
KENDARI, GAGASSULTRA.COM - Musyawarah Cabang (Muscab) IV serentak Partai Hanura SE Sulawesi Tenggara (Sultra) di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (05/02/2026) menelorkan ketua terpilih di Kabupaten/Kota. Salah satunya DPC Kabupaten Buton.
Dalam Muscab tersebut, DPP Hanura menunjuk LM Sumarlin sebagai Ketua DPC Hanura Kabupaten Buton periode 2025 - 2030 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor A/049/DPP-HANURA/II/2026, Tanggal 03 Februari 2026 bersamaan dengan 15 DPC Kabupaten/Kota di Sultra.
Terpilihnya LM Sumarlin sebagai Ketua DPC Hanura berawal dari tekadnya untuk mengambil bagian dalam membangun Kabupaten Buton. Untuk itu, paska pengumuman pendaftaran calon Ketua DPC Kabupaten Buton beberapa waktu lalu oleh DPD Hanura Sultra, maka dengan jiwa besar langsung mendaftar dan mengikuti fit and propertest.
“Saya siap mengibarkan dan menyebarluaskan panji-panji Partai Hanura di seluruh pelosok wilayah Kabupaten Buton,”kata Sumarlin usai menerima bendera pataka partai yang diserahkan Korwil IX DPP Hanura,yang membawahi Sulsel,Sulbar dan Sultra, Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Adeni Muhan Dg Pabali, MM.
Selanjutnya, Ketua DPC Hanura Kabupaten Buton yang juga didaulat sebagai ketua formatur diberi tugas untuk menyusun kepengurusan partai hingga ke ranting.
“Kita sepakati satu Minggu untuk pembentukan kepengurusan partai sehingga bisa komplit semuanya,”kata Ketua DPD Partai Hanura Sultra, Fajar Ishak Daeng Jaya sekaligus ketua sidang.
Sumarlin usai menerima tanggung jawab sebagai Ketua DPC Hanura Buton mengaku sangat antusias bergabung dan siap membesarkan partai karena merasa sevisi untuk membangun daerah.
“Saya menghormati dan menghargai karena Partai Hanura menerima dengan tangan terbuka, sehingga kedepannya akan bersama-sama membesarkan partai dana menjadikan Sultra sebagai lumbung suara partai,”tegasnya. (Rin/Red)
- 15 DPC Hanura Kabupaten/Kota disetujui DPP
KENDARI, GAGASSULTRA.COM - Noor Gemilang Siradja reami menahkodai Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kota Baubau periode 2025-2030. Terpilihnya Gilang sapaan akrabnya dilakukan melalui Musyawarah Cabang (Muscab) IV serentak di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (05/02/2026).
Dalam proses pelaksanaan Muscab IV dipimpin langsung Ketua DPD Partai Hanura Sultra, Fajar Ishak Daeng didampingi dua anggota sidang.
Penetapan Noor Gemilang Siradja sebagai Ketua DPC Hanura Kota Baubau berdasarkan surat keputusan atau rekomendasi DPP Partai Hanura Nomor : A/049/DPP-HANURA/II/2026, Tanggal 03 Februari 2026 bersamaan dengan 15 DPC Kabupaten/Kota di Sultra.

Ketua DPC Hanura Kota Baubau terpilih, Noor Gemilang Siradja bersama Korwil IX DPP Hanura dan Ketua DPD Hanura Sultra foto bersama usai Muscab
Surat keputusan DPP Hanura tersebut dibacakan langsung Ketua sidang Muscab IV serentak Fajar Ishak Daeng Jaya dan disetujui seluruh peserta. Selanjutnya, seluruh Ketua DPC Hanura terpilih langsung menerima bendera pataka dari Koordinator Wilayah (Korwil) IX DPP Partai Hanura yang membawahi Sulsel,Sulbar dan Sultra, Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Adeni Muhan Dg Pabali disaksikan pengurus DPD Hanura Sultra.
