Bardin

Bardin

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Pj Wali Kota Baubau Dr. Rasman Manafi, SP, M.Si membuka kegiatan Kick-off meeting untuk penyusunan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) Kota Baubau tahun 2026 Senin (18/11/2024).

“Kegiatan ini merupakan tahapan awal dalam perencanaan pembangunan daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk Menyampaikan arahan strategis, Koordinasi lintas sektor, Penentuan prioritas pembangunan dan Pengumpulan masukan awal dari berbagai pihak,” tegas Rasman Manafi.

WhatsApp Image 2024 11 18 at 17.48.01 2

Orang nomor satu Baubau menyampaikan mengapresiasi kegiatan ini. Ia menilai kegiatan ini sangat sesuai dengan amanat dari peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 tahun 2017 tentang tata Cara Perencanaan pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah.

Selain itu, tata acara evaluasi rancangan peraturan daerah tentang rencana pembangunan jangka panjang daerah dan rencana pembangunan jangka menengah daerah serta tata cara perubahan rencana pembangunan jangka panjang daerah dan rencana pembangunan jangka menengah daerah dan rencana kerja pemerintah daerah.

WhatsApp Image 2024 11 18 at 17.55.03

Menurut Rasman Manafi, Rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2026 merupakan bagian integral dan upaya dalam mewujudkan visi misi pemerintah kota Baubau.

“Proses penyusunan RKPD ini adalah bagian dari tanggung jawab untuk merancang dan menyusun program-program yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan masyarakat tetapi juga menjawab tantangan pembangunan yang ada,” tambahnya.

Berdasarkan peraturan wali kota Baubau nomor 23 tahun 2023 tentang rencana pembangunan daerah 2024 – 2026, bahwa fokus/tema pembangunan dan prioritas RKPD kota Baubau tahun 2026 adalah pengembangan Baubau sebagai kota budaya yang inklusif.

Ada 2 (dua) prioritas pembangunan yaitu : (1) penguatan ketahanan ekonomi kerakyatan dan (2) penguatan budaya wolio dalam pembangunan daerah.

Kepala Bappeda Kota Baubau Dr. Dahrul Dahlan, S.STP, M.Si mengatakan perencanaan pembangunan harus dilandasi dengan komitmen saling asah, asih dan asuh terkait penyusunan rencana kerja Pemerintah Daerah RKPD 2026.

“Hari ini merupakan momentum strategis di dalam mempersiapkan tahapan awal proses penyusunan dokumen perencanaan tahunan RKPD tahun 2026 sebagai tahun terakhir dari Rencana Pembangunan Daerah periode 2024-2026 dan tahun pertama Pelaksanaan RPJMD periode 2025-2030 yang merupakan tahap pertama dari lima tahunan RPJPD 2025-2045 Kota Baubau,” tegas Dahrul Dahlan.

DAHRUL PJ

Dahrul Mengurai tentang Tema RKPD tahun 2026 yakni pengembangan Baubau sebagai kota budaya yang inklusif.

“Forum ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik dalam mempersiapkan dokumen perencanaan tahunan yakni RKPD 2026, dan sebagai proses dimulainya tahapan penyusunan rencana kerja perangkat daerah tahun 2026,” kata Dahrul lagi.

Momentum ini kata Dahrul Dahlan, juga dapat mensinkronkan sasaran dan prioritas pembangunan daerah Kota Baubau dengan sasaran dan prioritas provinsi dan nasional tahun 2026.

“Ada  4 sasaran dalam Kick off meeting ini yakni Memperoleh gambaran mengenai target indikator makro pembangunan yang ditetapkan untuk Kota Baubau dalam mendukung pencapaian indikator makro provinsi dan nasional, Memperoleh gambaran tentang arah kebijakan dan fokus pembangunan untuk wilayah kota baubau berdasarkan RPD 2024-2026 termasuk mengantisipasi isu regional dan provinsi yang akan terjadi pada tahun 2026,  Memperoleh gambaran dan masukan atau rekomendasi bagi perumusan isu dan prioritas pembangunan daerah Kota Baubau tahun 2026 dan Memperoleh gambaran proyek strategis nasional dan provinsi yang direncanakan di Kota Baubau tahun 2026,” jelas Dahrul Dahlan.

Dalam pelaksanaan kick off meeting ini, dipaparkan informasi berkaitan isu-isu pembangunan provinsi sultra dan nasional dari narasumber Bapak Mohamad Rahmat Mulianda, S.Pi., M. Mar Direktur Kelautan dan Perikanan Kemeneterian PPN / Bappenas RI dan Bapak H. J. Robert ST., MT Kepala Bappeda Provinsi Sultra dan akan di pandu oleh Moderator Bapak Imran Kudus, Spd., M.Sc Dosen UMB Baubau. (Red)

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Baubau melaksanakan pemeriksaan Narkoba bagi Warga Binaan Lapas kelas II A Baubau November 2024. Kegiatan ini sebagai salah satu langkah menekan angka penyalahgunaan narkoba.

