Super User

Super User

KENDARI, GAGASSULTRA.COM - Langkah politik LM.Sumarlin pasca pencalonannya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di Kabupaten Buton memasuki babak baru. Pria yang biasa disapa Pak Marlin ini mantapkan hati bergabung di Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) untuk karir politiknya.

Sebagai bentuk keseriusannya bergabung dengan Partai Hanura, Sumarlin masuk dan mendaftar sebagai salah satu calon Ketua DPC Hanura Kabupaten Buton dan langsung mengikuti Fit dan Propertest yang dilaksanakan DPD Partai Hanura Sultra di salah satu hotel di Kota Kendari.

Datang sebagai peserta terakhir, langsung diterima oleh tim penguji yang dipimpin langsung Ketua DPD Partai Hanura Sultra, H.Fajar Ishak Daeng Jaya yang disaksikan langsung Koordinator Wilayah (Korwil) IX DPP Partai Hanura yang membawahi Sulsel,Sulbar dan Sultra, Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Adeni Muhan Dg Pabali, MM.

Bergabungnya, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Buton ini mendapat sambutan dari Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), H.Fajar Ishak Daeng Jaya.

“Bergabungnya saudara LM Sumarlin menjadi salah satu energi baru untuk membesarkan dan manggaungkan partai Hanura di Sultra,”kata Fajar di sela-sela acara fit and propertest calon Ketua DPC Hanura di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (15/01/2026).

Untuk itu, kata Fajar dengan tagline Partai Hanura saat ‘Daerah Berdaya, Indonesia Sejahtera’ mengajak semua komponen masyarakat untuk menyatukan langkah untuk membangun daerah maka Partai Hanura sangat terbuka.

“Ini menunjukkan Partai Hanura sangat terbuka, terbukti komposisi peserta tidak hanya diisi kader partai tapi menarik sejumlah tokoh-tokoh di luar partai. Bahkan, ada yang baru bergabung karena ketertarikannya pada Hanura,”jelasnya.

Sementara itu, Sumarlin usai mengikuti rangkaian fit and propertest mengaku sangat antusias bergabung dan siap membesarkan partai karena merasa sevisi untuk membangun daerah.

“Saya menghormati dan menghargai karena Partai Hanura menerima dengan tangan terbuka, sehingga kedepannya akan bersama-sama membesarkan partai ini bisa berbicara banyak di kancah politik di Sultra khususnya untuk kesejahteraan bersama,”tegasnya. (Rin/Red)

 

 

 

 

 

 

KENDARI, GAGASSULTRA.COM - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bagi para calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Kegiatan ini digelar di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (15/01/2026).

Ketua DPD Partai Hanura Sultra, H. Fajar Ishak Daeng Jaya kepada sejumlah wartawan di sela-sela kegiatan mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini menjadi ajang seleksi figur calon pemimpin partai di tingkat kabupaten/kota.

Untuk itu, kata Fajar dengan tagline Partai Hanura saat ‘Daerah Berdaya, Indonesia Sejahtera’ mengajak semua komponen masyarakat untuk menyatukan langkah untuk membangun daerah maka Partai Hanura sangat terbuka.

Ketua DPD Partai Hanura Sultra, H.Fajar Ishak Daeng Jaya bersama Korwil IX DPP Partai Hanura, Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Adeni Muhan Dg Pabali, MM

 Terbukti komposisi peserta tidak hanya diisi kader partai tapi menarik sejumlah tokoh-tokoh di luar partai. Bahkan, ada yang baru bergabung karena ketertarikannya pada Hanura,”jelasnya.

Dikatakan, teknis pelaksanaan uji kelayakan ini dibagi dalam dua zona. Pertama zona wilayah daratan yang dipusatkan di Kota Kendari sebanyak 12 DPC. Sedangkan, di wilayah kepulauan akan dipusatkan di Kota Baubau.

“Jadi di Kota Kendari ini kita lakukan fit calon ketua untuk 12 DPC sedangkan di Kota Baubau sebanyak 5 DPC. Totalnya sebanyak 17 DPC Kabupaten/Kota,"kata Fajar.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) IX DPP Partai Hanura yang membawahi Sulsel,Sulbar dan Sultra, Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Adeni Muhan Dg Pabali, MM, menjelaskan pentingnya tahapan seleksi kepemimpinan partai di tingkat daerah sebagai langkah strategis organisasi.

