
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Para siswa kelas XII SMAN 3 Baubau melaksanakan kegiatan Gelar Karya dengan membuat inovasi Gaun Indah dari Bahan Daur Ulang Sampah. Hasilnya, sangat memukau dan para siswa dinilai sukses menyelenggarakan kegiatan Sabtu (3/5/2025).

Kegiatan gelar karya ini dirangkaikan dengan pelepasan siswa kelas XII dan guru yang memasuki masa purna bhakti.
Kepala SMAN 3 Baubau La Ode Mustafa, S.Pd menyampaikan salut dan bangga atas semangat para siswa dalam menciptakan kreativias. Ia menilai, ini bukan hanya sebatas mencari nilai, namun banyak makna yang tersirat dibalik kegiatan ini.
“Luar Biasa, saya sangat apresiasi kreativitas anak anak, mereka membuat gaun indah dari bahan bekas, ada yang dari botol bekas, plastik, gardus dan menjadi gaun yang indah dan dipamerkan. Ini sekaligus memiliki banyak makna diantaranya barang bekas dapat dimanfaatkan untuk hal yang bermanfaat,” kata La Ode Mustafa.

Selain itu, ia juga berharap, kegiatan ini menjadi motivasi tersendiri bagi siswa lainnya untuk mengembangkan inovasi yang positif dalam kegiatan belajar.
La Eru Ugi, S.Pd, M.Pd selaku ketua Komite Sekolah juga menyambut baik upaya yang dilakukan pihak sekolah. Ia memastikan, pihak orang tua akan mendukung semua program yang memberikan nilai manfaat dan positif.
“Ini sangat kreatif dan kami mewakili pihak orang tua siap memberi dukungan semua program sekolah yang bermanfaat. Ini juga sebagai bentuk perhatian dari para guru untuk kemajuan anak anak,” ujar La Eru yang juga akademisi Unidayan.

Sementara itu, para siswa yang mengikuti kegiatan ini juga menyampaikan rasa senang atas apresiasi yang disampaikan pihak sekolah. Mereka berharap dukungan pihak sekolah terus ditingkatkan untuk program sekolah yang diikuti siswa.
Aprinia, siswa kelas XII mewakili angkatannya mengaku bersemangat mempersiapkan kegiatan gelar karya ini. Sekaligus ia menyampaikan pesan dari rekan seangkatan yang akan tamat tahun ini agar pihak sekolah tetap meningkatkan pembinaan kepada siswa.
“Terima kasih kepada pihak sekolah yang terus mendampingi kami hingga menjelang tamat tahun ini. Semoga para guru tetap semangat untuk membimbing siswa untuk tampil menjadi yang lebih baik di masa depan,” kata Aprinia. (Red)
Terapkan Energi Menyembuhkan dengan Konseling dan Self Healing
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Metode penyembuhan dengan konseling saat ini menjadi salah satu alternative yang memberi solusi bagi kehidupan keluarga. Hal ini telah dilakoni Komunitas Kesehatan Jiwa di Baubau dibawah binaan Ainun Zaujah, S.Sos., M.Si yang juga seorang Penyuluh Agama Islam Kota Baubau sejak 2019.

Ainun Zaujah Memberikan Edukasi dalam sebuah kegiatan Komunitas Kesehatan Jiwa
Menurut Ainun Zaujah, kesehatan jiwa adalah aspek penting dalam kehidupan manusia yang sering kali terabaikan. Namun, dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan jiwa, komunitas kesehatan jiwa semakin berkembang.
Ia berkisah, Komunitas ini diinisiasinya sejak tahun 2014, dimana komunitas ini menjadi salah satu binaan khususnya sebagai Suluh bagi masyarakat. Selain ibu Ainun juga adalah konselor Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) kota Baubau, Penulis buku, pembicara parenting, Praktisi pendidikan dan saat ini menjabat sebagai ketua Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia Wilayah Baubau.
“Motif dari dibentuknya komunitas kesehatan jiwa karena ada sebuah impian untuk mendesain kehidupan sosial yang damai dan harmonis di tengah kondisi renggangnya hubungan batin yang murni dalam ikatan keluarga dan hubungan kemanusiaan. Disini saya menemukan fenomena bahwa akar dari penderitaan manusia adalah keluarga yang broken,” kata Ainun yang juga juara 1 Penyuluh Agama Terbaik ajang Penyuluh Award Tahun 2025 kategori Pendampingan Kelompok Rentan.