“Saya siap mengibarkan dan menyebarluaskan panji-panji Partai Hanura di seluruh pelosok wilayah Kota Baubau,”tegas Noor Gemilang Siradja saat menerima bendera pataka partai.
Berikut daftar persetujuan calon Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten/Kota se Sultra yang ditandatangani oleh DPP Partai Hati Nurani Rakyat yakni Wakil Ketua Umum OKK, Drs. H. Akhmad Muqqwam dan Sekretaris Jenderal Benny Rhamdani.
NAMA KABUPATEN/KOTA
1 Iman Munandar, ST Kota Kendari
2 Noor Gemilang Siradja, S.Ip Kota Baubau
3 Barlian Kabupaten Kolaka Utara
4 Hj. Suwarsih Aras, SE Kabupaten Kolaka
5 Nurmantasia Kabupaten Konawe Selatan
6 Samir, S.IP., M. Si Kabupaten Konawe Utara
7 Ir. Abdul Halim, M.Si Kabupaten Konawe Kepulauan
8 La Saemuna, SE Kabupaten Muna
9 Sarman Kabupaten Muna Barat
10 LM. Sumarlin, SE Kabupaten Buton
11 Aliadi, S.Pd Kabupaten Buton Selatan
12 Djoysman S, SE., SH Kabupaten Buton Tengah
13 Ua Rahman Kabupaten Buton Utara
14 Ali Kamar Halim, SE Kabupaten Wakatobi
15 Zukri Kabupaten Kolaka Timur (Rin/Red)
KENDARI, GAGASSULTRA.COM — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura se-Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) IV secara serentak, Kamis (5/2/2026). Muscab ini dihadiri seluruh 14 DPC Kabupaten/Kota di Sultra minus Konawe, Konawe Utara dan Bombana.
Forum ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum konsolidasi besar untuk menata standar kepemimpinan partai hingga ke akar rumput, sekaligus mengunci target menjadikan Sultra sebagai lumbung suara Hanura pada 2029 dan 2031.

Korwil IX DPP Partai Hanura saat membuka pelaksanaan Muscab IV serentak Partai Hanura Sultra
Kegiatan ini di buka Koordinator Wilayah (Korwil) IX DPP Partai Hanura yang membawahi Sulsel,Sulbar dan Sultra, Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Adeni Muhan Dg Pabali, MM dan Ketua DPD Hanura Sultra Fajar Ishak Daeng Jaya yang menyampaikan arahan strategis bagi para calon Ketua DPC.
Dalam arahannya, Adeni Mohan menegaskan perubahan Hanura di Sultra bukan pada simbol, melainkan pada keseragaman visi-misi dari pusat hingga daerah.
“Hanura Sultra ini sudah berubah. Bukan karena bajunya atau benderanya, tapi seluruh kader dari pusat sampai bawah punya visi yang sama,” tegasnya.
Dikatakan, langkah DPD Partai Hanura Sultra dalam menjaring calon Ketua DPC melalui fit and propertest sebagai langkah baru yang patut di apresiasi. Hal ini tidak lepas dari pemilihan ketua DPC yang berkualitas sebagai “lokomotif” partai di daerah.

Ketua DPD Partai Hanura Sultra, Fajar Ishak Daeng Jaya
“Tidak serta-merta karena kedekatan. Kita lihat latar belakang, pengalaman, dan kapasitasnya. Karena dia ini lokomotif yang akan menarik gerbong besar,” katanya.
Ia mengingatkan agar Ketua DPC terpilih tidak larut dalam euforia, tetapi segera menyusun formatur, memperkuat PAC hingga anak ranting, dan bersiap menghadapi verifikasi faktual 2027.
“Tidak boleh lagi fiktif. Sekarang dicek. Kalau ketahuan, ada konsekuensi hukum,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD Hanura Sultra Fajar Ishak Daeng Jaya menyebut Muscab serentak ini sebagai titik start menuju kemenangan. Ia optimistis Sultra bisa menjadi lumbung suara Hanura karena partai ini tumbuh dari simpati rakyat, bukan kekuatan elit.
