
Drs. Tamsir Tamim, M.Si : “Kita Akan Permantap Komunikasi dengan OPD dan Masyarakat”
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM-Penataan Potensi Tatanan Kota Sehat harus benar benar disiapkan untuk memenuhi kriteria penilaian. Hal ini diharapkan peran dan dukungan seluruh stakeholder baik pemerintah maupun masyarakat.
Suasana di Forum Kota Baubau Sehat Selasa (11/6/2024)
Ketua Forum Kota Baubau sehat Drs. Tamsir Tamim, M.Si mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan evaluasi guna melihat indicator yang dibutuhkan. Apalagi dari seluruh tatanan masih perlu dikomunkasikan dengan semua pihak. Seperti dengan jajaran OPD hingga ke masyarakat.
“Jadi kita masih terus melakukan pengecekan ke semua obyek tatanan yang akan disiapkan. Karena semua harus ada komitmen dari semua pihak. Termasuk dari Pokja kelurahan, Forum Kecamatan hingga OPD terkait. Sehingga semua bisa berjalan secara bertahap. Tentunya sesuai dengan skala prioritas yang sesuai,” kata Tamsir Tamim Selasa (11/6/2024).
Salah satu yang telah dikomunikasikan adalah beberapa peraturan daerah yang mendukung tatanan yang akan dibutuhkan dalam pemenuhan kriteria. Tahapan ini akan menjadi bahan komunikasi Forum dengan OPD terkait khususnya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sebagai leading sektor dalam program Kota Sehat.
“Kita sudah mulai mendeteksi beberapa perda yang memang menjadi prasyarat penilaian. Seperti Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok, Perda Kawasan Khusus Benteng Keraton, Perda kepariwisataan dan Perda Kawasan Cagar Budaya. Ini tinggal pembahasan di DPRD. Semoga bisa secepatnya dirampungkan,” tambah Tamsir Tamim.
Ditambahkan Tamsir Tamim, Forum Kota Baubau sehat akan terus melakukan koordinasi untuk menghimpun informasi tentang hal hal yang perlu disiapkan. Selanjutnya akan jadi bahan masukan ketika rapat koordinasi yang akan dihadiri oleh seluruh OPD.
“Setelah kita lakukan audiensi maka akan dibahas di rapat gabungan Forum dan OPD yang dihadiri oleh unsur pemerintah dan seluruh stakeholder. Selanjutnya akan ada distribusi tanggung jawab kepada OPD sesuai dengan tupoksi dan tatanan yang dinilai,” ujar Tamsir Tamim. (Red)
La Ode Mustafa, S.Pd : “Terima Kasih kepada Kemendikbud Ristek RI”
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Kegiatan tes Substantif Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan gelombang I tahun 2024 yang berlokasi di SMAN 3 Baubau berakhir. Kegiatan tes berlangsung sejak Tanggal 3 Juni 2024.

PPG Prajabatan adalah program pendidikan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) bagi lulusan sarjana strata-1 (S-1) atau sarjana terapan (D-4), baik dari jurusan kependidikan maupun nonkependidikan.
Program ini menyediakan beragam manfaat bagi peserta, seperti meningkatkan kompetensi dan memperoleh sertifikat pendidik.

KIRI : Dedi Mbolosi, S.Pd (Proktor) KANAN : Alkadri, S.Pd (Ketua Panitia)
Kepala SMAN 3 Baubau La Ode Mustafa, S.Pd mengatakan, kegiatan tes ini merupakan program dari kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang seleksinya berlaku secara nasional. Untuk diketahui di Sulawesi Tenggara hanya ada dua lokasi yakni Universitas Halu Oleo Kendari dan di SMAN 3 Baubau.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek RI yang memberi kepercayaan kepada SMAN 3 Baubau sebagai lokasi Tes Substantif PPG Prajabatan. Ini menjadi motivasi bagi kami. Tentunya kami tetap bersedia jika masih diberikan kesempatan lagi. Karena informasinya ada gelombang II di bulan November 2024,” kata La Ode Mustafa Jumat (7/6/2024).

Peserta Tes PPG Prajabatan (Kiri atas : Ihdina Fauzia Rahmi (Kendari), Kanan Atas : Hasnawati (Kendari), Kiri Bawah : Sri Anjelina (Konsel) Kanan Bawah : Rita Lismawati (Wakatobi)
Sementara itu ketua panitia pelaksana Alkadri, S.Pd menuturkan, setelah mendapat informasi tentang pelaksanaan Tes PPG, pihaknya membentuk kepanitiaan. Termasuk menyusun jadwal dan pengawasan.
“Kami libatkan guru guru yang ada di SMAN 3 Baubau untuk pengawasan. Sebab, secara teknis sudah ada teman yang menyiapkan fasilitas dan jaringan internet. Mereka sudah mengikuti tahapan pembekalan dengan kementrian Pendidikan,” kata Alkadri yang didampingi Koordinator Pengawas Tes PPG Abdul Sawa, S.Pd.

