Bardin

Bardin

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindingan Anak (DP3A) Kota Baubau terus gencar Kampanyekan Anti Pernikahan Dini atau pernikahan Usia muda. Salah satunya dengan berkeliling ke sekolah sekolah dan membagikan baliho Stop Pernikahan Anak.

Menurut Muhammad Albar, S.Pd, yang juga seorang tenaga pendidik dan penggiat sosial, penikahan usia anak atau di bawah umur tidak dibenarkan secara hukum bahkan di beberapa Negara termasuk di Indonesia. Hal ini katanya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan. Dalam Undang Undang disebutkan usia minimal untuk menikah adalah 19 tahun, baik untuk perempuan maupun laki-laki. Sebelumnya, usia minimal untuk perempuan adalah 16 tahun.

WhatsApp Image 2024 12 11 at 18.03.16

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Baubau mengedukasi Remaja dengan membagi Baliho tentang Dampak Pernikahan Dini

“Namun, pernikahan di bawah umur masih terjadi meskipun ada peraturan tersebut, dan hal ini sering kali disebabkan oleh berbagai faktor, seperti tradisi budaya, tekanan sosial, atau alasan ekonomi,” kata Muhammad Albar Rabu (11/12/2024).

Ia menambahkan, penikahan anak di bawah umur memiliki dampak negatif yang signifikan, baik untuk kesehatan fisik dan mental, pendidikan, maupun kesejahteraan sosial individu yang terlibat.

“Pemerintah dan berbagai organisasi internasional, seperti UNICEF, bekerja untuk mengurangi pernikahan usia anak melalui kebijakan dan program pendidikan, serta advokasi untuk perlindungan hak-hak anak dan Perempuan,” tambahnya.

Pernikahan usia muda sering kali memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan individu dan masyarakat. Beberapa dampaknya seperti kesiapan psikologi dan mental, resiko depresi hingga keselamatan ibu dan anak.

“Karakter setiap anak terbentuk dalam keluarga, maka dalam keluarga tersebut harus betul-betul dibentuk dengan perencanaan. Itulah program dari Lembaga KPAI dan Lembaga terkait lainnya agar menjadi perhatian serius pemerintah saat ini dalam mengawal dan mengedukasi anak demi mencapai masa depan yang baik.  Terlepas dari hal tersebut,  Orang tua juga memiliki peran memberikan pola asuh kepada anak, memcukupi gizi anak, memberikan cinta kasih dan asah yang dibutuhkan dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak,” tuturnya.

La Asmudin, seorang tokoh masyarakat dan penggiat sosial juga menyarankan kepada pemerintah agar menjadwalkan secara berkala kegiatan sosialisasi. Utamanya dengan menghadirkan kalangan remaja, orang tua dan pendidik. Mereka dinilai sangat berperan dalam memberi edukasi kepada anak usia remaja untuk menghindari pernikahan usia dini.

“Saya kira dengan kegiatan pendampingan yang terjadwal oleh dinas terkait akan memberi edukasi. Hadirkan para siswa remaja, kalangan guru dan orang tua. Bila perlu tokoh masyarakat untuk bersama sama membangun komitmen agar bisa memberi pemahaman untuk mengindari pernikahan uasia muda,” kata Asmudin. (Red)

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Baubau terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) berbasis rumput laut.

Seperti yang dilaksanakan bersama PT Temu Ruang Inovasi (Luvtrip) selaku mitra, dengan melaksanakan pelatihan bertajuk “Layanan Proses Sentra Bisnis IKM”. Kegiatan ini digelar pada pekan pertama Desember 2024 di Hotel Mira Kota Baubau.

WhatsApp Image 2024 12 10 at 11.37.50 1

Para peserta pelatihan mendapatkan sertifikat dari Penyelenggara

Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku usaha dalam menyusun perencanaan bisnis (business plan) yang efektif, mulai dari pengelolaan bahan baku, peralatan, sumber daya manusia, hingga analisis biaya operasional.

Fitria Sari, Chief Operating Officer Luvtrip mengatakan, Sebagai langkah awal, pelatihan diawali dengan pengantar tentang pentingnya business plan dalam mendukung keberlanjutan dan daya saing usaha. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada fungsi utama business plan, yaitu sebagai alat untuk merancang strategi usaha yang matang, mengidentifikasi risiko, dan mengoptimalkan sumber daya.