Untuk itu, pihaknya memberikan apresiasi kepada Ketua DPD Sultra yang menyelenggarakan kegiatan fit and proper test ini. Hal ini diperlukan untuk menyaring figur-figur yang handal dan memiliki rekam jejak (track record) yang baik untuk memimpin.

“DPC ini sangat penting dalam rangka mengawaki dan sebagai lokomotif di daerah untuk kepentingan jangka panjang. Diperlukan orang-orang yang handal,” tegasnya.

Pantauan media ini, sebanyak 12 DPC secara bergantian dipanggil oleh tim seleksi dari partai untuk melakukan wawancara. (Rin/Red)

 

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Wali Kota Baubau H Yusran Rahim, SE melantik i La Ode Darussalam, S.Sos, M.Si sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau definitif. Setelah sebelumnya selama 35 bulan 13 hari dan 6 orang Pj Sekda Kota Baubau yang silih berganti. 

Pelantikan Sekda Kota Baubau La Ode Darussalam, S.Sos, M.Si dilaksanakan di aula Kantor Wali Kota Baubau Palagimata pada Rabu (14/01/2026) dan turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Si, Wakil Ketua DPRD Kota Baubau Adriansyah Farmin, ST, Forkompinda, Pejabat Eselon II, III, IV lingkup Pemkot Baubau.

Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE dalam sambutannya pada pelantikan dan pengambilan Sumpah Jabatan Sekretaris Daerah Kota Baubau Tahun 2026 menekankan beberapa poin penting untuk ditindaklanjuti Sekda Kota Baubau La Ode Darussalam yaitu terkait dengan akselerasi program maka segera melakukan percepatan terhadap target-target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan memastikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berjalan dalam harmoni yang sama.

Kemudian terkait dengan disiplin dan integritas sebagai pimpinan tertinggi birokrasi Aparatur Sipil Negara, Sekda harus menjadi teladan dalam kedisiplinan dan menjaga integritas moral. Selain itu, di era digital saat ini, Sekda mampu mendorong digitalisasi birokrasi agar pelayanan publik di Kota Baubau menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.

”Saya mengucapkan selamat atas amanah baru ini. Penunjukan saudara telah melalui proses pertimbangan yang matang, rekam jejak yang teruji, serta evaluasi kompetensi yang ketat,”katanya.

Dijelaskan, seluruh proses pengisian jabatan Sekda telah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk melalui konsultasi dengan Gubernur Sulawesi Tenggara.

“Pelantikan hari ini telah kami konsultasikan kepada Bapak Gubernur, sehingga seluruh proses dan tahapan pengisian Sekda Kota Baubau dijalankan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Kepada seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Kota Baubau, orang nomor satu di Kota Baubau ini meminta untuk memberikan dukungan penuh kepada sekretaris daerah yang baru.

”Hilangkan ego sektoral. Mari kita bekerja sebagai satu tim yang solid untuk mewujudkan Baubau yang lebih maju dan sejahtera,”ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kota Baubau La Ode Darussalam menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah sesuai harapan Wali Kota, dengan memperkuat kerja sama lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

“Seperti harapan Pak Wali Kota, kami akan kerja bersama seluruh OPD untuk mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kota Baubau,” ujarnya.

Dikatakan, prioritas utama pasca pelantikan adalah percepatan penataan OPD yang mengalami penggabungan (merger).

“Kita memiliki lima OPD yang dimerger. Ini menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan pengisian jabatan, gaji, tunjangan, dan administrasi kepegawaian lainnya,” jelas Darussalam. (Rin/Red)

 

BUSEL,GAGASSULTRA.COM – Bupati Buton Selatan (Busel), H.Muhammad Adios melakukan penyegaran dan rotasi pejabat pimpinan Pratama (Eselon II). Acara pelantikan tersebut dilaksanakan di Gedung Lamaindo, Batauga, Senin (12/01/2026).