Menurut Dedi Mbolosi, S.Pd yang juga sebagai Proktor yang bertanggung jawab memastikan kelancaran tes sumatif PPG Prajabatan, jumlah peserta yang mendaftar tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Bahkan, asal peserta juga dari beberapa daerah di Indonesia.
“Kami mencatat ada sekitar 236 peserta yang terdaftar, ini mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Kalau tahun lalu gelombang pertama hanya 37 peserta. Dan mereka ini mendaftar online lewat situs resmi dari kementrian. Jadi ada kuota yang ditetapkan. Peserta tinggal melihat daerah mana yang masih ada kuota untuk mendaftar,” kata Dedi Mbolosi.
Untuk pelaksanaan kegiatan tes kata Dedi Mbolosi, pihaknya mengatur jadwal selama lima hari. Setiap hari ada dua gelombang. Untuk fasilitas yang digunakan yakni memanfaatkan fasilitas laboratorium computer dengan yang dipastikan memiliki akses internet yang memadai.

Hasnawati, Ihdina Fauzia Rahmi, Rita Lisnawati dan Sri Anjelina, 4 peserta tes asal Kota Kendari, Konawe Selatan dan Wakatobi yang ditemui usai tes PPG di SMAN 3 Baubau mengaku memilih SMAN 3 Baubau karena kuota yang tersedia. Sebelumnya hendak memilih lokasi terdekat yakni di UHO namun kuota telah terpenuhi.
“Waktu kita mendaftar maunya kita pilih di UHO karena dekat, karena kuota penuh kami memilih SMAN 3 Baubau. Karena di Sulawesi Tenggara hanya ada 2 lokasi di OHU dan SMAN 3 Baubau,” kata Hasnawati, Ihdina Fauzia Rahmi, Rita Lisnawati dan Sri Anjelina. (Din)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - SMAN 3 Baubau kembali diberi kepercayaan sebagai lokasi pelaksanaan Tes Substantif Pendidikan Profesi Guru (PPG) pra jabatan tahun 2024. Kegiatan ini Sebelumnya juga telah dilaksanakan pada tahun 2023. Hanya saja, tahun 2024 jumlah peserta semakin meningkat.

Menurut Dedi Mbolosi, S.Pd yang juga sebagai Proktor dalam kegiatan tes ini mengatakan, jumlah yang terdaftar di SMAN 3 Baubau tahun ini mencapai 236 peserta. Jumlah ini jauh lebih besar disbanding tahun 2024.
“Kalau tahun 2024 ini yang terdaftar pada kami 236 peserta, jauh lebih banyak dibanding tahun lalu yang hanya berjumlah 37 Peserta. Jadi kami tetap mengikuti arahan dari panitia dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ristek,” kata Dedi Mbolosi Selasa (4/6/2024).
DItambahkan Dedi Mbolosi, banyaknya peserta yang mendaftar tes dibagi menjadi 10 kelompok yang dilaksanakan selama lima hari dari tanggal 3 hingga 7 Juni 2024. Setiap hari diikuti masing masing dua gelombang.

Tes PPG ini menjadi salah satu tahapan bagi para calon guru untuk menjadi guru profesional. Hanya bedanya para peserta bukan berasal dari Kalangan ASN melainkan para Sarjana Pendidikan yang belum masuk dalam Daftar Pokok Pendidik (Dapodik).
Seperti tahun sebelumnya, peserta menanti tahapan pengumuman dan wawancara. Selajutnya akan mengikuti pendidikan PPG di Universitas penyelenggara selama setahun dengan biaya dari Pemerintah.
Kepala SMAN 3 Baubau La Ode Mustafa, S.Pd menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Ristek RI yang telah memberi kepercayaan kepada SMAN 3 Baubau sebagai lokasi penyelenggara Tes PPG.

"Sebagai pimpinan di SMAN 3 Baubau saya merasa bersyukur dan berterima kasih karena diberi kepercayaan. Karena hanya satu satunya sekolah yang diberi kepercayaan menjadi penyelenggara. Ini akan jadi motivasi bagi kami untuk membenahi fasilitas yang ada khususnya terkait jaringan internet dan lainnya," kata La Ode Mustafa.
"Kami selalu siap jika diberi kepercayaan. Sembari melakukan pembenahan fasilitas pendukung diantaranya jaringan internet dan hal lain," ujarnya.