Saat menerima Penghargaan sebagai Panyuluh Terbaik pada ajang Penyuluh Agama Award tingkat Provinsi Sultra Tahun 2025
Ainun menilai, Kondisi kesehatan jiwa yang mulai mengemuka sangat terasa sejak hadirnya teknologi dengan kecanggihan piranti internet.
“Ada efek dua mata uang, positif dan negatif. Dampak positif dari teknologi adalah kemudahan akses informasi, komunikasi dan terapi online. Sedangkan dampak Negatif adalah ketergantungan, yang berujung pada isolasi sosial, kecemasan dan depresi. Salah satu pendekatan yang menarik dalam komunitas Kesehatan jiwa adalah dengan memanfaatkan energi positif untuk menyembuhkan.” katanya.
Salah satu upaya untuk mengawal fenomena ini kata Ainun lagi, diterapkan sebuah Energi Menyembuhkan yang merupakan konsep yang mencakup berbagai bentuk terapi dan praktik yang bertujuan untuk memulihkan keseimbangan dan harmoni dalam tubuh dan jiwa.
“Ini bisa berupa terapi energi, terapi salam, terapi salawat, terapi komunikasi qolbu, terapi doa pengikat hati, terapi air, terapi Al-Qur'an. Semua itu adalah beragam praktik yang saya sudah aplikasikan pada klien. Ini menjadi program unggulan dalam komunitas dalam memberikan efek self healing,” tutur Ainun.
Setiap individu kata Ainun Zaujah, memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri dengan bantuan energi positif. Untuk membangun komunitas kesehatan jiwa yang mendukung dengan energi menyembuhkan, beberapa langkah yang telah dilakukan.

“Pertama dengan Pendidikan dan Kesadaran misalnya dengan mengadakan workshop, seminar, tentang kesehatan jiwa dan terapi energy. Ini dapat membantu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan anggota komunitas. Kedua dengan Praktik Bersama yakni dengan Mengadakan sesi terapi dan relaksasi untuk belajar mengelola amarah, membuang sampah emosi dengan menulis jurnal emosi, atau terapi energi positif dengan keikhlasan, kasih sayang, penerimaan dan mendengarkan secara empatik dapat memperkuat ikatan antar anggota komunitas dan meningkatkan efek penyembuhan,” katanya.
Selain itu yang berhubungan dengan Dukungan Emosional dengan Membangun jaringan di mana anggota komunitas dapat berbagi pengalaman dan perasaan mereka dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan mental. Juga melakukan Kolaborasi dengan Profesional dengan Mengundang profesional kesehatan jiwa untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam memberikan wawasan yang lebih mendalam dan membantu anggota komunitas mendapatkan bantuan yang tepat.
“Yang lebih penting lagi dengan kegiatan Hataman Alqur'an 30 Juz untuk memberikan efek ketenangan dan ketentraman jiwa,” imbuhnya.
Di Kota Baubau, komunitas ini memiliki layanan konseling yang bisa diakses oleh masyarakat secara gratis. Hotline yang bisa dihubungi adalah 085242285127. Prosedur untuk mendapatkan layanan adalah, menghubungi admin, menyepakati jadwal janji temu, baik online maupun offline. Komunitas ini telah memiliki 10 SDM Konselor produktif yang bisa membantu siapa pun juga untuk mendapatkan dukungan psikologis, sosial dan spiritual dengan kompetensi certified konseling kesehatan mental lewat lembaga Faqqih Fiddin.
Manfaat Energi Menyembuhkan dalam Komunitas Kesehatan Jiwa dapat membawa berbagai manfaat, seperti Mengurangi stres dan kecemasan, Meningkatkan kesadaran dan penerimaan diri, Memperkuat ikatan sosial dan komunitas serta Meningkatkan kemampuan menyembuhkan diri sendiri. (Red)
H. Mansur, S.Pd., MA : "Prestasi ini hasil kerja keras dan dedikasi yang Membanggakan"
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Satu lagi kebanggaan Kota Baubau yang dipersembahkan Para penyuluh Agama dalam Ajang Lomba Penyuluh Agama Islam Award Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025. Pemberian Anugerah diselenggarakan Kementrian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pada ajang ini , 3 penyuluh Agama Kota Baubau berhasil meraih Juara 1 untuk tiga kategori. Ainun Zaujah, S.Sos, M.Si (Juara 1 Kategori Pendampingan Kelompok Rentan), Nurhidayat, S.Sos.I (Juara 1 Kategori Penguatan Moderasi Beragama) dan Srie Nur Ramadhana (Juara 1 Kategori Metode Penyuluhan Baru).
Selain juara 1, penyuluh agama Kota Baubau juga meraih juara 2 dan juara 3 untuk dua kategori. Juara 2 diraih Rahmawati S.Sos (Kategori Pendampingan Hukum) dan Rosnaini, S.Sos (Kategori Peningkatan Literasi Alquran). Sedangkan juara 3 diraih Sarlina, S.Sos (Kategori Kesehatan Masyarakat) dan Zafia Salim, S.Sos.
Ajang Penyuluh Agama Islam Award 2025 berperan penting dalam membangun kesadaran keagamaan masyarakat. Para penyuluh Agama Islam harus aktif menyelesaikan berbagai persoalan sosial, dengan kompleksitas persoalan umat karena perubahan zaman.
Prestasi para penyuluh Agama Islam Kota Baubau ini juga mendapat apresiasi dan kebanggaan khusus Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Baubau H. Mansur, S.Pd, MA.
Ia menilai, prestasi ini merupakan salah satu bentuk dedikasi yang patut diapresiasi. Ia juga menyampaikan selamat atas keberhasilan para penyuluh Agama Kota Baubau.
“Prestasi ini sangat membanggakan dan ini hasil kerja keras, dedikasi, dan kontribusi luar biasa dari para penyuluh Agama Islam Kota Baubau. Semoga ini bisa mendorong semangat para penyuluh agama Islam kota Baubau untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan dengan cara meningkatkan kemampuan mengadopsi metode penyuluhan yg lebih relevan dan adaptif,” kata H Mansur.