Rotasi jabatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Peraturan Bupati Buton Selatan Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Kebijakan ini juga mengacu pada surat Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait rekomendasi uji kompetensi serta hasil evaluasi kinerja pejabat pimpinan tinggi pratama di Kabupaten Buton Selatan.

Surat rekomendasi BKN tersebut masing-masing bernomor 01822/RAK.02.03/SD/F/2016 dan 02182/RAK.02.03/SD/F/2026 untuk uji kompetensi, serta 01278/RAK.02.03/SD/F/2026 dan 02176/RAK.02.03/SD/F/2026 untuk evaluasi kinerja.

Pada kesempatan tersebut, Muhammad Adios menegaskan, rotasi jabatan merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi serta peningkatan kinerja pemerintahan daerah. Untuk itu, pengangkatan dan pemberhentian pejabat dilakukan secara objektif berdasarkan hasil uji kompetensi dan evaluasi kinerja.

“Rotasi ini diharapkan dapat memperkuat kinerja perangkat daerah, meningkatkan profesionalisme ASN, serta mendorong pelayanan publik yang lebih optimal,” kata orang nomor satu di Busel ini.

Adapun pejabat yang mengalami rotasi jabatan antara lain: Zainal, dari Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Buton Selatan menjadi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Kaimudin, dari Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Buton Selatan.

 La Ode Firman Hamza, dari Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia menjadi Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.

La Ode Hikmah Oto, dari Staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik menjadi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

La Ode Asri, dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menjadi Staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.

La Ode Muhamad Idris, dari Kepala Dinas Pertanian menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan.

La Hadin, dari Kepala Dinas Pendidikan menjadi Kepala Dinas Pertanian.

La Kaali, dari Kepala Dinas Perikanan menjadi Staf Ahli Bupati bidang Kemasyarakatan dan SDM.

La Ode Karman, dari Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah menjadi Kepala Badan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

La Asari, dari Kepala Badan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menjadi Kepala Dinas Sosial.

La Salimu, dari Kepala Dinas Sosial menjadi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.

Maderuddin, dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga menjadi Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Amir Sarlito Womal, dari Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah menjadi Kepala Dinas Budaya.

La Haerudin, dari Kepala Dinas Budaya menjadi Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah.

Hasriyadi, dari Kepala Dinas Kesehatan menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Selain itu, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih dipimpin oleh pejabat pelaksana tugas (Plt), di antaranya 

Dr. Ahmad Maulana sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan, Ahmad Jamaluddin sebagai Plt Kepala BKPSDM, Iwan Kurniawan sebagai Plt Kepala Dinas PUPR, Asmin Joko sebagai Plt Kepala BKAD, La Barihu sebagai Plt Kepala Dinas Pendidikan, Dr. Sarni sebagai Plt Direktur UPTD RSUD Gajah Mada Buton Selatan.

"Rotasi dan penunjukan Plt ini mampu menjaga kesinambungan program pembangunan serta meningkatkan efektifitas pelayanan kepada masyarakat,"kata Adios.(Rin/Red)

KENDARI,GAGASSULTRA.COM- Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) menggelar Rapat Kerja (Raker) kepengurusan periode 2025–2030 , Kamis, (08/01/2025) bertempat di Sekretariat JATMAN Yayasan Djunaid Al Qadri, Desa Pombulaa Jaya, Kecamatan Konda, Konawe Selatan.

Kegiatan Raker ini menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah kebijakan, program kerja, serta penguatan konsolidasi organisasi JATMAN untuk lima tahun ke depan. 

Kegiatan dibuka resmi oleh Syekh Junaid Ar Risalah Al Asror, Mursyid Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN), yang juga menjabat sebagai Wakil Rois Ifadiyah sekaligus tuan rumah kegiatan.

Dalam sambutannya, Syekh Junaid Ar Risalah Al Asror menekankan pentingnya seluruh jajaran pengurus untuk senantiasa menjaga marwah JATMAN sebagai organisasi jam’iyyah thariqah yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.

 Ia juga mengingatkan agar kekompakan dan ukhuwah di antara pengurus terus dirawat demi keberlangsungan dan kekuatan organisasi.