“Selain itu, dijelaskan juga berbagai metode penyusunan business plan, mulai dari analisis kebutuhan hingga implementasi strategi pemasaran,” kata Fitria.

Pada kesempatan itu Fitria Sari memaparkan informasi yang menjelaskan tentang metode penyusunan perencanaan bisnis dengan topik, “Business plan yang baik adalah fondasi bagi keberhasilan usaha, terutama dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat.”

Selama pelatihan, peserta juga mendapatkan pengetahuan tentang berbagai jenis rumput laut, strategi marketing mix, dan pengembangan ide bisnis yang berorientasi pada efisiensi dan hasil yang optimal.

Sebanyak 30 peserta yang terbagi dalam enam kelompok mempelajari metode perencanaan operasional, analisis pasar, dan cara menghitung laba bersih berdasarkan modal usaha yang digunakan. Metode pelatihan yang digunakan bersifat partisipatif, di mana peserta aktif berdiskusi dan mempresentasikan hasil rencana bisnis kelompok mereka.

Produk yang dikembangkan beragam, termasuk roti, bakso, kerupuk, dan cincau berbahan dasar rumput laut, serta produk lain seperti ikan asap kaleng dan kue tradisional berbahan dasar ubi.

Pendekatan interaktif ini memungkinkan peserta langsung mengaplikasikan teori yang dipelajari, sembari menerima umpan balik konstruktif dari sesama peserta.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Baubau, H. La Ode Ali Hasan, menyampaikan optimismenya. Ia menilai upaya ini akan memberikan harapan bagi peningkatan ekonomi. Apalagi bisa mengarahkan kaum ibu untuk menjadi pengusaha yang hebat.

“Saya optimis ibu-ibu akan mampu menjadi pengusaha hebat, sehingga juga mampu mendorong lapangan pekerjaan untuk warga sekitar.” Ungkap La Ode Ali Hasan.

Pada kegiatan ini, seluruh peserta menerima sertifikat penghargaan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Baubau dan Luvtrip. Para peserta menyatakan rasa bangga atas pencapaian mereka selama pelatihan ini dan berharap mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha mereka lebih jauh.

Al Takdir Badari CEO Luvtrip berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menopang dna mendukung pengembangan IKM di Baubau. Ia meyakini, banyak potensi yang bisa dikembangkan jika mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak khususnya pemerintah daerah.

“Kita melihat begitu banyak potensi IKM di darerah ini dan ini sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Tinggal bagaimana dukungan dari semua pihak khususnya pemerintah daerah. Jika ini diberikan dukungan, pasti akan memberi peluang bagi pengembangan IKM di daerah ini,” kata Al Takdir Badari Selasa (10/12/2024).(Red)

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Sosialisasi Pelestarian naskah kuno memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya, ilmu pengetahuan, dan sejarah suatu bangsa.

Hal ini menjadi pembahasan khusus dalam kegiatan Sosialisasi Pelestarian Naskah Kuno yang digelar di Perpustakaan Daerah Kota Baubau Kamis (5/12/2024). Kegiatan ini menghadirkan para budayawan Buton termasuk mengundang para siswa SMA.

WhatsApp Image 2024 12 05 at 11.14.40

Pj Sekda Kota Baubau La Ode Aswad, S.Sos, M.Si mengatakan, naskah kuno yang ada di negeri Buton adalah warisan leluhur yang merupakan bukti jati diri masyarakat khususnya di negeri Buton. Ia berharap agar semua pihak berkomitmen melestarikannya.

“Naskah kuno ini sebuah jati diri dan ini hasil karya leluhur. Mari menghargai hasil karya ini karena ini juga sekaligus membuka peluang yang dapat dikaji dan dimanfaatkan untuk setiap kegiatan masyarakat. Ini juga bisa meningkatkan nilai nilai cultural,” kata La Ode Aswad.

Aswad menambahkan, naskah kuno yang ditulis dalam bahasa lokal atau aksara tradisional, merupakan sumber informasi berharga yang mencerminkan cara berpikir, adat istiadat, dan pengetahuan masyarakat di masa lampau.

WhatsApp Image 2024 12 05 at 10.18.33

Dr. L.A. Munafi, S.Pd, M.Si seorang budayawan Buton menilai, naskah kuno merupakan refleksi dari kehidupan dan karakter suatu masyarakat atau bangsa. Melalui naskah kuno ini diperoleh informasi penting yang terjadi dan berisi tentang peradaban yang bisa memperkaya sejarah.