Ia menaruh harapan bagi Penyuluh yang akan mengikuti seleksi tingkat Nasional untuk menunjukkan keunggulannya dalam berbagai aspek terutama penguasaan materi keagamaan. Selain itu metode penyuluhan dan yang terpenting apa dampak nyata yang dihasilkan di tengah masyarakat hingga mampu meraih prestasi di tingkat Nasional.
Ainun Zaujah, S.Sos, M.Si, salah satu dari 3 peraih Juara 1 mengatakan, ia dan dua rekannya akan melanjutkan perjuangannya mengikuti seleksi administrasi di tingkat nasional.
“Peserta lomba yang memenuhi kriteria oleh panitia pusat akan diundang untuk mempresentasikan karya tulis ilmiahnya di Kementerian Agama Republik Indonesia,” tutur Ainun Zaujah Peraih Juara Katagori Pendampingan Kelompok rentan.
Informasi yang dihimpun Media ini, pendaftaran Lomba Penyuluh Award tingkat nasional dimulai tanggal 5 hingga 16 Mei 2025. Para peserta harus menyiapkan kelengkapan dokumen yang terdiri dari karya tulis Ilmiah, video dan portofolio. (Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Kunjungan Kerja di Kota Baubau Sabtu (12/4/2025). Kunjungan kerja ini adalah kegiatan perdana yang dirangkaikan dengan Sosialisasi AD/ART DWP.

Pelaksana tugas ketua DWP Kota Baubau Ny. Wa Ode Suminarni Fasikin mengatakan, meskipun persiapan yang dilakukan hanya dua hari, namun berkat kekompakan pengurus DWP Kota Baubau kunjungan kerja ini berjalan dengan baik.
“Kami sangat berterima kasih kepada Ketua dan Pengurus DWP Propinsi Sultra yang memberi kepercayaan kepada kami untuk menjadi lokasi kunjungan kerja perdana. Sekaligus memberikan penjelasan tentang AD/ART Dharma Wanita. Kami akan terus berkomitmen untuk tetap berkolaborasi demi kemajuan daerah,” kata Wa Ode Suminarni.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Baubau Ny. Hj. Sitti Aryati Yusran yang juga Penasehat DWP Kota Baubau memberi apresiasi atas kunjungan kerja ini. Ia sebagai penasehat juga akan berupaya membangun sinergitas dengan DWP untuk mendukung kemajuan di Kota Baubau.