Informasi yang disampaikan panitia, kegiatan tes gelombang kedua masih akan dilaksanakan pada bulan November 2024. Momen ini membuka kesempatan kepada calon peserta untuk mendaftarkan diri secara online. Untuk diketahui, di Sulawesi Tenggara hanya ada dua lokasi yang mendapat kepercayaan oleh Kementrian Dikbudristek sebagai lokasi penyelenggara yakni UHO dan SMAN 3 Baubau. (Red)
Drs. Tamsir Tamim, M.Si : “Kota Sehat Bukan Soal Lomba Tapi Komitmen Tradisi Hidup Sehat”
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Setelah mendapat legitimasi dari Pemerintah Kota Baubau untuk kepengurusan tahun 2024, Forum Kota Baubau sehat akan melakukan konsolidasi. Hal ini guna menyatukan komitmen semua pengurus baik internal forum maupun stakeholder.
Imran Kudus, S.Pd, M.Sc (Sekretaris Forum Kota Baubau Sehat)
Hal ini disampaikan ketua Forum Kota Baubau sehat Drs. Tamsir Tamim, M.Si yang ditemui di secretariat Forum Kota Baubau sehat Selasa (4/6/2024).
Menurut Tamsir Tamim yang baru diberi kepercayaan sebagai ketua Forum Kota Baubau sehat, untuk mencapai tujuan bersama menuju Kota Sehat tidak hanya karena ada lomba. Namun, ia berharap, semua yang dilakukan adalah benar benar menjadi tradisi masyarakat dalam memenuhi tatanan kehidupan yang bersih dan sehat.
“Ini bukan berbicara soal lomba atau untuk meraih penghargaan. Tapi kita ingin menyatukan komitmen dalam merubah image masyarakat agar memiliki tradisi hidup bersih dan sehat. Artinya, kebiasaan hidup bersih dan sehat yang sesuai dengan tatanan dalam indicator Kota sehat melekat dalam keseharian masyarakat. Itu yang paling penting,” kata Tamsir Tamim.
Ia menambahkan, untuk mempersiapkan program selanjutnya dirinya dan seluruh pengurus forum akan melakukan koordinasi dengan forum kecamatan dan Pokja kelurahan se Kota Baubau. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana kelengkapan kelembagaan serta inovasi dan tatanan yang ada. Selanjutnya akan menjadi bahan untuk dikomunikasikan di tataran pemerintah daerah.
“Tentu kita akan persiapkan perencanaan mulai dari internal forum selanjutnya akan dibahas dengan pihak pemerintah dalam hal ini pihak Bappeda dan Dinas Kesehatan. Selanjutnya akan didistribusi kepada OPD yang sesuai dengan tatanan indicator Kota Sehat. Karena Forum hanya menjadi mediator dalam memastikan capaian indicator tatanan,” tambah Tamsir Tamim yang pernah dipercaya menahkodai beberapa OPD di Kota Baubau.

Imran Kudus, S.Pd, M.Sc selaku sekretaris Forum Kota Baubau sehat juga menyampaikan harapan yang sama. Ia memastikan dalam waktu dekat pihaknya akan kembali melakukan persiapan guna melengkapi hal hal yang dianggap penting dalam memenuhi kriteria Kota Sehat.
“Kita sudah beberapa tahun diberi amanah sebagai pengurus Forum dan komunikasi yang telah kami lakukan sudah terjadwal. Hanya saja memang kita harus memastikan kondisi terkini khususnya yang saat ini ada di tingkatan Forum Kecamatan dan Pokja Kelurahan sehat. Setelah itu kita akan benahi apa yang telah dievaluasi pada tahun sebelumnya,” ujar Imran Kudus.
Ditambahkan Imran, selama ini pihaknya hanya sebatas melakukan komunikasi dengan seluruh mitra baik pemerintah maupun masyarakat. Namun, yang paling penting katanya adalah seberapa besar peran OPD dalam memberikan dukungan di setiap indicator tatanan.

“Kota sehat ini kan menyangkut semua hal, jadi kami hanya melakukan koordinasi dan sangat dibutuhkan peran pemerintah melalui OPD yang sesuai dengan indicator tatanan. Sehingga masing masing akan menyesuaikan dengan program di OPD,” tambah Imran Kudus.
Koordinator bidang informasi Forum Kota Baubau sehat Bardin mengatakan, salah satu hal yang penting dalam pendokumentasian kegiatan adalah bukti fisik dokumentasi inovasi yang ada di masing masing kelurahan. Sebab, ini menyangkut potensi dan keunikan di setiap kelurahan.
“Kita butuh dokumentasi khususnya untuk inovasi yang dimiliki masing masing kelurahan. Karena ini akan menjadi bahan penilaian tim. Tentunya yang sesuai dengan potensi yang ada. Bukan yang diadakan hanya saat lomba digelar. Misalnya potensi yang ada dibuat dalam bentuk audiovisual dan yang merupakan potensi yang bisa dipertahankan. Kita ingin keunikan itu tetap dijumpai setiap saat walaupun diluar kegiatan penilaian,” kata Bardin.(Red)
H. Mas’ud Buani : “Saya Harus Siap Karena ini Bisa Jadi Ladang Amal”
BAUBAU, KERATONNEWS.CO.ID - Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau mulai menjadi focus pembahasan masyarakat. Khususnya figure yang digadang gadang akan tepat memimpin kota Baubau. Selain perbincangan secara langsung, media sosial juga kian gencar menjadikan pilkada sebagai topic hangat.