“Mari kita jaga kekompakan dan ukhuwah untuk membangun kekuatan organisasi dan bisa bermanfaat untuk seluruh masyarakat,”ungkapnya.

Sedangkan, Rois Mustafad JATMAN, K.H. M. Chozin, S.Pd.I arahannya menyampaikan apresiasi atas kerja keras panitia pelaksana Raker serta menegaskan kembali pentingnya solidaritas dan sinergi antar struktur kepengurusan dalam menjalankan amanah organisasi.

Selanjutnya, rangkaian raker langsung diserahkan kepada tiga pimpinan sidang yang terdiri dari Mudir Idaroh Wustho , Wakil Mudir, serta Anggota Mudir mengambil tempat dan secara resmi membuka sidang Rapat Kerja.

Dalam proses pelaksanaan raker berjalan dengan dinamis sehingga berhasil menetapkan rangkaian program kerja yang disepakati seluruh pengurus.

Melalui Rapat Kerja ini, JATMAN diharapkan mampu menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang memperkuat peran jam’iyyah thariqah dalam pembinaan spiritual umat, penguatan akhlak, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Raker JATMAN ini turut dihadiri oleh jajaran Dewan Mustafad dan Ifadiyah, di antaranya K.H. Rudi Hartono, K.H. Nurkholis Khudlori, dan Kyai Marzuki. Selain itu, hadir pula jajaran pengurus Imdadiyah dari masing-masing lajnah yang siap memberikan kontribusi pemikiran dan gagasan dalam perumusan program kerja organisasi.(Rin/Red)

 

 

 

Oleh: Rahmawati Azi (Korpres FORHATI SULTRA, Koord. Lajnah Wathonah JATMAN Sultra)

Dalam tasawuf, krisis ekologis dipahami bukan sekadar sebagai kerusakan lingkungan, melainkan sebagai krisis relasi dan kesadaran manusia. Alam rusak ketika manusia memutus hubungan etis dengannya. Karen J. Warren, dalam diskusi ekofeminisme, menyebut akar persoalan ini sebagai logic of domination, cara berpikir yang membenarkan penguasaan, eksploitasi, dan hierarki, baik terhadap perempuan maupun terhadap alam.

Di tengah krisis tersebut, kolaborasi lintas organisasi seperti FORHATI Sultra, JATMAN Sultra, LESBUMI NU, MWCNU Kecamatan Ranomeeto, dan KOHATI menghadirkan jalan alternatif: kerja sama berbasis perawatan, bukan dominasi. Kerja bersama ini bukan semata koordinasi kelembagaan, melainkan praktik spiritual kolektif untuk membangun etika relasional sebagaimana ditekankan Karen J. Warren, etika yang memandang alam sebagai mitra moral, bukan objek yang boleh dieksploitasi.

Tasawuf mengajarkan bahwa manusia adalah khalifah yang bertugas menjaga keseimbangan ciptaan. Dalam bahasa Warren, tugas ini menuntut pembongkaran cara berpikir hierarkis yang memisahkan manusia dari alam dan menempatkan sebagian kelompok sebagai superior. Ketika FORHATI dan KOHATI menghadirkan perspektif perempuan dalam agenda ekologis, mereka membuka thinking space kolektif, ruang kesadaran kritis yang selama ini tertutup oleh narasi pembangunan eksploitatif.

JATMAN Sultra menghadirkan dimensi spiritual yang menegaskan bahwa alam adalah tanda-tanda Tuhan yang hidup, sehingga merusaknya berarti mengkhianati amanah kehadiran manusia di bumi. LESBUMI NU, melalui pendekatan budaya dan seni, menghidupkan kembali hubungan emosional manusia dengan alam, hubungan yang dalam tasawuf disebut mahabbah, dan dalam ekofeminisme Warren dipahami sebagai relasi non-dominatif. MWCNU Kecamatan Ranomeeto memastikan bahwa kesadaran ini berakar kuat di tingkat komunitas dan tidak berhenti sebagai wacana elite.