“Dari naskah kuno kita bisa menemukan informasi yang terjadi di masa lalu. Ini bisa kita sebuat sebagai refleksi dari kehidupan dan karakter suatu masyarakat,” kata L. A Munafi yang juga akademisi.

Akademisi lainnya Hasaruddin menuturkan, untuk naskah kuno perlu komitmen dan kerjasama semua pihak untuk melestarikannya. Sebab, pelestarian naskah kuno akan membantu masyarakat dalam menggali sejarah.

“Perlu semangat dan kerjasama dari stake holder untuk memasyarakatkan manfaat dari naskah kuno dan ini sangat penting,” kata Hasaruddin.

Drs. Musafiu yang juga seorang guru sejarah SMA di Baubau menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Menurut dia, naskah kuno merupakan salah satu sarana pembelajaran bagi generasi muda termasuk siswa. Naskah kuno perlu dilestarikan dengan Semangat yang tinggi dengan tahapan pendataan, pemetaan, konservasi / restorasi dan alih media.

“Kegiatan ini perlu ditindak lanjuti dengan perencanaan dan pelaksanaan yang rutin sehingga siswa bisa mencintai naskah kuno yang ada di daerah kita. Masyarakat kota Baubau memiliki sejumlah naskah kuno yang perlu di lestarikan dan ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi siswa,” kata Musafiu Kamis (5/12/2024). (Red)

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kembali menjadwalkan Lomba baca Kabanti dalam Festival Kabanti tahun 2024. Agenda kegiatan dijadwalkan mulai Tanggal 13 Desember 2024.

WhatsApp Image 2024 12 05 at 17.00.35 1

Kegiatan ini telah jadi agenda tahunan dan mendapat apresiasi dan tanggapan positif dari berbagai lapisan masyarakat. Rencananya lomba akan diikuti oleh Kategori Pelajar dan Umum peserta putra dan putri.

Panitia pelaksana yang diwakili Amsia Nduiya yang juga seorang pamong Budaya Ahli Muda mengatakan, pada dasarnya pelaksanaan lomba kabanti ini sebagai bentuk pelestarian naskah yang sudah terancam punah, sehingga perlu diingatkan kembali kepada generasi muda.

WhatsApp Image 2024 12 05 at 16.58.17 2

“Generasi kekinian hampir sudah tidak tahun lagi apa itu kabanti karena sudah sangat sedikit yang  melantunkan kabanti di era globalisasi ini. Karena itu kami dari Dikbud melalui bidang kebudayaan menyelenggarakan festival kabanti di tahun 2024 ini,” ujar Amsia Nduiya Kamis (5/12/2024).

Amsia menambahkan, sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada peserta khususnya yang keluar sebagai juara, pihaknya telah menyiapkan hadiah total Belasan Juta rupiah. Namun, ia menambahkan hal yang terpenting adalah sisi pelestariannya.

WhatsApp Image 2024 12 05 at 16.58.17 1

Sitti Asniar Arifuddin, S.Pd, seorang guru SMP di Kota Baubau menyampaikan apresiasi terkait  kegiatan Festival Kabanti ini. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah dan upaya dalam pelestarian bahasa dan budaya lokal. Selain itu untuk edukasi tentang nilai nilai budaya leluhur.

“Saya sangat apresiasi kegiatan ini karena banyak manfaatnya. Selain melestarikan bahasa dan budaya lokal yang hampir punah, juga sebagai pembangkit semangat generasi muda agar termotivasi dan bangga mencintai budaya daerah. Selain itu menjadi media pembelajaran kreatif bagi siswa yang menghubungkan mereka dengan tradisi dan nilai nilai budaya leluhur,” kata Sitti Asniar Arifuddin guru SMPN 12 Baubau.

WhatsApp Image 2024 12 05 at 16.58.17

Hal senada disampaikan Ibu Hanisa, seorang penggiat sosial Kota Baubau. Ia bahkan berharap kegiatan ini jangan hanya dilaksanakan sekali dalam setahun. Agar Kabanti lebih memasyarakat dan menumbuhkan kecintaan generasi.

“Semoga ke depan minimal dua kali setahun diadakan, pertama untuk kaderisasi pencinta dan pembaca kabanti yang hari ini semakin langka dan yang kedua agar syair kabanti semakin memasyarakat sehingga semua kalangan diharapkan bisa menghafalkannya,” kata Hanisa.