H. Mas'ud Buani dalam sebuah kegiatan yang dihadiri Bapak H. Yusran Fahim (HYF) yang juga Bakal Calon Wali Kota Baubau
Dari sekian banyak figur yang disebut sebut memiliki peluang dan ramai disebut, terdapat sosok yang familiar namun enggan menampilkan diri. Sosok yang dimaksud adalah H. Mas’ud Buani yang kini menjadi ketua Kerukunan Keluarga Wadiabero Haiya Kota Baubau. Penampilannya sederhana namun dikenal dekat dengan masyarakat khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah.
H. Mas’ud Buani mengaku selama ini tidak terlalu memikirkan wacana politik, karena ia hanya focus untuk menjalankan aktivitas dan berbuat yang terbaik untuk masyarakat. Sehingga saat membahas masalah politik ia menampik dan tidak terlalu tertarik.
Hanya saja, sebagian dari kelompok masyarakat di Kota Baubau kerap menyebut sosok H. Mas’ud Buani adalah sosok yang perlu diperhitungkan. Hal ini tampak dalam beberapa kegiatan di Kota Baubau yang juga mendapat support dari H Mas’ud Buani. Beberapa kegiatan sosial dan kemasyarakatan, H Mas’ud ada dibelakang memberikan dukungan.
Saat ditemui di lokasi aktivitasnya Rabu (29/5/2024), H Mas’ud Buani tak ingin menanggapi lebih jauh jika namanya juga disebut dalam momen suksesi Pilwali Baubau 2024. Info ini berhembus ketika baliho dirinya mulai terpampang di beberapa sudut Kota Baubau.

H. Masud Buani bersama Pemerintah dan Masyarakat Kota Baubau saat kegiatan Peresmian Program Kampung Quran Kota Baubau
Menanggapi informasi ini, H. Mas’ud secara diplomatis menjawab jika baliho yang terpampang itu dipajang oleh rekan dan sahabatnya.
“Saya juga sebenarnya tidak tahu kalau ada baliho dan gambar saya dibeberapa lokasi di Baubau. Tapi setelah saya dapat informasi ada yang pasang, tentunya saya juga harus konfirmasi dulu. Kira kira maksud mereka memasang baliho saya itu untuk apa,” kata H Mas’ud Buani yang kini tengah membangun Kampung Quran di Kota Baubau.
Ketika dikait kaitkan dengan momen pemilihan Wali Kota Baubau, H Mas’ud Buani pun tak secara langsung memberi tanggapan. Namun, dirinya juga mengaku jika ada beberapa tokoh masyarakat yang sempat menanyakan kesiapannya untuk maju di suksesi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau 2024.
“Memang saya sempat diminta beberapa tokoh untuk maju tapi itu saya nilai hanya keinginan mereka saja. Saya tidak terpikir sejauh itu. Tapi karena ini sudah sering saya disampaikan, ternyata mereka serius juga mendorong. Buktinya sampai tersebar foto saya di Baubau. Walaupun disana tidak ada tulisan mau maju tapi karena momen Pilwali ini akhirnya orang memaknainya kesana. Jadi, ini harus saya sikapi,” tambah H. Mas’ud.
Desakan itulah yang akhirnya disikapi dengan bijak oleh H.Mas’ud Buani. Ia juga menghargai masyarakat yang menginginkan dirinya untuk meramaikan kontestasi. Sebab, ia menyadari, orang orang yang memberi support mengenal dan selama ini sudah bersama sama berpikir bagaimana mendukung kemajuan Kota Baubau.
“Kalau itu diinginkan masyarakat, saya Bismillah siap karena itu juga amanah yang harus ditunaikan. Selama ini saya juga telah mengenal karakter masyarakat dan Kota Baubau. Dan saya juga mengetahui apa yang harus saya lakukan untuk daerah ini. Saya harus Siap karena ini bisa semua akan saya jadikan ladang amal untuk masyarakat dan daerah,” tegas H. Mas’ud.
Saat ditanya tentang kemungkinan untuk berkomunikasi dengan figur lain untuk menjadi pasangan dalam mengemban amanah, H. Mas’ud juga akan membuka komunikasi dengan pihak pihak yang seide dengannya untuk kemajuan Baubau. Sejauh ini, ia mengaku sudah ada tim kecil yang membantunya untuk menjalin komunikasi dengan beberapa calon yang selama ini disebut sebut.
Ia mengaku timnya sudah berkomunikasi dengan beberapa calon, salah satu yang ditemui adalah sosok H Yusran Fahim (HYF). Meski ia belum memastikan sudah sejauh mana kamunikasinya.
“Saya juga sudah ada tim kecil yang sekarang berkomunikasi dengan Bakal calon lain. Kalau ada respon tentunya kita juga akan memberi dukungan untuk memperkuat komitmen.,” katanya lagi.
H. Mas’ud tidak menyebut secara detail figur yang telah berkomunikasi dengan dirinya. Namun, ia memastikan dirinya terbuka dengan siapapun untuk memikirkan bagaimana untuk memajukan Kota Baubau.
Tentang posisi yang tepat untuk dirinya, ia menyerahkan pada bagaimana kesepakatan dan menunggu masukan dari semua pihak.
“Kalau saya memungkinkan untuk posisi Calon Wali Kota atau Wakil Wali Kota ya itu terserah bagaimana proses kemunikasi dengan siapa. Intinya, semua itu amanah dan amanah harus diemban. Karena sudah ada dukungan, saya nyatakan siap maju,” tutup H. Mas’ud yang dikenal sebagai sosok pengusaha sukses di Baubau. (Red)
La Ode Mustafa, S.Pd : “Semoga Kemitraan Tetap Terjaga”
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) peserta Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II mengakhiri kegiatan di SMAN 3 Baubau. Kegiatan PLP II ini dijalani sekitar sebulan lamanya.