Komitmen etis tersebut kemudian menemukan bentuk konkretnya dalam Gerakan Sejuta Pohon. Gerakan ini bukan hanya aksi ekologis, tetapi juga simbol spiritual dan komitmen serta upaya nyata perawatan dan pemeliharaan. Menanam pohon adalah tindakan merawat kehidupan secara perlahan, sabar, dan berjangka panjang, nilai yang sejalan dengan etika ekofeminis Karen J. Warren dan ajaran tasawuf tentang kesungguhan dalam menjaga amanah. Pohon menjadi simbol perlawanan terhadap logika instan kapitalisme yang ingin hasil cepat tanpa memikirkan keberlanjutan.

Dalam Gerakan Sejuta Pohon, perempuan dan laki-laki bekerja berdampingan, senior dan yunior saling melengkapi. Inilah praktik nyata penolakan terhadap logic of domination. Tidak ada pihak yang lebih tinggi, tidak ada peran yang lebih mulia; yang ada hanyalah tanggung jawab bersama untuk menjaga kehidupan. Setiap pohon yang ditanam adalah kesaksian bahwa relasi manusia dan alam bisa dibangun atas dasar cinta, bukan penaklukan.

Ekofeminisme lintas organisasi yang dipraktikkan melalui Gerakan Sejuta Pohon menunjukkan bahwa merawat alam adalah praktik spiritual kolektif yang berdampak secara sosial. Dalam tasawuf, ini adalah bagian dari penyucian diri dari keserakahan dan kesombongan. Dalam teori Karen J. Warren, ini adalah pembongkaran cara berpikir dominatif dan pembangunan etika relasional. Keduanya bertemu pada satu tujuan: menjaga bumi sebagai ruang kehidupan yang adil, lestari, dan penuh kasih.

Dengan demikian, Gerakan Sejuta Pohon dapat dipahami sebagai praksis ekofeminisme lintas generasi dan gender: sebuah pengalaman belajar kolektif yang hidup dan mentransmisikan nilai kepedulian ekologis dari satu generasi ke generasi lain, sambil menegaskan bahwa kerja merawat bumi bukan kodrat eksklusif perempuan, melainkan tanggung jawab etis seluruh umat manusia. Di titik inilah tasawuf dan ekofeminisme bertemu, keduanya mengafirmasi bahwa keadilan ekologis hanya akan terwujud ketika relasi manusia-alam, laki-laki-perempuan, dan masa kini-masa depan, dibangun di atas cinta, melampaui logika binner menuju logika double coding, dengan demikian, secara aksiologis menuju harmoni dan keberlanjutan.(***)

 

 

 

Prof.Aris Badara : Jadikan FKO Wadah Aktualisasi Diri, Ide dan Inovasi

KENDARI,GAGASSULTRA.COM-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra), Prof.Aris Badara mengukuhkan pengurus Forum Komunikasi OSIS (FKO) SMA/SMK se Kota Kendari. Pengukuhan ini digelar di Aula Disdikbud Sultra, Rabu (07/01/2026).

Kadis Disdikbud Sultra, Prof.Aris Badara usai melantik pengurus mengatakan, pihaknya merasa bangga dengan terbentuknya FKO SMA/SMK. Untuk itu, pengukuhan ini bukan kegiatan pertama dan terakhir sehingga dukungan semua pihak termasuk Kepala Sekolah mendukung dan mengarahkan sehingga organisasi ini bisa berjalan dengan baik.

“Kita berharap nanti bapak ibu kepala sekolah mendukung, sehingga menjadi sebuah wadah bagi pengurus untuk bisa mengaktualisasikan diri, ide dan inovasi,”jelasnya.

Dikatakan, pada hari ini yang dilantik ini anak-anak adalah generasi gen z dan Alfa tentu tantangannya berbeda. Untuk tingkat SMA akan menghadapi dunia akademik perguruan tinggi, sedangkan SMK akan menghadapi dunia kerja.

“Tantangannya sangat berat sekali ke depan, baik yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi maupun yang SMK akan memasuki dunia kerja sehingga persiapan kompetitif secara global,”jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, salah satu kebiasaan anak hebat adalah masuk berorganisasi atau bermasyarakat. Untuk itu, dengan organisasi FKO ini harus dimanfaatkan dengan baik sehingga bisa membentuk karakter siswa. 