“Saya apresiasi kegiatan kunjungan kerja ketua DWP dan selaku penasehat saya juga mengharapkan sinergi semua pihak untuk membangun daerah. Tentunya banyak hal yang bisa jadi komitmen khususnya kegiatan pembinaan keluarga dalam mempersiapkan generasi yang berkualitas,” kata Ny Sitti Aryati Yusran.
Ketua DWP Provinsi Sulawesi Tenggara Ny. Hj Wa Ode Munanah Asrun Lio menaruh harapan kepada seluruh pengurus DWP Se Sulawesi Tenggara agar dapat memberikan peran dalam mendukung program organisasi DWP. Salah satunya dengan berkomitmen dalam mendukung suami dalam menjalankan tugas. Selain itu juga berperan dalam melahirkan generasi yang berkarakter di tengah hempasan kemajuan teknologi.
“Saya berharap kepada seluruh pengurus DWP agar bisa mengambil peran baik sebagai Ibu, Istri untuk tampil menjadi seorang penggerak dalam melahirkan generasi emas. Karena ibu adalah madrasah pertama bagi pendidikan dan pembinaan anak,” kata Ny Hj Wa Ode Munanah.

Di akhir kegiatan, dilanjutkan dengan sosialisasi AD / ART Dharma Wanita yang diharapkan dapat dipahami oleh seluruh pengurus. Paslanya, ada beberapa perubahan dalam AD /ART untuk menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan (Red)
6 Bus Untuk Melayani 4 Destinasi Wisata di Baubau
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Pemerintah Kota Baubau melalui inovasi DInas Perhubungan menyiapkan Program Bus Gratis spesial Lebaran. Ada 6 Bus disiapkan untuk masyarakat yang hendak berkunjung di beberapa destinasi wisata. Bus gratis ini melayani masyarakat selama dua hari mulai tanggal 2 hingga 3 April 2025.

Wakil Wali Kota Baubau Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu yang melepas Bus gratis di Pantai Kamali Selasa (2/5/2025) mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu jawaban dari keinginan masyarakat. Khususnya bagi mereka yang memiliki kesulitan ke lokasi wisata karena fasilitas transportasi.
“Semoga ini bisa memberi dampak positif bagi masyarakat. Tentunya apa yang menjadi hal positif yang bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat akan kami dukung. Salah satunya dengan menyiapkan bus gratis di momen Lebaran untuk masyarakat,” kata Wa Ode Hamsinah Bolu.
Wa Ode Hamsinah menambahkan, pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak untuk menemukan format apa lagi yang dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat. Pada prisinsipnya hal yang dapat meningkatkan perhatian kepada masyarakat. baik dari sisi ekonomi maupun hal lain yang menurut masyarakat juga sangat dibutuhkan.
Kadis Perhubungan Kota Baubau Arlis, S.Pd, M.Pd menuturkan, program Bus gratis ini awalnya hanya direncanakan sehari. Namun, karena animo masyarakat sangat tinggi maka disepakati untuk memberikan pelayanan selama dua hari.

“Tadinya kita siapkan 4 bus untuk melayani masyarakat satu hari saja. Tapi karena animo masyarakat yang antusias, kami programkan selama dua hari dan menyiapkan 6 unit Bus gratis,” kata Arlis.
Arlis juga mengisyaratkan, program ini tidak menutup kemungkinan dilaksanakan juga diluar momen Lebaran. Misalnya dalam momen perayaan atay hari penting lainnya.
“Bisa saja nanti kita akan laksanakan program ini diluar momen lebaran. Tinggal kita lihat seberapa besar nilai manfaatnya bagi masyarakat,” tambah Arlis.
Ibu Idhayati, warga Baubau menilai program ini sangat positif dan bisa memberi dampak yang bermanfaat bagi masyarakat. salah satunya bagi mereka yang selama ini jarang ke lokasi wisata karena masalah trasnsportasi.