WhatsApp Image 2024 11 15 at 18.03.34 2

Kepala BNN Kota Baubau Alamsyah Jufri mengatakan, kegiatan pemeriksaan narkoba di Lapas Kelas II A Baubau merupakan langkah penting untuk memberantas penyalahgunaan narkotika, terutama di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan melalui tes urin kepada warga binaan sebagai bentuk pencegahan dan pengawasan.

“Langkah seperti ini sejalan dengan program pemerintah untuk menciptakan Indonesia Bebas Narkoba dan memastikan lembaga pemasyarakatan tetap menjadi tempat rehabilitasi dan pembinaan yang efektif,” kata Alamsyah Jufri.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak seperti Kepala BNN Kota Baubau Alamsyah Jufri, Tim BNNK, Polres Baubau, Kodim 1413 Buton, dan Dan POM dalam razia serta tes urine narkoba terhadap warga binaan di Lapas Kelas II A Baubau mencerminkan sinergi antarlembaga dalam memberantas peredaran narkoba.

WhatsApp Image 2024 11 15 at 18.03.33

“Razia ini tidak hanya bertujuan untuk mendeteksi penggunaan narkoba oleh warga binaan tetapi juga untuk memastikan bahwa lapas tetap menjadi tempat rehabilitasi dan pembinaan, bukan pusat peredaran gelap narkotika,” tambah Alamsyah Jufri Senin (18/11/2024).

Melalui upaya ini, diharapkan dapat mencegah potensi penyalahgunaan narkoba di dalam lapas sekaligus memberikan efek jera kepada para pelaku. Selain itu, kegiatan seperti ini biasanya diiringi dengan pendataan, langkah rehabilitasi bagi warga binaan yang terbukti positif, dan evaluasi terhadap sistem pengawasan di lapas.

Kepala BNN Kota Baubau, Alamsyah Jufri, menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran narkoba, mengingat bahaya yang ditimbulkan sangat merugikan, baik secara individu maupun sosial. Dalam upayanya memerangi narkoba, beliau mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan segala bentuk aktivitas yang mencurigakan terkait narkotika di lingkungan sekitar.

WhatsApp Image 2024 11 15 at 18.03.35

Selain itu, peran keluarga dan masyarakat menjadi penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda. Edukasi tentang bahaya narkoba perlu terus ditingkatkan agar masyarakat lebih memahami risiko kesehatan, hukum, dan dampak sosial yang ditimbulkan.

Langkah ini sejalan dengan visi BNN untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba, di mana seluruh elemen masyarakat berperan aktif sebagai mitra strategis dalam memerangi peredaran narkotika.

Pada pemeriksaan narkoba kali ini dilakukan kepada sekitar 63 warga binaan di Lapas Kelas II A Baubau. Ini merupakan bagian dari upaya pengawasan intensif untuk memastikan lapas tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Hasil dari pemeriksaan seperti ini biasanya menjadi dasar untuk langkah lanjutan, seperti tindakan rehabilitasi bagi warga binaan yang terbukti positif, atau peningkatan pengamanan dan pengawasan di lapas. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan efek pencegahan dan memperkuat komitmen lapas sebagai tempat pembinaan, bukan area peredaran gelap narkotika. (Red)

Oleh : L. M. Azhar Sa’ban, S.H., M.IP.

Akademisi, Tinggal di Baubau.

 

Berbagai kalangan sangat peduli nasib Baubau lima tahun ke depan. Kalangan berpendidikan dan berwawasan ini meliputi akademisi, pejabat/mantan pejabat, ASN, pengusaha, mahasiswa, agamawan, pensiunan, karyawan, dan para sarjana lain. Pertanyaan di benak mereka: Paslon mana dari lima kontestan berpotensi memenangkan kontestasi?. Mereka lalu mendengar suara-suara termasuk di arus bawah.

Perburuan informasi menghasilkan gambaran potensi kemenangan yang ternyata menunjuk paslon nomor 1. Rasa penasaran menuntun pada usaha mengetahui apa penyebabnya. Hasilnya ternyata merujuk pada kelebihan La Ode Ahmad Monianse yang memiliki dua keunggulan; pertama: Figur, dan kedua: Dekat dengan Konstituen. Tulisan ini mendeskripsikan dua hal tersebut.

Figur, biasa digambarkan pada literatur sebagai rekam jejak (track record). Figur juga dihubungkan dengan sifat-sifat pribadi dalam bingkai “orang baik”. Jika rekam jejak membentuk “kelebihan si kandidat”, maka kedekatan konstituen pada gilirannya membangun popularitas, dengan bahasa sederhana: “dikenal dan disukai”. Jika faktor “kelebihan” dikaitkan wawasan dan kiprah di masa lalu yang peduli dan berpihak kepada rakyat; maka “kedekatan dengan konstituen” adalah sifat pribadi yakni: akrab dengan orang banyak, bergaul dengan seluruh lapisan masyarakat, berbaur dengan warga.