“Istilahnya kalau tentara dijadikan Candradimuka untuk membentuk karakter dan mengambil manfaatkan anak-anak kita untuk mengaktualisasikan diri,”tambahnya.

Sementara itu, Ketua FKO SMA/SMK se Kota Kendari periode 2025-2026, Takmirulhaq Jayani pada kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya berkomitmen FKO menjalankan tugas dan tanggungjawab serta siap mengkomunikasikan semua osis yang ada di Kota Kendari.

“Seluruh pengurus aktif berkontribusi dalam menciptakan program-program yang positif inovatif dan bermanfaat bagi pelajar guna untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sulawesi Tenggara,”tegasnya.

Kegiatan pengukuhan ini dihadiri kepala bidang Disdikbud Sultra, Kepala Sekolah se Kota Kendari dan pengurus FKO SMA/SMK se Kota Kendari periode 2025-2026. (Rin/Red)

 

 

BAUBAU,GAGASSULTRA.COM-Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE secara melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih Kota Baubau di Kelurahan Lakologou Kecamatan Kokalukuna, Senin (05/01/2026). 

Hal ini menjadi penanda dimulainya pembangunan koperasi berbasis kelurahan yang ditargetkan hadir di seluruh wilayah Kota Baubau.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE memberikan apresiasi atas peletakan batu pertama (ground breaking) gerai koperasi kelurahan merah putih di kelurahan merah putih yakni Kelurahan Lakologou. 

“Gerai Koperasi Merah Putih Lakologou merupakan yang pertama di Kota Baubau dari lima lokasi yang telah disiapkan oleh Pemkot Baubau,”ungkapnya.

Dikatakan, Pemerintah Kota Baubau sangat mendukung pembangunan gerai koperasi merah putih, terlebih lagi ini adalah program strategis nasional dari Presiden RI Prabowo Subianto.

”Saya mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung pembangunan koperasi merah putih, terkhusus kepada Komandan Kodim 1413 Buton.Dan koperasi merah putih akan menjadi wadah gotong royong untuk membangun ekonomi yang berkelanjutan di Kota Baubau,”ujarnya.

Untuk itu, H Yusran Fahim berharap dengan hadirnya gerai koperasi merah putih dapat segera dimanfaatkan. Apalagi, Kelurahan Lakologou mempunyai posisi yang sangat strategis dalam rangka mengembangkan ekonomi lokal.

Groundbreaking ini dilakukan Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE bersama Dandim 1413 Buton, Letkol Inf Arif Nofiyanto .Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc, Kadis Koperasi dan UKM Kota Baubau Aliman, SE, Camat Kokalukuna, Danramil Wolio, perwakilan Kapolsek Kokalukuna, Lurah Lakologou, Kepala UPTD Sarana Prasarana Kepulauan Dinas Perhubungan Provinsi Sultra beserta jajarannya.(Rin/Red)

 

KENDARI,GAGASSULTRA.COM-Memasuki tahun anggaran 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) memaparkan program strategis kegiatan. Hal ini disampaikan, Kadis Dikbud Sultra, Prof. Aris Badara kepada sejumlah wartawan di Aula Kantor Disdikbud Sultra, Senin (05/01/2026).

Dalam paparannya, Aris Badara didampingi sejumlah kepala bidangnya menyatakan, dalam program strategis Disdikbud Sultra dalam pengelolaan keuangan tahun 2025 menunjukan kemajuan. Apalagi, dari segi jumlah anggaran Disdikbud Sultra dipercayakan mengelola jumlah yang besar dibandingkan dengan OPD lain.

“Untuk pengelolaan kegiatan dari sisi keuangan dan program kerja cukup menggembirakan. Hal ini tidak lepas dari kerja sama seluruh tim dan bidang yang ada sesuai dengan arahan Bapak Gubernur,”ungkapnya mengawali pemaparan.

Dalam program strategis tahun ini, salah satunya pembangunan sekolah Garuda dengan sumber anggaran revitalisasi dari pemerintah pusat. Bahkan, Sultra mendapatkan kepercayaan dengan mendapatkan anggaran terbesar kedua setelah Provinsi Jawa Barat (Jabar) untuk mendukung program strategis nasional khususnya pembangunan sekolah Garuda.