Ditempat terpisah, Pj Sekda Kota Baubau La Ode Aswad, S.Sos, M,Si mengharapkan, kekayaan Budaya peninggalan Leluhur negeri ini harus terus menjadi kebangaan dan harus dihargai sebagai jati diri khususnya bagi kalangan generasi muda. Selain itu akan memberi peluang untuk melakukan kajian untuk peningkatan nilai nilai kultural.

“Kita harus menghargai hasil karya leluhur, termasuk Kabanti yang berisi nasehat dan petuah dari para pendahulu negeri ini. Harus terus diperkenalkan agar menjadi bahan pembelajaran generasi sehingg bisa menjadi bagian dari pelestari budaya lokal,” harap  La Ode Aswad.

Informasi dari panitia pelaksana, para peserta lomba tidak hanya datang dari Kota Baubau, namun jugua diberikan kesempatan kepada peserta dari luar Kota Baubau. Beberapa naskah Kabanti yang akan diperlombakan diantaranya Kabanti Bula Malino, Bunga Malati, Anaana Maelu dan Kanturu Mohelana. (Red)

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Majelis Adat Kerajaan Nusantara mengundang Sultan Buton untuk menghadiri festival Adat kerajaan Nusantara (FAKN). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 14 hingga 15 Desember 2024 di Solo.

WhatsApp Image 2024 12 03 at 07.51.45

Sesuai undangan resmi dari DPP Majelis adat kerajaan Nusantara tanggal 15 November 2024 tertulis undangan ditujukan langsung kepada sultan Buton 41 PYM Ir. H. La Ode Muhammad Syamsul Qamar. M.T. IPU.

Surat tersebut ditandatangani langsung Ketua Umum DPP MAKN YM Dr. KPH. Eddy Wirabhumi, SH, MM (Keraton Kasunanan Surakarta) dan sekretaris Jenderal YM Dra. Hj. RA MGAD Yani WSS Kuswodidjoyo (Penganggeng Kesultanan Sumenep).

Kegiatan FAKN ini juga sekaligus dirangkaikan dengan musyawarah agung II MAKN yang akan dihadiri seluruh kerajaan Nusantara dan kesultanan, juga sekaligus dirangkaikan dengan karnaval budaya se-nusantara.

Khusus kesulitanan Buton, informasinya akan menurunkan sekitar 50 peserta. Selain itu juga ditambah dengan peserta karnaval budaya dari daerah daerah eks kesultanan Buton yang siap bergabung pada pelaksanaan di solo.

Saat ini para peserta sudah mulai bertolak dengan menggunakan kapal Pelni menuju Surabaya dan transit beberapa hari di mess Pemda Sulawesi tenggara di Surabaya. Selanjutnya akan melanjutkan perjalanan menuju lokasi kegiatan di Kota ke solo dengan menggunakan bus.

La Ode Fasikin, yang juga menjabat sebagai Lakina Kalende menyampaikan, kegiatan ini menjadi salah satu bukti apresiasi untuk Kesultanan Buton yang sejak lama mempertahankan nilai nilai kearifan lokal. Ia berharap, momen ini menjadi bahan edukasi juga kepada generasi muda khususnya di negeri Buton dan Sulawesi Tenggara.

“Kita patut mengapresiasi kegiatan budaya dan sebagai bagian dari Kesultanan Buton, kita harus menjaga kelestarian warisan budaya dan adat. Apalagi kita mendapat pengakuan dari Kerajaan Nusantara,” ujar La Ode Fasikin. (Red)

“ Dr. Dahrul Dahlan, S.ST, M.Si” : Tahun 2025 Mulai DIalokasikan

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Pemerintah Kota Baubau akan memberi apresiasi bagi kecamatan dan kelurahan jika mampu membuat terobosan yang inovatif.

Hal ini disampaikan Kepala Bappeda Kota Baubau Dr. Dahrul Dahlan, S.STP, M.Si. Ia mengatakan, saat ini pihak pemerintah benar benar akan melihat kinerja nyata khususnya pemerintah Kecamatan dan kelurahan dalam menggerakkan masyarakat untuk berinovasi.

benteng terluas di dunia

Lokasi Wisata Budaya Benteng Keraton Kesultanan Buton di Kota Baubau

Kata Dahrul Dahlan, inovasi tersebut akan diapresiasi dengan memberikan insentif fiskal bagi Kelurahan maupun Kecamatan  yang mampu berinovasi. Soal anggaran, sudah disiapkan langsung dari alokasi anggaran  APBD.