Pak Moni dipandang unggul karena rekam jejak dan pengalaman lengkap di lembaga legislatif dan eksekutif. Ini fakta Sejarah, dan hanya dimiliki seorang monianse. Di waktu lalu, ia pernah menjadi aktivis saat mana La Moni muda peduli pada persoalan-persoalan dihadapi masyarakat. Ia juga malang-melintang di organisasi non-pemerintah (Sintesa), dengan program-program pro-rakyat yakni penyediaan air bersih, akses pengobatan warga tidak mampu, dan sebagainya.

Tiga tahun sebagai Wakil Walikota dan dua tahun Walikota masih diingat orang bagaimana ia menyelesaikan sejumlah masalah dan memperbaiki pelayanan publik. Sebut saja beberapa: peningkatan infrastruktur jalan, perbaikan kualitas layanan dan kedaruratan kesehatan, peningkatan akses BPJS, manajemen layanan PDAM, peletakan fondasi permodalan UMKM, keteguhan memperjuangkan hak rakyat di area Bandara Betoambari, pembangunan perpustakaan, fasilitas olahraga, dan lain-lain.

Di sisi lain, Monianse akrab dengan warga kota. Ia terbiasa berbaur di gode-gode, atau di bangku bawah pohon. Warga sering melihat ia tiba-tiba singgah di kerumunan orang yang sedang bermain catur, domino, atau sekedar minum kopi rame-rame. Ia tidak membatasi diri sebagai orang yang harus berada di “area terhormat”. Ia terbiasa keluar dari zona nyaman sebagai orang terpandang, lalu berbaur dengan anak muda, dengan pegiat olahraga, seniman, pemerhati budaya, dan tokoh masyarakat lainnya.

Akhirnya, penentuan berada dalam kekuasaan pemilih melalui pencoblosan Pilwali 27 November 2024. Kepada sosok mana warga kota akan memberikan kepercayaan untuk menjalankan roda pemerintahan, upaya pembangunan, dan pelayanan masyarakat? Akankah kota ini diserahkan kepada figur yang tidak memiliki rekam jejak yang mumpuni? Akankah warga kota menukarkan tanggungjawab memilih yang terbaik dengan sejumlah uang? Penduduk Kota Baubau tentu tidak ingin “terjadi salah urus” karena menyerahkan pemerintahan kepada sosok yang tidak tepat. Waktu lah yang akan membuktikan.***

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Para siswa SMAN 1 Baubau kembali mengikuti kegiatan Pelatihan Jurnalis. Kegiatan ini merupakan ekstrakurikuler yang rutin setiap tahun.

Tahun ini sedikit berbeda, pasalnya pelatihannya dilaksanakan di SMAN 3 Baubau selama tiga hari dari 14 hingga 16 November 2024.

WhatsApp Image 2024 11 14 at 16.25.23

Kepala SMAN 1 Baubau Muh. Radi, S.Pd, M.MPd mengatakan, kegiatan pelatihan Jurnalis telah dijadwalkan setiap tahun sebagai salah satu pengembangan ekstrakurikuler bagi siswa. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak SMAN 3 Baubau yang tutur mendukung kegiatan ini.

Menurut Radi, saat ini pihak sekolah masih melakukan pembenahan fisik. Sehingga beberapa kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan dengan berkolaborasi dengan sekolah lain di Baubau.

"Untuk kegiatan Jurnalis kami kerjasama dengan pihak SMAN 3 Baubau. Sebelumnya juga kami laksanakan kegiatan di pesantren karena kondisi sekolah yang lagi pembenahan," kata Muhammad Radi.

WhatsApp Image 2024 11 14 at 16.25.23 1

Kegiatan ini mendapat sambutan positif pihak SMAN 3 Baubau. Hal ini langsung mendapat apresiasi dari kepala SMAN 3 Baubau La Ode Mustafa, S.Pd.

La Ode Mustafa mengatakan, kegiatan seperti ini sangat banyak nilai positifnya. Bukan hanya sebatas pelatihan, namun juga mempererat tali silaturahmi khususnya bagi para siswa.

"Kami sangat apresiasi kegiatan ini, justru yang model kolaborasi seperti ini harus sering dilakukan. Apalagi bagi para siswa, mereka bisa berinteraksi satu sama lain," kata La Ode Mustafa.

Dalam kegiatan pelatihan, menghadirkan pemateri Wartawan TV Nasional yang membahas seputar dunia jurnalis TV.

WhatsApp Image 2024 11 14 at 16.25.24

Andhy Loppes, jurnalis MNC Media yang diberi kepercayaan sebagai pemateri menuturkan, para peserta diperkenalkan seputar aktivitas jurnalis TV. Mulai dari tehnik membuat berita hingga pembuatan naskah dan editing berita.

