehat tetap melakukan pendampingan dalam pembinaan. Tapi keterlibatan semua elemen mulai dari OPD hingga masyarakat juga sangat diharapkan," kata H Masri yang juga anggota DPRD Kota Baubau.
 
Menurut H. Masri, target perampungan dokumen diperkirakan pada April 2023. Setelah itu persiapan lainnya juga harus dilakukan. Karena ketika tim penilai melakukan penilaian, akan menyesuaikan dengan data yang dikirimkan.
 
"Jadi harus dimaksimalkan semua potensi di 43 kelurahan. Semua dibagi habis tanggung jawabnya khususnya OPD yang juga disesuaikan dengan tatanan yang menjadi obyek penilaian," harap H Masri.
 
Nasrudin, salah seorang pengurus Forum Kota Baubau Sehat juga mengapresiasi komitmen dalam menghadapi Penilaian Wistara tahun 2023. Namun, sebelum melaksanakan kegiatan lapangan, ia mengharapkan semua SK baik tim akselerasi, forum maupun pokja juga sudah harus rampung. "Semua dokumen harus lebih awal dipersiapkan, agar bisa dilakukan percepatan. Selama ini banyak kendala termasuk kelengkapan dokumen, juga pemetaan inovasi segera dilakukan," tegas Nasrudin. (Din)
 

BAUBAU,GAGASSULTRA.COM – Prestasi akademik bukan satu satunya indicator keberhasilan belajar bagi para siswa. Banyak hal yang juga sangat dibutuhkan dalam menopang keberhasilan. Selain akademik, psiokologis, moral dan karakter sangat memegang peran penting dalam menunjang prestasi akademik.

WhatsApp Image 2023 02 17 at 12.15.59 1

Demikian disampaikan Drs. Masruhin salah saeorang Tenaga Pengajar di Kota Baubau. Guru Pendidikan Agama Islam SMAN 3 Baubau ini mengatakan, para siswa harus dibekali dengan pendidikan karakter dan moril. “Kurikulum merdeka saat ini mengisyaratkan agar siswa tidak hanya difokuskan pada prestasi akademik. Namun non akademik ternyata menjadi hal yang sangat penting. Apalagi saat ini generasi sedang diperhadapkan dengan modernisasi. Ini harus dikawal agar mereka tidak terjerumus pada hal hal yang melanggar etika,” kata Masruhin.

Saat ini tambah Masruhin, khusus di tempat tugasnya di SMAN 3 Baubau, kelas X tengah mengikuti program Projek III yang menjadi tuntutan kurikulum. Para siswa diajak belajat outdoor dan diperkenalkan dengan berbagai bentuk kegiatan yang tidak pernah ditemukan dalam kegiatan belajar dalam kelas.

“Kita buat situasi belajar yang berbeda, tetapi tetap pada focus bagaimana para siswa bisa berkembang baik dari sisi akademik maupun non akademik,” tambahnya.

WhatsApp Image 2023 02 17 at 12.15.59

Fariz, salah seorang siswa peserta projek mengaku senang dengan kegiatan belajar seperti ini. Selain menghilangkan kejenuhan dalam kelas, juga bisa menyalurkan bakat yang dimiliki. “Saya bertugas di bidang dokumentasi. Ditugaskan khusus untuk merekam semua keigatan yang kami lakukan selama projek. Tapi menyesuaikan dengan kemampuan juga,” katanya.

Kepala SMAN 3 Baubau Sitti Yuliana, S.Pd, M.Pd menyampaikan apresiasi atas kegiatan projek ini. Selain menjadi bagian dari tuntutan kurikulum, juga bisa menambah semangat para siswa untuk berkreasi dan berinovasi. “Sebelumnya sudah pernah ada Projek I yaitu Bangunlah Jiwa dan raganya dengan memilih topic Jurnalis, kedua tentang Pemanfaatan Pekarangan dan ketiga ini temanya Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Yuliana.

Di akhir kegiatan, akan dilaksanakan gelar karya yang akan menampilkan semua kreasi siswa peserta projek III.(Din)

Pencarian