“Hanura bukan partai kecil. Hanura itu ‘hanya nurut rakyat’. Tidak ada anggota DPRD Hanura yang anak bupati atau anak gubernur. Tapi kita bisa menciptakan kursi karena melekat di hati masyarakat,” ucap Fajar.
Fajar memaparkan pengalamannya terpilih sebagai anggota dewan dengan biaya minim sebagai bukti bahwa strategi dan kedekatan dengan masyarakat lebih menentukan daripada kekuatan modal.
“Kalau uang pas-pasan saja kita bisa dapat kursi, apalagi kalau punya uang. Tinggal pilih, mau menang atau mau tampil mentereng sebelum menang,” katanya.
Untuk itu, dalam target besar membesarkan partai, setiap dapil di Sultra minimal memiliki satu kursi Hanura, baik di DPRD kabupaten/kota maupun provinsi. Bahkan, Fajar menegaskan evaluasi keras bagi Ketua DPC ke depan. “Kalau sampai 2031 masih ada Ketua DPC yang tidak jadi anggota DPRD, tidak usah lagi jadi Ketua DPC,” tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan, fit and proper test bukan untuk meragukan senioritas kader, melainkan memicu semangat dan menjadi ruang berbagi strategi agar kemenangan bisa diraih bersama.
Muscab IV ini menandai konsolidasi serius Hanura Sultra dalam menata kualitas kepemimpinan, memperkuat struktur hingga bawah, dan menyatukan langkah menuju target besar partai di masa mendatang.(Lipsus/Hasrin Ilmi)
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM-Memanfaatkan masa reses, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Fajar Ishak Daeng Jaya kembali menjaring aspirasi masyarakat. Kali ini menemui masyarakat di Kelurahan Labalawa, Kota Baubau,Senin (02/02/2026).
Mengingat masyarakat di Kelurahan ini sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai petani, ia mengharapkan dapat memberikan perhatian terkait kebutuhan sebagai petani.
Dalam pemaparannya di hadapan masyarakat, Fajar Ishak menyampaikan, kehadirannya diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai sebuah konsekuensi dan tanggung jawab.

Warga Kelurahan Labalawa saat menghadiri reses Anggota DPRD Sultra Fajar Ishak Daeng Jaya
“Kali ini sasaran utama saya menyentuh kebutuhan masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Oleh karena itu, saya memberikan kesempatan agar mereka menyampaikan secara langsung. Setelah itu akan menjadi bahan untuk diperjuangkan,” kata Fajar Ishak.
Kehadiran Legislator Hanura ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Bahkan, dalam diskusi yang berjalan dinamis masyarakat tidak sungkan untuk menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan.
Diantara usulan yang disampaikan masyarakat ada beberapa yang menjadi perhatian diantaranya kebutuhan air bersih, pengairan air untuk tanaman, kebutuhan pupuk serta kebutuhan lain seperti bibit buah-buahan.
Komunikasi yang dibangun kata Fajar Ishak tidak hanya sebagai pada kegiatan reses ini. Namun ia membuka diri untuk menerima aspirasi dari masyarakat.
“Tentunya kita akan memilih kebutuhan prioritas yang ada dalam nomenklatur yang memungkinkan untuk dikomunikasikan dengan pemerintah provinsi,”kata Fajar Ishak didampingi Noor Gemilang Siradja yang juga anggota DPRD Kota Baubau dari Partai Hanura.
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM-Reses masa sidang pertama tahun 2026 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Baubau dimanfaatkan seluruh anggota turun di daerah pemilihannya. Kegiatan ini juga dimanfaatkan anggota DPRD Kota Baubau, Noor Gemilang Siradja memanfaatkan turun menjaring aspirasi warga di Kelurahan Bone-Bone, Selasa (27/01/2026).