"Kita perkenalkan dasar dasarnya, terus kita juga berikan contoh berita. Setelah itu peserta dilatih membuat berita sendiri," kata Andhy Loppes. (Red)

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Para siswa siswi anggota Club Jurnalis SMAN 3 Baubau rutin ikuti kegiatan pembinaan. Agenda rutin ini dilaksanakan untuk melatih para siswa dalam mengenal karya jurnalis.

WhatsApp Image 2024 11 12 at 19.16.47 1

Kepala SMAN 3 Baubau La Ode Mustafa, S.Pd menyampaikan akan terus mendukung peningkatan pembinaan minat dan bakat siswa. Salah satunya adalah Club Jurnalis yang selama ini telah menjadi icon sekolah yang dipimpinnya.

“Kita memberikan dukungan bagi kegiatan siswa yang positif apalagi yang berhubungan dengan peningkatan kreativitas dan inovasi. Semua akan menjadi salah satu wadah mereka meningkatkan keterampilan,” kata La Ode Mustafa.

kamera.jpg

Pembina Club Jurnalis SMAN 3 Baubau Bardin, S.Pd menuturkan, kehadiran ekstra Kurikuler Club Jurnalis sangat diminati para siswa. Bahkan, ada beberapa diantara siswa yang telah membuktikan diri dalam kegiatan lomba hingga tingkat nasional.

“Kegiatan ekstra jurnalis ini memang sangat menarik dan butuh kesungguhan karena memberikan nilai tambah bagi siswa. Keterampilan yang diperoleh di jurnalis ini menjadikan para siswa menjadi percaya diri dan berani berekspresi,” kata Bardin.

Beberapa kegiatn yang dipelajari para peserta ekstra Club Jurnalis adalah bagaimana menjadi reporter, cameramen, editor, narrator dan pembaca berita. Semua diberikan kepada siswa dengan tahapan pembinaan secara terstruktur.

“Para siswa diberikan pengalaman mengenal dunia jurnalis khususnya jurnalis TV. Jadi mereka berlatih menghasilkan karya jurnalis dalam bentuk audiovisual. Seperti berita, documenter dan mereka berlatih untuk melakukan wawancara dan dibuat dalam sebuah tayangan,” tambahnya.

pod.jpg

Aysa Salsa Billa, seorang siswa yang juga anggota Club Jurnalis SMAN 3 Baubau mengaku mendapat banyak pengalaman mengikuti kegiatan jurnalis. Ia juga pernah membuat hasil karya berupa liputan dan film pendek. Bahkan berhasil menjadi juara 1 tingkat Provinsi dan mewakili Sulawesi Tenggara ke tingkat Nasional.

“Banyak yang sudah kami pelajari dan kami punya pengalaman mengikuti lomba. Alhamdulillah berkat Club Jurnalis kami bisa juara 1 lomba dan mewakili Sulawesi tenggara ke tingkat Nasional,” kata Aysa. (Red)

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Badan Perencanaan pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Baubau menggelar Forum Grup Diskusi (FGD) membahas persiapan Kota Baubau menghadapi penilaian Kota Sehat tahun 2025 Selasa (12/11/2024).

WhatsApp Image 2024 11 12 at 18.52.15

Pj Sekda Kota Baubau La Ode Aswad usai membuka kegiatan FGD mengatakan, Kota sehat adalah program yang merupakan lintas sektor yang membutuhkan kerjasama dan kolaborasi dari Forum serta antar OPD. Jadi, semua tatanan yang dihasilkan melalui dukungan inovasi di masyarakat dapat diintervensi oleh OPD yang memiliki korelasi dengan program kerjanya.

“Ini tugas bersama dan harus diberikan dukungan, termasuk keberpihakan pemerintah melalui OPD masing masing. Tentunya yang berkaitan dengan program OPD jika terdapat dalam tatanan penilaian. Ini harus berkolaborasi dengan baik karena untuk kepentingan daerah,” kata La Ode Aswad.

WhatsApp Image 2024 11 12 at 18.52.16 1

Kepala Bappeda Kota Baubau Dr. Dahrul Dahlan, S.STP, M.Si menuturkan, program Kota Sehat menjadi salah satu focus perhatian pemerintah Kota Baubau. Apalagi keikusertaan Kota Baubau dalam penilaian Kota sehat ini sudah berlangsung sejak tahun 2007. Hasilnya, Kota Baubau telah berhasil meraih predikat Padapa, Wiwerda dan Wistara.

Ditambahkan Dahrul, untuk tahun 2025 nanti, Kota Baubau akan kembali berupaya meraih predikat Kota Sehat kategori Wistara dengan indicator penilaian yang lebih ketat.