“Ini bagus karena orang jarang juga berkunjung ke lokasi wisata. Tapi mungkin kalau bus gratis mereka mau untuk berkunjung. Selain itu mungkin saat kunjungan masyarakat akan memberi manfaat bagi penjual panjual di lokasi wisata saat mereka berkunjung,” kata Idhayati. (Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Forum Kota Sehat Kota Baubau menggelar Rapat Kerja (Raker) di hotel Galaxi Inn Kamis (27/3/2025). Raker yang mengusung tema bersama mewujudkan budaya masyarakat yang bersih, nyaman, aman dan sehat tersebut dibuka secara resmi Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu menyampaikan kepada forum Kota Sehat Kota Baubau agar tetap menjaga komitmen bekerja, kolaborasi dan inovatif. Ia juga menaruh harapan agar Forum Kota sehat menjadi motor penggerak dalam menumbuhkembangkan kecintaan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman.
"Saya apresiasi dan sekaligus menaruh harapan kepada Forum Kota Baubau sehat, khususnya mengedukasi masyarakat bagaimana menciptakan kondisi kota yang bersih, sehat, nyaman, aman, serta layak sebagai tempat tinggal dan tempat bekerja bagi warganya," kata Wa Ode Hamsinah bolu.
Ketua Forum Kota Baubau sehat Drs. Tamsir Tamim, M.Si mengatakan, program Kota sehat membutuhkan kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat. Sebab, tatanan penilaian membutuhkan peran masyarakat termasuk OPD.
"Menghadapi penilaian Kota sehat, banyak yang harus disiapkan. Ini butuh peran semua pihak. Mulai dari OPD, pihak swasta dan seluruh komponen masyarakat," kata Tamsir Tamim.
Tamsir menambahkan, pasca rapat kerja diharapkan akan ada rapat koordinasi yang dihadiri seluruh stakeholder baik pemerintah, swasta dan masyarakat.

Kepala Bappeda Kota Baubau Dr. Dahrul Dahlan memaparkan, program kota sehat sangat sesuai dengan target kinerja 100 hari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau. Dalam hal ini perencanaan pembangunan harus diterjemahkan dengan partisipasi aktif masyarakat.
“Semua elemen masyarakat harus mengambil peran, salah satunya dalam program kota sehat ini harus berkolaborasi dengan semua potensi yang ada di masyarakat. Kegiatan edukasi juga harus dilakukan di tengah masyarakat,” kata Dahrul Dahlan.
Kepala Dinas kesehatan Kota Baubau dr. Lukman, Sp.PD menyampaikan, dalam penyelenggaraan kota sehat, pihaknya juga mengharapkan peran seluruh puskesmas untuk mengambil bagian. Terutama membantu dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Seluruh puskesmas kami sudah menyatukan komitmen untuk memberikan kontribusi dalam mendukung pelaksanaan Kota sehat. Mulai data yang dibutuhkan untuk memenuhi dokumen penilaian hingga peran dalam keterlibatan menciptakan masyarakat yang sehat dan mandiri,” katanya.
Yasir, dari Forum Kecamatan Kokalukuna juga menyarankan agar pembahasan tentang Kota sehat harus lebih fokus. Sehingga benar benar dapat menghasilkan target sesuai harapan.
"Harus lebih fokus dibahas dan melibatkan semua elemen, agar kita bisa kompak dalam menentukan langkah. Jadi harus pada tataran action bukan teori lagi. Jadi harus ada komitmen kebersamaan kita semua mulai dari pemerintah hingga masyarakat," kata Yasir.
Raker dirangkaikan dengan diskusi antara peserta dan para narasumber. (Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Alumni SMP Negeri 1 Baubau Angkatan 2000 menggelar kegiatan bakti sosial menjelang Idul Fitri. Kegiatan ini dalam bentuk berbagi paket lebaran dan uang tunai ke masyarakat yang membutuhkan di wilayah kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu 23 Maret 2025.

"Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acaran reuni Alumni SMP Negeri 1 Baubau Angkatan 2000. Puncak acaranya akan digelar di Sunset Resort, Pantai Lakeba, pada 5 April 2025," ujar Ketua Ketua Panitia acara reuni SMP Negeri 1 Baubau, Musdar.
Di kegiatan baksos ini, Alumni SMP Negeri 1 Baubau Angkatan 2000 membagikan paket lebaran sebanyak 60 Paket ke Warga yang membutuhkan dengan cara Door to door.
"Selain itu juga, kami berikan paket lebaran ke tukang becak, tukang gerobak dan petugas kebersihan di Baubau," tambah Musdar

Musdar menambahkan, pihaknya ingin reuni ini bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang menebar manfaat bagi sesama.
"Kami ingin reuni ini tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga momen untuk berbagi dan peduli kepada masyarakat dan para alumni itu sendiri," ujarnya
Selain pembagian Paket lebaran, rencananya akan di gelar penyerahan bantuan sembako di sejumlah Panti Asuhan di Kota Baubau, Selasa 25 Maret 2025 mendatang.