Kepala SMAN 3 Baubau La Ode Mustafa, S.Pd dalam sambutannya pada kegiatan penarikan atau pelepasan peserta PLP II Senin (20/5/2024).
Ia menyampaikan terima kasih kepada pihak UMB yang telah memberi kepercayaan sebagai mitra kegiatan PLP II. Ia berharap selama kegiatan PLP II di SMAN 3 Baubau para mahasiswa dapat menambah pengalaman guna mempersiapkan diri menjadi seorang pendidik.
“Tentu kami sangat bersyukur mendapat kepercayaan sebagai lokasi pelaksanaan PLP II. Semoga para mahasiswa dapat mengambil manfaat dan menambah pengalaman setelah terjun langsung di lapangan berhadapan dengan para siswa,” kata La Ode Mustafa.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama kegiatan PLP II di SMAN 3 Baubau ada hal yang menjadi kendala para mahasiswa. Namun ia memastikan, berdasarkan pantauan selama kegiatan PLP II semua berjalan lancar.
“Semua berjalan lancar, para mahasiswa PLP II juga sangat antusias dalam menjalankan kegiatan. Termasuk komunikasi dengan para siswa yang sangat akrab. Semoga ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka setelah menyelesaikan kuliah dan menjadi guru. Dan kita tetap diberi kepercayaan sebagai mitra dalam kegiatan PLP II,” ujar La Ode Mustafa lagi.

Sementara itu, dosen pembimbing PLP II UMB Ria Safariah, S.Pd, M.Psi mewakili pihak UMB menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen di SMAN 3 Baubau yang mendukung kegiatan PLP II. Selama ini ia pun mendapat laporan yang sangat positif dari para mahasiswa bimbingannya selama kegiatan PLP II. Ia berharap, pihak SMAN 3 Baubau selalu bersedia menjadi mitra kegatan PLP II bagi mahasiswa UMB.
“Saya mewakili UM Buton menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Sekolah dan seluruh guru SMAN 3 Baubau yang telah membimbing para mahasiswa kami selama kegiatan PLP II. Tentu kami berharap, agar kemitraan ini akan terus berlanjut untuk kegiatan selanjutnya. Mungkin bukan saja PLP II tapi juga kegiatan lain seperti penelitian dan lainnya,” kata Ria Safariah.
Mahasiswa PLP II yang diwakili La Ali juga terima kasih atas selesainya agenda PLP II yang dijalani di SMAN 3 Baubau. Banyak hal yang menjadi pengalaman selama sebulan di SMAN 3 Baubau. Selain menyaksikan secara langsung kegiatan Belajar, ia dan rekan rekan mahasiswa juga mendapat kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan siswa di kelas.
“Alhamdulillah kami sangat senang telah mendapat kesempatan melaksanakan kegiatan PLP II di SMAN 3 Baubau. Kami mendapat banyak pengalaman serta bimbingan dari para guru selama kami disini. Selain kegiatan belajar juga kami ada kesempatan berinteraksi dengan para siswa,” kata La Ali yang juga alumni SMAN 3 Baubau.
Para mahasiswa yang mengikuti kegiatan PLP II berasal dari Program studi Pendidikan Agama Islam, Bilogi, BK dan Bahasa Indonesia. (Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Salah satu tuntutan kurikulum Merdeka dalam kegiatan pembelajaran siswa adalah dengan mengikuti kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dalam pelaksanaanya para siswa diajak belajar langsung di lapangan dan dengan kegiatan praktek.