“Kegiatan FGD ini menjadi bagian penting dalam persiapan Kota Baubau meraih swasti Saba Wistara di Agustus 2025 mendatang. Jadi kita harus mempersiapkan serta memastikan indicator tatanan penilaian kita telah memenuhi syarat,” kata Dahrul Dahlan.

WhatsApp Image 2024 11 12 at 18.52.16 2

Dahrul menambahkan, persiapan dalam pemenuhan indicator tatanan harus melibatkan seluruh OPD termasuk masyarakat yang nanti akan melakukan inovasi di wilayah kecamatan dan kelurahan. Semua harus dipastikan agar distribusi tugas dapat berjalan sesuai harapan. Bila perlu nanti kita akan siapkan apresiasi bagi Kelurahan yang memiliki inovasi.

“Keterlibatan OPD dan masyarakat dalam proses penilaian ini sangat penting. OPD dengan dukungan program yang sesuai tatanan harus mengambil peran. Masyarakat hingga tingkat kelurahan juga diberi motivasi. Kita akan persiapkan apresiasi berupa dana bantuan bagi kelurahan yang berinovasi. Ini sebagai bentuk penghargaan,” tambahnya.

Ketua Forum Kota Baubau sehat Drs. Tamsir Tamim, M.Si mengatakan, pasca FGD ini pihaknya akan melakukan koordinasi terutama dengan pihak OPD yang bersentuhan langsung dengan kegiatan di tatanan penilaian.

“Komunikasi dengan OPD sangat penting karena berkaitan dengan dukungan finansial dalam menopang program. Semua harus berjalan secara bersamaan dan berkolaborasi,” kata Tamsir Tamim. (Red)

La Ode Mustafa, S.Pd : “Ajang Edukasi Tentang Demokrasi Bagi Siswa”

 

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Kegiatan belajar tidak hanya sebatas belajar dalam kelas dengan seabrek teori. Namun, perlu dilakukan pengembangan sesuai dengan situasi dan kondisi. Salah satunya dengan memberikan kegiatan pembelajaran bermuatan demokrasi di sekolah.

WhatsApp Image 2024 11 11 at 17.20.28 2

Kondisi ini terlihat di SMAN 3 Baubau dengan menggelar pemilihan Ketua OSIS dengan menggelar pemaparan visi misi dan debat kandidat. Kegiatan ini diikuti tiga pasang calon ketua dan Wakil ketua OSIS periode 2024 / 2025.

Kepala SMAN 3 Baubau La Ode Mustafa, S.Pd yang juga diberi kesempatan sebagai panelis mengharapkan agar kegiatan seperti ini  dapat memberi pemahaman kepada siswa akan pentingnya demokrasi.

WhatsApp Image 2024 11 11 at 17.20.28

“Kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman siswa dalam mengelola kegiatan organisasi. Termasuk juga memberikan edukasi tentang pentingnya kehidupan berdemokrasi,” kata La Ode Mustafa.

Salah seorang Guru bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan Hajianto, S.Pd menuturkan, kegiatan seperti ini menjadi pengalaman tersendiri bagi para siswa. Bukan saja memahami tentang proses pemilihan pimpinan secara demokratis, namun juga memberi pemahaman akan pentingnya saling menghargai satu sama lain.

“Selain siswa memahami bagaimana tata cara dan proses pemilihan ketua OSIS, yang lebih penting adalah bagaimana para siswa memiliki solidaritas, saling menghargai pendapat orang lain,” kata Hajianto.

Zein Amrullah, Salah seorang siswa yang mencalonkan diri sebagai calon ketua OSIS mengaku senang dan bangga bisa mengikuti tahapan pemilihan ketua OSIS. Ia juga bisa belajar bagaimana menyampaikan pendapat dengan santun dan penuh etika.

“Kita bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini karena banyak makna yang positifnya. Salah satunya kita bisa mengeluarkan pendapat dan mendapat kesempatan untuk berekspresi. Semua ini menambah pengalaman,” kata siswa kelas XI ini.

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Forum Kota Baubau sehat kembali menggelar pertemuan guna menindaklanjuti hasil pendampingan forum kecamatan dan pokja kelurahan sehat Jumat (8/11/2024).

WhatsApp Image 2024 11 09 at 06.34.56 1

Selain ketua, sekretaris dan para koordinator Bidang, juga dihadiri perwakilan tim akselerasi dari Bappeda dan Dinas Kesehatan Kota Baubau. Termasuk para koordinator wilayah masing masing kecamatan.

Sekretaris Forum Kota Baubau sehat Imran Kudus menegaskan, pertemuan ini selain mengevaluasi hasil pendampingan tim Forum Kota Sehat, juga menyatukan komitmen dalam memantapkan berbagai persiapan dalam pembenahan tatanan.

"Kita harapkan pertemuan ini memberikan gambaran tentang hasil pendampingan di forum kecamatan dan pokja kelurahan sehat. Setelah itu kita akan lakukan koordinasi dengan lintas sektor khususnya dengan OPD," kata Imran.