Kehadiran legislator Hanura ini di Kelurahan Bone-bone mendapat sambutan antusias dari warga. Bahkan, pada kesempatan tersebut warga banyak menyampaikan aspirasinya berjalan dengan dinamis yang dipandu langsung Lurah Bone-Bone, Ramadhan.
Menyikapi masukan masyarakat, Noor Gemilang Siradja Anggota DPRD Baubau menyatakan siap menampung masukan dan aspirasi untuk diperjuangkan.
"Kita sudah mendengar keluhan masyarakat dan ini menjadi salah satu catatan prioritas untuk diperjuangkan," kata Gilang sapaan akrabnya.

Anggota DPRD Baubau, Noor Gemilang Siradja foto bersama warga Kelurahan Bone-bone
Dalam reses kali ini Kelurahan Bone-bone menjadi yang pertama dikunjungi. Ada beberapa usulan dan masukan dari warga diantaranya perbaikan Puskesmas Betoambari yang menjadi fasilitas pelayanan kesehatan warga, lampu penerangan jalan, jalan lingkungan serta pembagian bantuan kelompok masyarakat.
Sementara itu, Lurah Bone-bone, Ramadhan menyambut baik kegiatan reses yang dilakukan oleh anggota DPRD Baubau. Momentum ini dimanfaatkan masyarakat untuk menyalurkan aspirasi dan mengusulkan program prioritas.
“Ini akan menjadi jembatan aspirasi warga mengusulkan program pembangunan di kelurahan diluar usulan melalui musrembang,”singkatnya.
Kegiatan reses di Kelurahan Bone-bone di akhiri dengan foto bersama warga. (Rin/Red)
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bagi para calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di wilayah Kepulauan Buton, Kegiatan ini digelar di salah satu hotel di Kota Baubau, Kamis (17/01/2026).
Pelaksanaan fit and propertest ini merupakan rangkaian lanjutan tahap pertama yang digelar di Kota Kendari Kamis (15/01/2025).
Ketua DPD Partai Hanura Sultra, H. Fajar Ishak Daeng Jaya kepada sejumlah wartawan di sela-sela kegiatan mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini menjadi ajang seleksi figur calon pemimpin partai di tingkat kabupaten/kota.
Ketua DPD Hanura Sultra, H.Fajar Ishak Daeng Jaya (Kana) bersama koordinator Wilayah (Korwil) IX DPP Partai Hanura yang membawahi Sulsel,Sulbar dan Sultra, Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Adeni Muhan Dg Pabali, MM,
Untuk itu, kata Fajar dengan tagline Partai Hanura saat ‘Daerah Berdaya, Indonesia Sejahtera’ mengajak semua komponen masyarakat untuk menyatukan langkah untuk membangun daerah maka Partai Hanura sangat terbuka.
“Terbukti komposisi peserta tidak hanya diisi kader partai tapi menarik sejumlah tokoh-tokoh di luar partai. Bahkan, ada yang baru bergabung karena ketertarikannya pada Hanura,”jelasnya.
Dikatakan, pelaksanaan uji kelayakan calon Ketua DPC Hanura di Kepulauan Buton ini meliputi lima daerah yakni Kota Baubau, Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Selatan, Kabupaten Buton Tengah dan Wakatobi.
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) IX DPP Partai Hanura yang membawahi Sulsel,Sulbar dan Sultra, Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Adeni Muhan Dg Pabali, MM, menjelaskan pentingnya tahapan seleksi kepemimpinan partai di tingkat daerah sebagai langkah strategis organisasi.
Untuk itu, pihaknya memberikan apresiasi kepada Ketua DPD Sultra yang menyelenggarakan kegiatan fit and proper test ini. Hal ini diperlukan untuk menyaring figur-figur yang handal dan memiliki rekam jejak (track record) yang baik untuk memimpin.
“DPC ini sangat penting dalam rangka mengawaki dan sebagai lokomotif di daerah untuk kepentingan jangka panjang. Diperlukan orang-orang yang handal,” tegasnya.