“Kita akan focus pada upaya bagi kelurahan atau Kecamatan  yang mampu berinovasi dalam tiga hal, pertama upaya mengurangi timbunan sampah, pengurangan angka stunting dan ketiga menurunkan angka kemisikinan ekstrim terhitung sejak januari 2025,” kata Dahrul Dahlan.

Untuk nominal apresiasi yang disiapkan tambah Dahrul Dahlan berkisat antara Rp 100 Juta hingga Rp 200 juta per kelurahan.

PJR Sorawolio

Salah satu Lokasi Aktivitas dan Inovasi masyarakat dalam Sektor UMKM di Kecamatan Sorawolio

Evalusi ini akan dilaksanakan hingga menjelang akhir tahun dan akan terus ditingkatkan pada tahun berikutnya jika memberikan progress yang maksimal di masyarakat. Para penerima apresiasi jika  programnya berhasil maka anggaran disalurkan di tahun berjalan paling cepat periode agustus 2025 dan akan terus berlanjut hingga 2026 mendatang.

“Insentif fiskal akan kita berikan sebagai apresiasi di tahun berjalan, jadi diberubahan anggaran akan kita berikan sebagai reward bagi kelurahan dan kecamatan yang bisa menurunkan tiga hal tadi, dan ditahun berikutinya 2026 menjadi insentif fiskal hasil kerja sebelumnya,”ungkap Dahrul lagi.

Untuk itu ia berharap, sejak awal tahun 2025, pihaknya mengharapkan kecamatan dan kelurahan sudah mulai memberikan edukasi dan sosialisasi terkait upaya yang bisa dilakukan sesuai indicator penerima insentif fiskal yang dimaksud.

FORUM KOTA

Raker Forum Kecamatan dan Pokja Kelurahan Sehat Se-Kota Baubau

“Jadi dari mulai awal tahun 2025 sudah bisa melakukan lauching cara-cara bagaimana bisa mengurangkan, kemudian dampaknya di lihat di Desember 2025 itu sudah harus berkurang secara maksimal, dan 2026 akan menjadi kinerja dari hasil tahun sebelumnya,”jelasnya.

Perencanaan Awal, Bappeda Kota Baubau kini tengah mempersiapkan desain untuk pengalokasian anggara untuk insentif fiskal bagi kelurahan beruntung, dan tahun 2025 akan mulai dilakukan penilaian. Bahkan kata Dahrul Dahlan, Nominal tiap kelurahan jumlahnya berbeda, semakin banyak dan efektif inovasi maka nominal insentifnya pun besar pula.

Dahrul menegaskan, insentif fiscal merupakan reward Pemerintah Kota Baubau bagi Kelurahan yang mampu menuntaskan tiga permasalahan dengan inovasi yang memberi perubahan positif di masyarakat terutama soal Kemisininan Ekstrim, Stunting dan Sampah yang menjadi permasalahan urgen di Kota Baubau.

Upaya ini juga sekaligus sejalan dengan harapan pemerintah Kota Baubau untuk menargetkan pencapaian Kota Baubau sebagai Kota sehat kategori tahun 2025 menuju Swasti Saba Wistara. (Red)

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Produksi sampah di Kota Baubau tercatat mencapai 91 ton per hari. Data ini disampaikan Kadis Lingkungan Hidup Kota Baubau Halfiah. Untuk mengantisipasi hal ini, DLH Baubau menghadirkan Bank Sampah dan pengolahan sampah organis di pasar Wameo.

WhatsApp Image 2024 11 23 at 06.30.20

Kadis LH Baubau Halfiah mengatakan, alasan dihadirkannya bank sampah dan mesin pencacah sampah organik di Pasar Wameo karena volume sampah terbesar salah satunya dari Pasar Wameo.

“Dari 91 ton sampah yang dihasilkan Kota Baubau, di pasar wameo ini memproduksi sampah sekitar 15 ton per hari. Jadi kami coba hadirkan bank sampah dan mesin pencacah sampah organic. Salah satunya kita bisa melakukan efisiensi sekitar enam puluh persen,” kata Halfiah.

Bank sampah yang dihadirkan di Pasar Wameo akan memberikan peluang ekonomi kepada masyarakat yang beraktivitas di pasar Wameo.