Salah satunya dilaksanakan para siswa SMAN 3 Baubau dengan mengambil tema Produksi Kompos. Dalam kegiatan projek ini para siswa dibentuk beberapa kelompok dan mendapatkan tugas masing masing. Jadwal kegiatan diagendakan hingga akhir Juni 2024.

Syahriani Ulhusnah, S.Pd salah seorang guru pendamping kegiatan projek mengatakan, pada kegiatan ini siswa diberikan tugas secara berkelompok untuk mengumpulkan bahan pembuatan kompos. Salah satunya dengan menghimpun daun kering dan disatukan dalam wadah.

“Jadi semua siswa berperan langsung mengumpulkan bahan baku dari daun daun kering. Kebetulan di sekolah kami banyak sampah dedaunan yang kering. Mereka mengumpulkan kemudian disortir untuk disatukan dalam wadah,” kata Syahriani Sabtu (18/5/2024).
Selanjutnya para siswa dibimbing untuk memproduksi sampah daun yang telah dicampurkan dengan beberapa cairan khusus untuk mempercepat proses pelapukan. Semua dilaksanakan secara bersamaan. Tujuannya agar para siswa memahami sejak tahap persiapan.

Muhammad Ilham, S.Pd yang dipercaya mendampingi siswa untuk membinaan secara teknis menjelaskan, proses pembuatan kompok memiliki beberapa tahapan. Termasuk lama penyimpanan dan perlakuan yang terus dikawal. Tentunya berdaarkan bahan yang dijadikan kompos.
“Jadi kompos yang baik itu stelah terjadi pelapukan harus benar benar terhindar dari kelembaban. Sehingga pada saat penyimpanan akan tetap kering dan bisa digunakan sesuai ketentuan. Lebih bagus kalau dalam kondisi kering,” kata Ilham.

Harapan ini juga disampaikan M Ramli, S.Pd yang menangani pembinaan karakter dalam projek ini. Ia berharap dari proses pembuatan kompos ini para siswa tidak saja mampu membuat atau memproduksi kompos. Namun di sisi lain siswa bisa belajar untuk memanfaatkan sampah yang tadinya tidak berguna untuk hal yang positif.
“Selain membuat kompos untuk pupuk kita tanamkan semangat untuk mencintai lingkungan. Siswa diajar untuk peduli tentang masalah persampahan dan pemanfaatan sesuatu yang sudah terbuang untuk sesuatu yang positif,” kata M Ramli.
Selain projek pembuatan Kompos, beberapa tema juga diprogramkan yakni pentas seni, Jurnalis dan kewirausahaan.(Red)
Dr Dahrul Dahlan, S.STP, M.Si : “Membangun Pemahaman Lintas Sektor Mendorong Capaian IPM”

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Baubau menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Perencanaan Peningkatan Indeks Pendidikan dan Indeks Kesehatan.
Kegiatan ini dilaksanakan di ruang rapat Aula PO-5 Bappeda Kota Baubau Rabu (15/5/2024) yang dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum (Asisten III), Kepala BAPPEDA, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bidang Lingkup Dinas Pendidikan, Kepala Bidang Lingkup Dinas Kesehatan dan Perwakilan Kepala Sekolah.
Asisten III setda Kota Baubau La Ode Darussalam, S.Sos, M.Si mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu diantara banyak upaya pemkot Baubau untuk mematangkan pelaksanaan kegiatan pembangunan. Khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.
“Berbagai upaya kita akan lakukan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan program. Khusus untuk peningkatan indeks kesehatan dan pendidikan. Tentunya ini akan menjadi komitmen bersama setiap stakeholder yang sesuai dengan bidang tugasnya,” kata La Ode Darussalam.

Kadis Pendidikan dan kebudayaan Kota Baubau Eko Prastya, ST, MM yang juga hadir dalam agenda Lokakarya ini menyatakan optimis upaya peningkatan indeks pendidikan Kota Baubau. Hal ini dinilainya sangat berkorelasi dengan pembangunan kualitas Sumber daya manusia.
“Insha Allah indeks pendidikan kita akan tingkatkan, tentunya ini akan menjadi kontribusi positif dalam peningkatan indeks pembangunan manusia Kota Baubau, “ Ujar Eko Prasetya yang baru diamanahkan menahkodai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau.

Sementara itu, kepala Bappeda Kota Baubau Dr. Dahrul Dahlan, S.STP, M.Si menegaskan tujuan Lokakarya peningkatan indeks pembangunan manusia yakni guna membangun pemahaman lintas sektor agar secara bersama mendorong capaian target IPM Baubau lebih meningkat. Tidak hanya dari sisi angka tetapi lebih kepada bukti nyata di lapangan dan dirasakan oleh masyarakat.
Dahrul menjabarkan, ada 3 hal yg menjadi target dalam lokakarya yakni pertama Menyusun rencana aksi per triwulan agar dapat diketahui indikator pembentuknya, Menyiapkan variabel/indikator sebagai instrumen pengukuran IPM sehingga dapat diketahui perkembangan setiap indicator dan target ketiga adanya kerja bersama dalam percepatan pencapaian IPM setiap triwulannya.