Pantauan media ini, sebanyak lima DPC Partai Hanura di Kepulauan Buton yang mengikuti kegiatan fit and propertest. Sedangkan untuk DPC Hanura Kabupaten Buton salah satu calon ketua sudah mengikuti fit and propertest di Kota Kendari, Kamis (15/01/2026). Adapun calon yang mengikuti fit and propertest yakni Noor Gemilang Siradja (Kota Baubau), Naslia Alu (Kota Baubau), Ali Kamar Halim (Wakatobi), Aliadi (Busel), La Ode Amal (Busel), La Maharia (Buton), Joysman (Buteng), Ibnu Hasmy (Buteng), Hj Ratna (Kota Baubau) dan Aris Sujadmiko Martono (Kota Baubau).(Rin/Red)
JAKARTA, GAGASSULTRA.COM — Wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah kembali menguat menjelang Pilkada 2026. Menyikapi dinamika tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Simposium Nasional bertema “Pilkada dalam Bingkai Demokrasi Pancasila” Rabu,(14/01/2026), bertempat di Press Club Indonesia, Kantor SMSI Pusat, Jalan Veteran II No. 7C, Gambir, Jakarta Pusat.
Simposium nasional yang dipandu Sekretaris Jenderal SMSI, Makali Kumar, S.H., M.H., menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar kebijakan untuk mendiskusikan kemungkinan pemilihan kepala daerah melalui DPRD sebagai alternatif, di tengah meningkatnya biaya politik dan praktik transaksional dalam Pilkada langsung.
Ketua Dewan Pakar SMSI, Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi, S.E., M.E, menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebagai prosedur pemungutan suara langsung. Menurutnya, dalam Demokrasi Pancasila, substansi kepemimpinan, stabilitas pemerintahan, dan efektivitas pembangunan daerah juga menjadi ukuran penting.
Prof. Yuddy menilai, pada masa sebelum reformasi—termasuk era pemerintahan Presiden Soeharto—mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD memiliki keunggulan dalam hal stabilitas dan kesinambungan kebijakan, meski tetap perlu dikritisi agar tidak mengulang praktik sentralisasi kekuasaan. “Model tersebut dapat menjadi referensi historis untuk dirumuskan ulang secara lebih demokratis dan transparan,” ujarnya.
Pandangan tersebut diperkuat oleh Guru Besar Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si. Ia menilai bahwa persoalan utama Pilkada hari ini bukan sekadar langsung atau tidak langsung, melainkan lemahnya sistem kaderisasi dan rekrutmen elite politik.
Menurut Prof. Albertus, pada masa pemilihan melalui DPRD, seleksi kepala daerah lebih menekankan aspek kapasitas administratif dan loyalitas terhadap sistem pemerintahan. “Memang ada keterbatasan demokratis di masa lalu, tetapi ada pelajaran penting tentang kontrol politik dan efisiensi biaya. Jika dirancang ulang dengan prinsip akuntabilitas dan keterbukaan, pemilihan lewat DPRD bisa menjadi alternatif rasional,” jelasnya.
Sementara itu, Guru Besar FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Dr. Taufiqurokhman, S.H., M.Si, menyampaikan pandangan penyeimbang. Ia mengingatkan bahwa Pilkada langsung tetap memberikan legitimasi kuat kepada kepala daerah karena bersumber langsung dari rakyat.
Namun demikian, Prof. Taufiqurokhman mengakui bahwa diskursus pemilihan melalui DPRD patut dibahas secara objektif, terutama jika diarahkan untuk memperbaiki kualitas kepemimpinan daerah dan menekan politik uang. “Yang terpenting adalah memastikan kedaulatan rakyat tetap terjaga, apa pun model yang dipilih,” ujarnya.
Simposium Nasional SMSI ini menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD dapat menjadi salah satu alternatif kebijakan, dengan syarat dirancang secara demokratis, transparan, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
KENDARI, GAGASSULTRA.COM - Langkah politik LM.Sumarlin pasca pencalonannya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di Kabupaten Buton memasuki babak baru. Pria yang biasa disapa Pak Marlin ini mantapkan hati bergabung di Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) untuk karir politiknya.