Selain itu, pemberian sembako ke panti Asuhan juga akan digelar pembagian takjil untuk kepada pengguna jalan.
Seluruh biaya dari pelaksanaan Baksos ini merupakan sumbangan dari Alumni SMP Negeri 1 Baubau angkatan 2000.
Baksos ini merupakan agenda pembuka pelaksanaan Reuni Perak Alumni SMP Negeri 1 Baubau angkatan 2000. (Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Momen bulan Ramadhan dimanfaatkan Umat Islam untuk memperbanyak ibadah. Selain itu memberikan santunan kepada mereka yang layak menerima.
Hal ini juga menjadi rutinitas Alumni SMAN 2 Baubau angkatan 94. Para alumni menamakan diri dengan Gerbong 94 di Bulan Ramadhan tahun 1446 H ini menghimpun dana sukarela untuk berbagi. Para alumni yang berada diluar daerah juga turut berpartisipasi.

Setelah melakukan komunikasi dan menghimpun dana serta bahan sembako, tepatnya Sabtu (22/3/2025) para anggota Gerbong 94 Smada melaksanakan kegiatan berbagi. Beberapa lokasi pantia asuhan dikunjungi dan menyerahkan sembako dan santunan.
Santi Hardiani, seorang Alumni mengatakan, kegiatan ini telah menjadi rutinitas dan disepakati oleh para alumni. Ia mengharapkan komitmen kebersamaan ini akan terus terjalin. Salah satu nilai manfaatnya selain membantu meringankan beban sesama, juga untuk meningkatkan rasa empati dari alumni.

Lokasi yang disepakati Alumni untuk dikunjungi yakni Panti Asuhan Madinatul Quran, Panti Asuhan / pesantren Al Marhamah, Yayasan Al Ikhlas, dan sebagian paket disalurkan alumni.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah menjadi jadwal Gerbong Smada 94 setiap tahun. Kami berkomitmen untuk menjalin silaturahmi dengan teman teman. Semoga apa yang kami lakukan ini bermanfaat bagi sesama yang membutuhkan. Terlebih untuk meningkatkan rasa empati dari Alumni,” kata Santi.
Hj Masmin, mantan Guru SMAN 2 Baubau menyampaikan salut dan bangga atas inisiatif para murid muridnya itu. Bahkan, hingga saat ini, anak anak didiknya itu terus menjalin silaturahmi dan masih tetap menghormati para guru mereka.

“Masha Allah luar biasa, semoga saya umur panjang bisa menyaksikan terus kebersamaan alumni Smada 94 dalam berbuat kebaikan. Semoga selalu mendapat bimbingan dari Allah SWT dan tetap istiqomah hingga dapat karomah,” harap Hj Masmin dalam grup Alumni Smada 94.
Bardin, S.Pd, seorang Alumni Smada 94 juga menyampaikan salut atas semua program yang dilaksanakan. Bahkan, bukan hanya momen ramadhan dan Idul Fitri. Namun, para alumni rutin berkomunikasi dalam keseharian utamanya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Saya apresiasi teman teman yang tetap konsisten meluangkan waktu untuk mempererat kebersamaan. Kami mungkin ada yang jarang bergabung, tapi peran dan partisipasi tetap dikomunikasikan. Dan itu tidak mengurangi kebersamaan kami. Semua saling memahami kesibukan masing masing,” tutur Bardin. (Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Untuk mewujudkan daerah yang maju sesuai arah kebijakan pembangunan membutuhkan sinergi yang baik seluruh OPD. Hal ini menjadi salah satu focus pembahasan dalam Forum lintas OPD yang digelar Bappeda Kota Baubau Jumat (21/3/2025).