WhatsApp Image 2024 11 09 at 06.34.56 2

Nasrudin, Koodinator bidang pengembangan Sumber Daya Forum kota Baubau sehat menuturkan, salah satu informasi yang ingin diketahui adalah bagaimana setiap forum kecamatan dan pokja kelurahan telah merampungkan dokumen kelembagaan. Selanjutnya juga dilakukan pemetaan potensi dan inovasi disetiap wilayah.

"Kita harus pastikan kelembagaan di Forum kecamatan dan Pokja Kelurahan sudah rampung. Selanjutnya kita juga mendorong pengembangan inovasi dan kampung tematik," kata Nasrudin.

Untuk diketahui, kegiatan penilaian Kota sehat akan kembali dilaksanakan pada tahun 2025. Namun, forum Kota sehat mulai melakukan persiapan dari seluruh item tatanan.

WhatsApp Image 2024 11 09 at 06.34.57

Ketua Forum Kota Baubau sehat Drs. Tamsir Tamim mengatakan, dalam menghadapi penilaian, pihaknya berharap agar mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Baubau melalui peran dari OPD. Pasalnya, kegiatan forum Kota Baubau sehat sebgian besar sejalan dengan program OPD.

"Karena ini sangat berkaitan dengan tatanan penilaian, jadi kita harapkan dukungan dari pemerintah melalui OPD yang sesuai dengan tatanan program kota sehat," kata Tamsir Tamim. (Red)

Oleh : L.M. Azhar Sa’ban, SH., M.IP (Akademisi, Tinggal di Kota Baubau)

Pengalaman ngopi 2 bulan terakhir pindah-pindah di berbagai coffee shop di Baubau ternyata mendapat sensasi nikmat dan seru. Ini terjadi karena semangat pengunjung warkop adalah ngopi dan diskusi bebas membahas Pilwali Baubau yang akan digelar 27 November nanti. Di tempat-tempat itulah orang ketemu teman-teman dan asyik cerita-cerita pilkada, pesta demokrasi tingkat lokal.

Nuansa santai sambil bersenda-gurau sembari ngopi ditemani alunan musik, seperti saat berkunjung di “Uncle Bus” ada pengunjung pegang mike, siap menyanyi tapi diawali pantun. Katanya: “Ke Wakoko memakai topi”. Hadirin berteriak: “cakeeep...”. “Kalo belum ada roko jangan dulu ngopi”. Lalu ada tepuk tangan dan tertawa. Seorang awak warkop itu mempersilakan pengunjung bergantian menyanyi. Tak lupa ia sisipkan pantun juga: “Buah katapi dimakan itik, Sambil ngopi koja politik”. Itulah fenomena pada warga Baubau saat ini. Coba ngopi di “Mister Ken”. Pernah juga di Lamangga Basecamp Lainkali di Rendezvous kawasan Maedani Betoambari, juga di Jangkar area Pos 1, hingga di KPK di Kilo 1, semua diwarnai diskusi-diskusi politik.

Warkop sudah menjadi tempat favorit untuk bersantai bersama teman-teman, banyak di antara penggemar kopi merupakan orang-orang terpelajar. Mereka berpendapat bahwa Kota Baubau membutuhkan sosok Walikota yang mampu mengelola kota 5 tahun kedepan agar lebih maju dan dapat bersaing dengan daerah lain di Indonesia Timur, Dalam hemat mereka, akan sangat disayangkan apabila hasil pilkada nanti hanya menghasilkan seorang pemenang karena alasan uang. Seburuk-buruk demokrasi dalam pemilihan pemimpin adalah ketika besaran uang sebagai money politics menjadi alasan utama menentukan pilihan. Jika kita masih permisif terhadap politik uang, harapan terhadap sistem pemerintahan dan lainnya bersih dari korupsi kian sulit.

Sekedar observasi dan ikut dengar-dengar perbincangan, kelompok-kelompok yang sedang nongkrong menikmati kopi, sambil membahas pilihan 5 paslon Pilwali. Yang dominan dibicarakan menyangkut dua hal penting, yakni “figur dari seorang calon” dan “kedekatan calon dengan masyarakat pemilih”. Pemilih di Baubau semakin dewasa dalam menentukan pilihan. Mereka berpandangan bahwa kelas menengah dan kelas atas pada masyarakat Baubau akan memegang referensi menyangkut Figur dan Popularitas calon pada kontestasi kali ini. Hal ini berbeda pada kalangan bawah yang akan terpecah, sebagian menjatuhkan pilihan dengan melihat kedekatan calon dengan pemilih, sebagian karena alasan “besaran serangan”, dan sebagian lain karena pengaruh para tokoh masyarakat; di mana sang tokoh mengambil posisi, ke situ mereka mengikuti.