WhatsApp Image 2024 11 23 at 06.02.37 1

Kata Halfiah, kegiatan ini merupakan salah satu inovasi yang diberi nama Inovasi ‘Sampah Mangkilo’ yang dalam bahasa lokal berarti ‘sampah bersih’.

“Jadi Inovasi Sampah Mangkilo ini adalah Sistem penataan, pengolahan dan pemasaran Bank Sampah TPS3R dan Komposter yang ditempatkan pada satu lokasi. Lokasi terbesar yang memproduksi sampah adalah di pasar wameo. Jadi kita tempatkan disini,” kata Halfiah.

Untuk produksi sampah di Wameo tambah Halfiah, sekitar Sembilan puluh persen adalah sampah organic. Mesin pencacah sampah yang ditempatkan di maweo kapasitasnya sekitar dua ton per hari.

Sementara untuk sampah anorganik, DLH juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk memilah sampah plastik untuk diserahkan ke bank sampah.

“Kita sudah buat daftar harga untuk sampah anorganik baik plastik, kertas dan lainnya dengan harga yang telah ditetapkan. Jadi silahkan dibawa ke bank sampah agar bisa bernilai ekonomi,” ujar Halfiah. (Red)

Oleh: Ade Erdin,

Tokoh Masyarakat (Ketua Majelis Al-Hijrah Kota Baubau, dan Sekretaris Forum Ikatan Persaudaraan Penyandang Disabilitas Kota Baubau) 

Beberapa hari lalu, saya berpapasan dengan salah seorang tim sukses dari salah satu paslon dalam Pilkada Kota Baubau. Kebetulan kami saling mengenal. Di awal perjumpaan, dia segera menanyakan paslon nomor berapa yang saya dukung. Untuk menghindari menjawab langsung pertanyaan tersebut, saya lantas balik bertanya dengan pertanyaan yang serupa.

Mendengar pertanyaan saya itu, dengan begitu antusias dia menjelaskan panjang lebar perihal kelebihan Paslon yang dia dukung. Secara garis besar, dia beranggapan bahwa Cakada yang ia dukung adalah sosok yang religius, karena suka bersedekah melalui agenda jum’at berkah. Kemudian, suka membantu dana pembangunan masjid-masjid di dalam maupun di luar kota. Hal lainnya dibuktikan dengan dukungan dari partai-partai dengan background Islami, imbuhnya. 

Dari penjelasannya di atas, saya menggarisbawahi frasa ‘sosok religius’. Ada begitu banyak pertanyaan dibalik frasa tersebut, jika kita kaitkan dengan konteks realitas sekarang ini. Apakah religiusitas seseorang dapat diukur dari seberapa banyak ia bersedekah? Atau apakah seseorang yang suka bersedekah bisa dikategorikan sebagai seorang yang religius? Apakah amalan sedekah merupakan salah satu tolak ukur kepemimpinan dalam Islam? Ataukah seorang pemimpin daerah bisa dikatakan religius ketika menjadi seorang yang dermawan? Kapan waktu yang baik untuk bersedekah agar bisa dikatakan religius? Metode sedekah seperti apa yang dilakukan agar menjadi sosok religius, secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya yang membuat saya pada akhirnya melakukan observasi dan riset mandiri tentang hal ini.

Dalam teori ilmu jiwa agama dan psikologi Islam, seseorang bisa dikatakan religius jika nilai-nilai agama yang dianut sesuai dengan perilakunya. Sedangkan dalam teori filsafat Islam, akar dari karakter religius dan kemunafikan yaitu kesesuaian antara kata dan tindakan. Jika sesuai antara kata dan tindakan maka bisa diasumsikan bahwa seseorang tersebut cenderung religius, hal ini bisa dibuktikan dengan gelar pertama yang disematkan orang lain kepada Nabi Muhammad saw., adalah al-amin yang artinya dapat dipercaya. Namun, ketika kata dan tindakan tidak sesuai, maka seseorang tersebut dapat dikategorikan sebagai seorang yang munafik. Jadi, jika salah dalam menilai, kita bisa terkecoh oleh salah satunya. Religius atau munafik. 

Maka, untuk menilai para paslon dengan karakter religius yang sebenarnya, agama harus dipahami sebagai nilai-nilai dan spirit religiusitas bukan sebagai simbol atau identitas politik. Dari hasil observasi mandiri yang telah dilakukan, saya mendapati bahwa Cawakot yang unggul dalam karakter religius adalah Cawakot nomor satu, yakni Bapak La Ode Ahmad Monianse. 