Sebagai bentuk keseriusannya bergabung dengan Partai Hanura, Sumarlin masuk dan mendaftar sebagai salah satu calon Ketua DPC Hanura Kabupaten Buton dan langsung mengikuti Fit dan Propertest yang dilaksanakan DPD Partai Hanura Sultra di salah satu hotel di Kota Kendari.
Datang sebagai peserta terakhir, langsung diterima oleh tim penguji yang dipimpin langsung Ketua DPD Partai Hanura Sultra, H.Fajar Ishak Daeng Jaya yang disaksikan langsung Koordinator Wilayah (Korwil) IX DPP Partai Hanura yang membawahi Sulsel,Sulbar dan Sultra, Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Adeni Muhan Dg Pabali, MM.
Bergabungnya, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Buton ini mendapat sambutan dari Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), H.Fajar Ishak Daeng Jaya.
“Bergabungnya saudara LM Sumarlin menjadi salah satu energi baru untuk membesarkan dan manggaungkan partai Hanura di Sultra,”kata Fajar di sela-sela acara fit and propertest calon Ketua DPC Hanura di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (15/01/2026).
Untuk itu, kata Fajar dengan tagline Partai Hanura saat ‘Daerah Berdaya, Indonesia Sejahtera’ mengajak semua komponen masyarakat untuk menyatukan langkah untuk membangun daerah maka Partai Hanura sangat terbuka.
“Ini menunjukkan Partai Hanura sangat terbuka, terbukti komposisi peserta tidak hanya diisi kader partai tapi menarik sejumlah tokoh-tokoh di luar partai. Bahkan, ada yang baru bergabung karena ketertarikannya pada Hanura,”jelasnya.
Sementara itu, Sumarlin usai mengikuti rangkaian fit and propertest mengaku sangat antusias bergabung dan siap membesarkan partai karena merasa sevisi untuk membangun daerah.
“Saya menghormati dan menghargai karena Partai Hanura menerima dengan tangan terbuka, sehingga kedepannya akan bersama-sama membesarkan partai ini bisa berbicara banyak di kancah politik di Sultra khususnya untuk kesejahteraan bersama,”tegasnya. (Rin/Red)
KENDARI, GAGASSULTRA.COM - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bagi para calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Kegiatan ini digelar di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (15/01/2026).
Ketua DPD Partai Hanura Sultra, H. Fajar Ishak Daeng Jaya kepada sejumlah wartawan di sela-sela kegiatan mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini menjadi ajang seleksi figur calon pemimpin partai di tingkat kabupaten/kota.
Untuk itu, kata Fajar dengan tagline Partai Hanura saat ‘Daerah Berdaya, Indonesia Sejahtera’ mengajak semua komponen masyarakat untuk menyatukan langkah untuk membangun daerah maka Partai Hanura sangat terbuka.

Ketua DPD Partai Hanura Sultra, H.Fajar Ishak Daeng Jaya bersama Korwil IX DPP Partai Hanura, Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Adeni Muhan Dg Pabali, MM
Terbukti komposisi peserta tidak hanya diisi kader partai tapi menarik sejumlah tokoh-tokoh di luar partai. Bahkan, ada yang baru bergabung karena ketertarikannya pada Hanura,”jelasnya.
Dikatakan, teknis pelaksanaan uji kelayakan ini dibagi dalam dua zona. Pertama zona wilayah daratan yang dipusatkan di Kota Kendari sebanyak 12 DPC. Sedangkan, di wilayah kepulauan akan dipusatkan di Kota Baubau.
“Jadi di Kota Kendari ini kita lakukan fit calon ketua untuk 12 DPC sedangkan di Kota Baubau sebanyak 5 DPC. Totalnya sebanyak 17 DPC Kabupaten/Kota,"kata Fajar.