Pembahasan semakin menarik sambil menikmati secangkir kopi, dikala pengunjung warkop yang umumnya “paham politik” memberikan pandangan terkait menentukan kemenangan kontestasi Pilwali Baubau. Pertama: rekam jejak (track record) kandidat. Masing-masing calon Pilwali Baubau memiliki rekam jejak atau track record yang menjadi bahan pertimbangan masyarakat. Rekam jejak atau track record adalah catatan mengenai semua hal yang telah dilakukan seseorang paslon di masa lalu.  Tidak mengejutkan apabila sosok yang dibahas berdasarkan rekam jejak kebanyakan menunjuk kepada sosok La Ode Ahmad Monianse, pengalaman lama di LSM, pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kota Baubau, menjadi Wakil Walikota 3 tahun dan Walikota 2 tahun. Kedua: popularitasnya. Popularitas itu sendiri terbangun dari sosok yang dikenal masyarakat, pergaulannya luas dengan berbagai lapisan masyarakat tanpa pilih bulu, dan sifat pribadi sebagai sosok orang baik.

Popularitas belum tentu mencerminkan elektabilitas? Selain itu, pada observasi di beberapa warung kopi, kalangan terpelajar meyakini bahwa mayoritas orang Baubau memandang Monianse memiliki popularitas tinggi dan sebagai konsekuensinya potensial meningkatkan elektabilitasnya dari hari ke hari. Hal ini berdasarkan kedekatan “Bapak Monianse” dengan berbagai lapisan masyarakat, “kalangan bawah” sekalipun. Padahal, kalangan bawah ini merupakan pemilik suara dengan jumlah terbesar di antara lapisan masyarakat.

Hal yang sangat dikenal adalah kebiasaan-kebiasaan sosok yang satu ini yang sering bersilaturahmi dan bergaul dengan berbagai kalangan. Banyak orang menceritakan bahwa yang bersangkutan memiliki gaya hidup yang akrab dengan warga kota, ia kerap kali terlihat duduk-duduk dengan warga masyarakat, jauh sebelum menajdi pejabat.

Hingga kini pembicaraan tentang popularitas figur terus berlangsung, observasi yang dilakukan kepada masyarakat di berbagai tempat, masyarakat di Kecamatan Betoambari, Murhum dan Wolio sudah terbiasa dan tidak heran lagi jika Pak Moni tiba-tiba singgah bergabung dengan orang-orang saat ramai duduk di depan rumah, di gode-gode, di kolong rumah, dan di tempat lainnya. Warga kota telah terbiasa berhadap-hadapan dan berdialog dengan sosoknya yang ramah, humble, dengan sikap dan budi bahasa yang halus diselingi candaan, seperti tidak ada sekat dirinya dengan warga. Ia bukan sosok yang jauh dari warga yang tiba-tiba melakukan pencitraan saat menjadi calon Walikota.

Monianse merupakan sosok populer bukan saja karena ia sering berada di rumah warga yang mengalami kedukaan, mengunjungi kerabat dan teman yang sakit, atau terbiasa menghargai undangan perkawinan, akiqah, baca doa warga yang hendak berangkat ibadah haji, dan lainnya. Ia bahkan terbiasa sejak lama suka tiba-tiba singgah berbaur bersama warga yang tengah bermain catur, main domino, atau sekedar cerita-cerita. Tidak mengherankan, sejumlah orang di Kecamatan Betoambari, Murhum dan Wolio menyatakan bahwa warga di area mereka jatuh hati dengan kepribadian sosok yang satu ini.

Popularitas adalah keadaan disukai, diterima, atau diakui oleh banyak orang. Ada kejadian menarik dari observasi popularitas paslon. Hadir dari perwakilan para pedagang kaki lima keliling membawa proposal rencana kegiatan (event) UMKM.

Pak Monianse, langsung menemui pembawa proposal dan saat itu juga ia membaca dan memberi bantuan. Utusan UMKM itu terkejut dan berfikir, pihak, calon dengan issu “tidak ada uangnya” ternyata “tidak sedikit sumbanganya”. Ketika pulang, 2 orang utusan kelompok UMKM ini saling berbicara: “Betul-betul ini politik dih?, ternyata calon yang divonis tidak ada uangnya justru besar sumbangannya kepada kita”. Kawannya terus menimpali :”Kalo tidak siap uangnya tidak mungkin berani maju. Kalo tidak ada uangnya tidak mungkin banyak menyumbang kepada kelompok-kelompok masayarakat”.