“Yang pasti semua upaya ini menjadi komitmen bersama untuk pencapaian target pembangunan Kota Baubau. Indeks pendidikan dan Kesehatan salah satu sisi penting yang akan menopang keberhasilan pembangunan Kota Baubau,” tegas Dahrul Dahlan.
Dari hasil lokakarya yang dilaksanakan berdasarkan tren hasil pencapaian IPM 10 tahun terakhir, ada beberapa hal yang perlu disesuaikan. Hal ini agar dapat memenuhi target yang telah disepakati dan di tetapkan dalam dokumen Perencanaan Daerah. Khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan di kota Baubau. (Red)
Mastuti, S.Pd : “Siswa SMAN 3 Baubau Memiliki Potensi”

Mastuti, S.Pd, Kepala KCD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara Rayon Baubau - Buton Selatan
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Pelepasan siswa kelas XII tahun ajaran 2023/2024 SMAN 3 Baubau berlangsung hikmat. Kegiatan ini turut dihadiri Kepal Kantor Cabang Dinas (KCD) Dinas Pendidikan dan kebudayaan Sulawesi Tenggara Rayon Baubau Busel Mastuti, S.Pd Rabu (8/5/2024).
Kepala SMAN 3 Baubau La Ode Mustafa, S.Pd mengatakan, kegiatan perpisahan ini sekaligus dirangkaikan dengan pagelaran Seni yang dilakoni para siswa SMAN 3 Baubau. Ia menyampaikan apresiasi atas upaya yang dilakukan oleh panitia yang terdiri dari para siswa dan guru. Suasana kebersamaan ini sudah menjadi ciri khas SMAN 3 Baubau.

La Ode Mustafa, S.Pd, Kepala SMAN 3 Baubau
“Kami menyadari, anak anak kami mungkin berbeda dengan anak anak dari sekolah lain, tapi kami bangga karena anak anak kami ini terbiasa mandiri. Mereka menyadari kondisi yang ada di sekolah ini. Tapi semangat dan kebersamaan itu yang membedakan kami dengan sekolah lain,” kata La Ode Mustafa.
Hal senada disampaikan ketua Komite SMAN 3 Baubau La Eru Ugi, S.Pd, M.Pd yang juga alumni SMAN 3 Baubau. Ia menyampaikan salut dan bangga kepada para guru SMAN 3 Baubau. Ia mengaku para guru memiliki kelebihan yang berbeda dengan guru di sekolah lain. Apalagi SMAN 3 Baubau terkadang dipandang sebelah mata.

La Eru Ugi, S.Pd, M.Pd, Ketua Komite SMAN 3 Baubau
“”Saya selaku alumni dan mewakili orang tua Siswa SMAN 3 Baubau menyampaikan apresiasi dan rasa bangga. Apalagi sekolah ini telah banyak melahirkan siswa yang sukses. Para guru di sekolah ini memiliki kelebihan yang berbeda dengan sekolah lain. Apalagi menghadapi siswa dengan karakter yang beragam. Tapi mampu mengantar anak anak kami menjadi sukses,” kata La Eru yang juga seorang akademisi.

Sementara itu, Kepala KCD Baubau Busel Mastuti, S.Pd menilai, apa yang dipersembahkan para siswa SMAN 3 Baubau juga patut menjadi kebanggaan. Banyak sisi unik yang dimiliki siswa SMAN 3 Baubau yang justru tidak ditemukan disekolah lain.
“Sekolah ini juga memiliki prestasi yang membanggakan. Salah satunya kemarin di lomba FLS2N berhasil meraih juara 3 Fotografi dan Juara 1 Cabang Film Pendek yang akan mewakili ke Tingkat Provinsi. Saya berharap ini menjadi motivasi untuk semua,” kata Mastuti.

Kegiatan pelepasan siswa kelas XII juga diramaikan dengan berbagai penampilan diantaranya Maching Band Gita Satria Nirwana, Penampilan Gerak Tari dan lagu serta persembahan siswa lainnya. (Red)
Catatan : Bardin, Baubau
Mendengar nama Bone-Bone, pasti akan terbayang sebuah kawasan pesisir pantai yang didiami oleh para nelayan. Sejak berpuluh tahun lamanya, kampung nelayan Bone-Bone telah dikenal masyarakat Buton khususnya di Kota Baubau.