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) IX DPP Partai Hanura yang membawahi Sulsel,Sulbar dan Sultra, Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Adeni Muhan Dg Pabali, MM, menjelaskan pentingnya tahapan seleksi kepemimpinan partai di tingkat daerah sebagai langkah strategis organisasi.
Untuk itu, pihaknya memberikan apresiasi kepada Ketua DPD Sultra yang menyelenggarakan kegiatan fit and proper test ini. Hal ini diperlukan untuk menyaring figur-figur yang handal dan memiliki rekam jejak (track record) yang baik untuk memimpin.
“DPC ini sangat penting dalam rangka mengawaki dan sebagai lokomotif di daerah untuk kepentingan jangka panjang. Diperlukan orang-orang yang handal,” tegasnya.
Pantauan media ini, sebanyak 12 DPC secara bergantian dipanggil oleh tim seleksi dari partai untuk melakukan wawancara. (Rin/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Wali Kota Baubau H Yusran Rahim, SE melantik i La Ode Darussalam, S.Sos, M.Si sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau definitif. Setelah sebelumnya selama 35 bulan 13 hari dan 6 orang Pj Sekda Kota Baubau yang silih berganti.
Pelantikan Sekda Kota Baubau La Ode Darussalam, S.Sos, M.Si dilaksanakan di aula Kantor Wali Kota Baubau Palagimata pada Rabu (14/01/2026) dan turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Si, Wakil Ketua DPRD Kota Baubau Adriansyah Farmin, ST, Forkompinda, Pejabat Eselon II, III, IV lingkup Pemkot Baubau.

Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE dalam sambutannya pada pelantikan dan pengambilan Sumpah Jabatan Sekretaris Daerah Kota Baubau Tahun 2026 menekankan beberapa poin penting untuk ditindaklanjuti Sekda Kota Baubau La Ode Darussalam yaitu terkait dengan akselerasi program maka segera melakukan percepatan terhadap target-target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan memastikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berjalan dalam harmoni yang sama.
Kemudian terkait dengan disiplin dan integritas sebagai pimpinan tertinggi birokrasi Aparatur Sipil Negara, Sekda harus menjadi teladan dalam kedisiplinan dan menjaga integritas moral. Selain itu, di era digital saat ini, Sekda mampu mendorong digitalisasi birokrasi agar pelayanan publik di Kota Baubau menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.
”Saya mengucapkan selamat atas amanah baru ini. Penunjukan saudara telah melalui proses pertimbangan yang matang, rekam jejak yang teruji, serta evaluasi kompetensi yang ketat,”katanya.
Dijelaskan, seluruh proses pengisian jabatan Sekda telah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk melalui konsultasi dengan Gubernur Sulawesi Tenggara.

“Pelantikan hari ini telah kami konsultasikan kepada Bapak Gubernur, sehingga seluruh proses dan tahapan pengisian Sekda Kota Baubau dijalankan sesuai ketentuan,” jelasnya.
Kepada seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Kota Baubau, orang nomor satu di Kota Baubau ini meminta untuk memberikan dukungan penuh kepada sekretaris daerah yang baru.
”Hilangkan ego sektoral. Mari kita bekerja sebagai satu tim yang solid untuk mewujudkan Baubau yang lebih maju dan sejahtera,”ujarnya.
Sementara itu, Sekda Kota Baubau La Ode Darussalam menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah sesuai harapan Wali Kota, dengan memperkuat kerja sama lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
“Seperti harapan Pak Wali Kota, kami akan kerja bersama seluruh OPD untuk mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kota Baubau,” ujarnya.
Dikatakan, prioritas utama pasca pelantikan adalah percepatan penataan OPD yang mengalami penggabungan (merger).
“Kita memiliki lima OPD yang dimerger. Ini menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan pengisian jabatan, gaji, tunjangan, dan administrasi kepegawaian lainnya,” jelas Darussalam. (Rin/Red)