Observasi terus dilakukan, kisah ini hadir dari organisasi wanita islam Kota Baubau, yang mengisahkan  seorang monianse yang meninggalkan patwal dan ajudan demi pelayanan. Kisah yang membuat terharu warga masyarakat adalah saat sebuah organisasi besar di Baubau bernama Wanita Islam berkumpul di Rujab Walikota untuk dilepas Walikota La Ode Ahmad Monianse 3 tahun lalu karena mereka akan berangkat mengikuti event besar di luar daerah. Manakala patwal dan ajudan belum siap di tempat kediaman sementara rombongan Wanita Islam gelisah melihat jam keberangkatan kapal di Pelabuhan Murhum semakin dekat. Dalam situasi itu sang Walikota berhasil keluar dari zona nyaman dengan tidak menunggu lagi patwal dan ajudan siap, ia mengambil sepeda motor dan meluncur menuju rujab. Rombongan terkejut melihat Pak Wali lebih mengutamakan pelayanan kepada mereka dari pada menjaga zona nyaman untuk didampingi ajudan dan patwal dengan risiko kekecewaan pada warga Masyarakat.

Masih terdapat puluhan kisah nyata yang diceritakan warga kota bahwa Pak Moni berteman tak pilih pangkat, bergaul dekat dan melayani tanpa sekat, dan memiliki hubungan dekat dengan berbagai lapisan Masyarakat.

Bukti dan fakta itu merupakan indikator bahwa Monianse lah yang memiliki kedekatan dengan warga masyarakat Kota Baubau. Lantas, bagaimana cerita kedekatan calon-calon lain dengan warga masyarakat? Adakah fakta-fakta seperti yang terjadi dalam hubungan Monianse dengan warga kota? Adakah terdengar cerita dari warga yang cukup berarti tentang itu?. Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.***

 

La Ode Mustafa, S.Pd : “Ekstrakurikuler Jurnalis Bermanfaat Bagi Siswa ”

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Siswa siswi Anggota Club Jurnalis SMAN 3 Baubau kembali mengikuti kegiatan Pelatihan. Pembukaan kegiatan Pelatihan Jurnalis ini menghadirkan Pemateri Jurnalis TV Nasional yang berlangsung di Kampus Hijau SMAN 3 Baubau Kamis (7/11/2024).

WhatsApp Image 2024 11 07 at 18.44.29

Pengawasa Managerial SMAN 3 Baubau Ummi Salamah, S.Pd, M.Pd menyampaikan salut atas kegiatan ini.  Ia mengaku dalam beberapa waktu terakhir telah mengamati kegiatan Ekstrakurikuler ini. Apalagi kegiatan jurnalis di SMAN 3 Baubau telah beberapa kali mengukir prestasi hingga tingkat Nasional.

“Saya sangat apresiasi kegiatan ini karena ini merupakan salah satu kesempatan bagi para siswa untuk meningkatkan inovasi. Semoga dengan kegiatan ini akan terus memacu semangat para siswa untuk meningkatkan minat dan bakat khususnya di bidang Jurnalistik,” kata Ummi Salamah.

Hal senada disampaikan Kepala SMAN 3 Baubau La Ode Mustafa, S,Pd. Ia memastikan kegiatan ekstrakurikuler jurnalis di sekolah yang dipimpinnya itu akan terus diberi dukungan. Apalagi menyaksikan siswa peserta pelatihan sangat antusias. Ia menilai, kegiatan ekstra Jurnalis ini akan memberikan banyak manfaat bagi siswa.

WhatsApp Image 2024 11 07 at 19.24.20

“Saya selaku pimpinan di Sekolah ini selalu memberi motivasi kepada para guru dan siswa dalam meningkatkan minat dan bakat. Salah satunya Ekstrakurikuler Jurnalis ini. Apalagi, kegiatan ini sudah membawa nama baik sekolah hingga tingkat nasional,” kata La Ode Mustafa.

Ia menambahkan, di kegiatan Jurnalis ini para siswa benar benar dibimbing untuk menjadi sosok yang percaya diri dan penuh ide. Karena di jurnalis ini siswa bisa mengembangkan hobby sesuai minat mereka.

WhatsApp Image 2024 11 07 at 19.24.20 1

“Ada yang jadi reporter, cameramen, editor, narrator dan itu semua diajarkan di Jurnalis. Jadi ini peluang besar bagi anak anak untuk mengembangkan diri,” tutur La Ode Mustafa.

Andhy Loppes Eba, yang juga sebagai pemateri dalam kegiatan pelatihan ini mengharapkan kepada peserta untuk memanfaatkan kesempatan dengan baik. Ia mengatakan, para peserta dapat mengambil banyak contoh dari hasil karya jurnalis yang selama ini makin berkembang.

“Banyak contoh yang dapat dijadikan motivasi bagi para peserta dalam kegiatan jurnalis. Sekarang kemajuan teknologi jua membuka peluang  bagi siswa untuk belajar menyaksikan karya jurnalis. Jadi, salah satu harapan kami, agar adik adik peserta mau belajar untuk menghasilkan karya jurnalis. Bisa dimulai dari lingkungan sekolah,” kata Andhy Loppes salah seorang Jurnalis TV Nasional di Baubau. (Red)

Pencarian