Kegiatan ini berlangsung di Aula Bappeda Kota Baubau yang dibuka Pj Sekda La Ode Fasikin dan dihadiri para pimpinan OPD lingkup pemerintah Kota Baubau.
Pj Sekda Baubau La Ode Fasikin mengatakan, pertemuan ini sangat penting untuk menyatukan komitmen terkait program pembangunan Kota Baubau. Masing masing OPD harus memberi kontribusi dan peran sesuai dengan tupoksi yang telah ditetapkan dalam aturan.
“Ini sangat penting, semua OPD harus bersinergi dalam mendukung visi misi pemerintah dalam hal ini Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau. Sehingga forum OPD ini penting untuk diselenggarakan. Setelah itu kita akan mengetahui sejauh mana peran OPD sesuai dengan tanggung jawabnya dalam pencapaian kinerjanya,” kata La Ode Fasikin.
Ia juga mengharapkan kepada para kepala OPD untuk mengarahkan para perencananya untuk benar benar mempersiapkan rancangan yang pro rakyat. Sehingga apa yang dilaksanakan pemerintah sesuai dengan harapan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Baubau Dr. Dahrul Dahlan menyampaikan, kegiatan ini sudah dipersiapkan dan masing masinig OPD. Pihaknya juga telah mendistribusi program setiap OPD serta program yang menjadi tolak ukur kinerja OPD.
“Jadi ini berkaitan dengan capaian indicator kinerja OPD yang harus disesuaikan dengan Indikator Pembangunan Daerah. Sehingga forum ini butuh masukan dari semua OPD untuk penajaman target capaian kinerja,” kata Dahrul Dahlan.
Dahrul menambahkan, capaian target di awal tahun ini termasuk bagaimana melakukan sinkronisasi program dan alokasi anggaran. Hal ini juga akan menjadi bahan saat ekspose 100 hari kerja Wali Kota Wakil Wali Kota Baubau. Terutama yang berkaitan dengan Isu strategis kepala Daerah.
“Ada delapan isu strategis Kota Baubau dan harus kita lakukan penyesuaian dengan program perencanaan kegiatan pembangunan. Termasuk lima pilar dalam visi Kota Baubau yakni Baubau Kota Budaya, Ramah, Cerdas, Sejahtera dan Bermartabat,” tutupnya. (Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Ketua dan Pengurus Forum Kota Baubau sehat melaksanakan tatap muka dengan Wali Kota Baubau H Yusran Fahim dan Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu di ruang kerja Wali Kota Senin (10/3/2025).

Pertemuan ini sekaligus perkenalan dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau usai resmi menjabat sebagai pemimpin di Kota Baubau.
Turut hadir kepala Bappeda Kota Baubau Dr. Dahrul Dahlan, S.STP, M.Si, kepala Dinas Kesehatan serta coordinator Forum Kota Baubau sehat.
Ketua Forum Kota Baubau sehat Drs. Tamsir Tamim, M.Si menyampaikan sekilas tentang program Kota Sehat yang telah bertahun tahun berjalan. Sekaligus melaporkan persiapan Kota Baubau dalam menghadapi penilaian Kota sehat tahun 2025.

“Kami berterima kasih karena telah diterima langsung oleh Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota hari ini. Sekaligus sebagai perkenalan dengan pengurus Forum dan melaporkan persiapan Kota Baubau menghadapi penilaian Kota Sehat tahun 2025,” kata Tamsir Tamim.
Hal senada disampaikan Kepala Bappeda Baubau Dr. Dahrul Dahlan. Ia mengungkapkan perencanaan pembangunan daerah salah satunya dalam bidang kesehatan. Hal ini membutuhkan dukungan dan support dari kepala Daerah untuk melalui peran OPD. Selanjutnya akan bersinergi dengan masyarakat sesuai dengan tatanan penilaian.
“Dukungan dari Pimpinan Daerah sangat penting untuk memberi support dalam persiapan penialaian. Khususnya yang melibatkan OPD sehingga terdistribusi tugas sesuai dengan tatanan penilaian,” kata Dahrul Dahlan.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Baubau dr. Lukman, Sp.PD menyampaikan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan kelengkapan dokumen. Terutama yang ada di masing masing OPD yang sesuai tatanan penilaian.
“Saat ini tengah dilakukan komunikasi dengan setiap OPD untuk mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan. Kami sudah menyampaikan ke masing masing OPD yang dibutuhkan dokumennya. Setelah itu akan dikomunikasikan dengan Forum untuk penginputan.
Wali Kota Baubau H Yusran Fahim bersama Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu menyambut baik persiapan penilaian Kota Sehat tahun 2025. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengajak seluruh pimpinan OPD untuk membahas persiapan penilaian.
“Kita sambut baik rencana ini karena ini bukan sebatas kita mengejar penghargaan, tapi juga melahirkan masyarakat yang memiliki kesadaran akan hidup sehat. Nanti setiap OPD akan berperan sesuai tupoksi yang ada. Kita akan buat surat untuk pertemuan khusus karena ini demi kepentingan daerah kita,” kata Wali Kota Baubau H Yusran Fahim dan Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu. (Red)