Masyarakatnya yang santun dan memiliki semangat kebersamaan sudah terbangun sejak turun temurun. Hal ini dibuktikan dengan berbagai terobosan yang ada di Kampung Nelayan Bone-Bone. Salah satunya dengan pembangunan Masjid Megah yang sebagian besar adalah swadaya masyarakat. Dapat dibayangkan, dana milyaran rupiah akhirnya berhasil dihimpun oleh masyarakat baik di kampung halaman hingga yang ada di perantauan. Semua berkontribusi.

Masjid yang megah, hanya satu diantara bukti kebersamaan masyarakat Bone-Bone. Di sisi lain, Bone-Bone merupakan salah satu kelurahan yang memiliki pesisir pantai dengan keindahan yang cukup eksotis dengan hamparan pasir putih, air laut yang jernih dan aktivitas nelayan tradisional baik yang hendak melaut, pulang melaut atau yang sedang melakukan perawatan kapal.
Pesisir pantai dan laut Bone-Bone menjadi perhatian dan terbangun komitmen bersama untuk terus dijaga kebersihannya, disadari bahwa beberapa tahun belakangan ini kawasan pesisir pantai di Kelurahan Bone-Bone terkesan terabaikan, salah satu bentuk kepedulian dan semangat mengembalikan keindahan pantai yang ada di Kelurahan Bone-Bone, adalah memberlakukan "Pekangkilo Tawo" kepada setiap warga atau wisatawan yang berkunjung ke Pantai Morikana Bone-Bone.

Pantai Morikana merupakan salah satu pantai yng ada di Kelurahan Bone-Bone dikenal sebagai lokasi pelaksanaan Ritual Adat Nelayan Haroana Andala Bone-Bone yang dilaksanakan setiap tahun. Ritual ini sebagai ungkapan rasa syukur dan doa bersama atas limpahan rahmat dan rejeki Sang Pencipta kepada nelayan. Momen ini menjadi salah satu destinasi wisata pantai bagi warga, keluarga warga dan wisatawan.
Sayangnya, keindahan Pantai Morikana belum terekspose secara maksimal, salah satu penyebabnya adalah masih rendahnya kepedulian terhadap keberadaan pantai ini.
Keinginan untuk menggali potensi dan destinasi Wisata di kampung nelayan ini mulai nampak saat ini ketika Bone-Bone dipimpin Bapak Ramadhan sebagai Lurah. Terbangun komitmen untuk memaksimalkan keberadaan Pantai Morikana sebagai salah satu destinasi wisata pantai pasir putih yang berada ditengah-tengah Kota Baubau.

Ramadhan mengatakan, Pekangkilo Tawo ini diberlakukan bagi siapa saja yang berkunjung ke Pantai Morikana.
“Pengunjung diwajibkan untuk membersihkan sampah yang sebagian besar disebabkan oleh kondisi alam, dimana sampah-sampah ini terbawa arus dan ombak laut. Tidak perlu banyak dan ngotot membersihkan, namun secara konstan dan sedikit-demi sedikit, kami yakin Pantai Morikana akan bersih dan layak dikunjungi,” ungkap Ramadhan yang selalu berkomunikasi dengan masyarakat dari seluruh kalangan di Bone-Bone.

Ramadhan menambahkan, efek yang timbul dari kunjungan wisatawan ke Bone-Bone akan menciptakan peluang-peluang ekonomi baru bagi warga sekitar. Misalnya penyewaan sampan, penginapan rumah warga, wisata dolango (wisata saat laut surut) paket kuliner tradisional pesisir dan potensi wisata minat khusus lainnya.
Pekangkilo Tawo selain menjadi media untuk meningkatkan kepedulian dan pelestarian pesisir laut Bone-Bone, menjadi percontohan bagi pantai-pantai yng ada di Kelurahan Bone-Bone untuk berbenah, bersih-bersih dan siap menjadi salah satu primadona wisata pantai pasir putih untuk mewujudkan Bone-Bone sebagai Waterfront City Baubau.

Bone-Bone juga dikenal sebagai sentra kerajinan kain tradisional Buton. Bahkan, kain yang dihasilkan dari tangan trampil kaum ibu di Kelurahan Bone-Bone murni hasil ‘hand maker’ yang asli. Meski demikian, potensi ini sangat jarang terpublikasi. Namun, potensi ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kelurahan Bone-Bone.
Masih banyak keunikan dan potensi yang terpendam di kelurahan Bone-Bone. Semua terjadi secara alamiah tanpa rekayasa. Inilah kehidupan asli masyarakat pesisir yang telah turun temurun diwariskan oleh para pendahulu.
Kegigihan dan semangat masyarakat kelurahan Bone-Bone membuat para generasi mudanya juga kini sukses di semua sisi kehidupan. Baik dari sektor pendidikan, pemerintahan dan dunia usaha. Semua berkat komitmen perjuangan yang diwariskan dari para orang tua dan pendahulu di Kelurahan Bone-Bone…****