“Alhamdulillah kita mendapatkan anggaran terbesar kedua setelah Jabar. Hal ini tidaklah mudah karena saingan kita sangat banyak yang memasukan proposal,”ungkapnya.

Selanjutnya, untuk SMK di Sultra, sesuai visi global Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menyiapkan alumninya agar bisa bersaing di dunia kerja internasional dan global. Baik dari sisi kualitas dan kuantitas sehingga semua fasilitas pendukung akan disiapkan sejak awal.

“Saat ini kita siapkan optimalisasi SMK menjadi Badan usaha layanan daerah (BLUD) sehingga dalam pelaksanaan kegiatan Bisa dilakukan secara mandiri. Dan ini sudah dalam proses penguatan,”jelasnya.

Selain itu, sejumlah SMK di Sultra juga sudah mendukung program strategis lainnya yakni sebagai pemasok MBG. Dan tercatat sebanyak 70 SMK yang sudah melaksanakan itu sesuai dengan bidangnya.

“Saat ini kita sedang membuat website satu data khusus MBG, sehingga data yang dibutuhkan, mulai data pendukung, data penerima manfaat serta kebutuhan lain yang dibutuhkan,”ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut juga, Prof.Aris menyatakan di hari pertama masuk sekolah diharapkan proses belajar mengajar berjalan dengan baik. Bahkan, untuk memberikan motivasi kepada guru, Kadisdikbud Sultra menjadi inspektur upacara di salah satu sekolah di Kota Kendari.

Usai melaksanakan konpres, Kadis Dikbud Sultra, Prof. Aris Badara melaksanakan rapat koordinasi bersama KCD, Kepala Sekolah SMA,SMK,SLB se Sulawesi Tenggara. Dalam rakor tersebut, menekankan penggunaan dana bos yang akuntabel, transparan dan akuntabel. (Rin/Red)

 

TANNGERANG,GAGASSULTRA.COM– Madani Lifeschool (MILES) Tangerang menggelar kegiatan Open House Pendidikan yang dikemas dalam bentuk webinar, Minggu, (04/01/2026) melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh para orang tua, pemerhati pendidikan, serta calon peserta didik yang ingin mengenal lebih dekat konsep pendidikan di Madani Lifeschool.

Mengusung tema “Mensinergikan Ilmu dari Sekolah dengan Kehidupan Nyata: Peran Orang Tua dalam Membentuk Pembelajar Sejati”, kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan proses belajar yang bermakna dan kontekstual bagi anak.

Acara dibuka secara resmi dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan Kepala PKBM Madani HEbAT, Bapak Ruruh Chandra Pasha. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pendidikan alternatif yang berpihak pada fitrah anak, menumbuhkan karakter, serta membekali peserta didik dengan kecakapan hidup yang relevan dengan tantangan zaman.

Agenda utama diisi dengan pemaparan materi oleh Bunda Febi Robianti, S.Pd., PG.Dip, selaku Direktur SA Soga Lifeschool Bekasi dan Konsultan Pendidikan di MILES. Dalam paparannya, Bunda Febi menjelaskan konsep pembelajaran berbasis kehidupan nyata yang diterapkan di Madani Lifeschool, mulai dari kurikulum personal, pembelajaran berbasis proyek, hingga penguatan peran orang tua sebagai mitra utama pendidikan.

“Anak tidak hanya belajar untuk mengetahui, tetapi belajar untuk hidup. Di sinilah peran orang tua dan sekolah harus saling bersinergi,” ungkap Bunda Febi di hadapan para peserta.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan pengalaman seputar pendampingan belajar anak di rumah. Suasana semakin hidup dengan testimoni dari orang tua dan siswa MILES, yang membagikan pengalaman nyata mereka mengikuti pembelajaran di Madani Lifeschool Tangerang.

Melalui kegiatan open house ini, Madani Lifeschool Tangerang berharap masyarakat semakin memahami pendekatan pendidikan yang holistik, berorientasi pada karakter, serta mengintegrasikan ilmu dengan praktik kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang pengenalan program unggulan MILES kepada publik luas.(Rin/Red)

Pencarian