Beliau sangat ramah, cerdas, berkredibilitas, lemah lembut dalam berbicara namun tegas dalam mengambil keputusan, dan yang paling membedakan dengan Cawakot lainnya adalah beliau sosok yang sangat mudah untuk dijumpai, begitu dekat dengan masyarakat, juga sangat memanusiakan manusia dari golongan maupun komunitas apapun. 

Hal ini dilakukan bukan saat ini saja, tapi sejak lama. Tidak heran, jika sampai hari ini orang-orang yang berjuang bersama beliau sejak 10-15 tahun lalu masih tetap berdiri disisi beliau, dan tidak pernah berkhianat terhadap beliau. Indikator-indikator ini sangat sesuai dalam teori kepemimpinan Islam, dimana seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat dasar seperti siddiq (jujur), tabligh (menyampaikan), fathanah (cerdas), dan amanah (dapat dipercaya). Seorang pemimpin dalam Islam pun harus memiliki pengikut-pengikut yang loyal dan berdedikasi serta jujur tanpa tendensi negatif. Agar dapat menjalankan roda pemerintahan dengan baik yang sesuai dengan nilai-nilai Islami.

Bapak La Ode Ahmad Monianse juga sangat aktif dan peduli terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan dan kebudayaan. Menurut beberapa narasumber, beliau tidak jarang terlihat di pengajian yang diadakan oleh Ust. Lalu Suharja Hambali. Pak Moni juga merupakan ketua LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an) Kota Baubau.  Belakangan ini terungkap bahwa beliau banyak membantu materi orang-orang secara pribadi dan masih banyak bukti-bukti lainnya yang menguatkan karakter religius yang melekat pada diri beliau.

Mengapa karakter religius yang dimiliki seorang calon kepala daerah penting untuk diketahui pada kontestasi Pilkada Kota Baubau? Hal ini disebabkan oleh latar belakang Kota Baubau sebagai pusat Kesultanan Buton yang masih eksis hingga kini. Sebuah negeri yang dijuluki sebagai negeri khalifatul khamis (khalifah kelima) dengan maksud filosofis sebagai penerus dari kebijakan-kebijakan Khulafaur Rasyidin. Negeri yang penuh dengan irisan budaya dan agama yang begitu kental, dan hanya bisa dipahami oleh masyarakat lokal dengan karakter religius yang dominan.

Jadi, alangkah sungguh sangat disayangkan jika Kota Baubau kedepannya dipimpin oleh orang-orang yang tidak memahami nilai-nilai dan budaya dari negeri ini, sebagaimana hadits Nabi saw., “idza wusidal amru ila ghairi ahlihi fantandziri sa’ah” (jika suatu urusan diserahkan bukan pada ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya). Jangan pernah terkecoh oleh mereka yang hanya menghiasi diri dengan agama untuk kepentingan pribadi semata, karena kita sebagai masyarakat Baubau yang bermartabat, pantas mendapatkan pemimpin yang terbaik.***

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Para guru SMA/SMK se-Kota Baubau mengikuti kegitan Diseminasi Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMAN 3 Baubau Kamis (21/11/2024). Kegiatan ini dilaksanakan oleh SMAN 7 Baubau yang merupakan kerjasama Dinas Pendiikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Putra Sampoerna.  

WhatsApp Image 2024 11 21 at 10.49.43 1

Diseminasi dibuka langsung Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara Johanes Bawondes. Juga disaksikan kepala KCD Dinas Dikbud Sultra Rayon Baubau – Busel, para pengawas dan Kepala SMAN 7 Baubau.

Menurut Johanes,  kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan para guru peserta memiliki peningkatan pengetahuan dan metode dalam menciptakan suasana belajar yang inovatif.

“Kita sangat berharap kegiatan ini benar benar dapat diaktualisasikan para guru peserta setelah kembali ke sekolah masing masing. Intinya, kita tidak hanya mempersiapkan anak didik kita hanya dengan memiliki ilmu, tapi juga dengan akhlak dan kemampuan non akademik,” kata Johanes.

WhatsApp Image 2024 11 21 at 10.49.43 3

Johanes menambahkan, kemajuan zaman di era digitalisasi menjadi  tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Ia berharap, para guru dapat memberikan edukasi yang baik kepada anak didik untuk dapat meningkatkan pemahaman nilai nilai moral dan etika.

Hal senada disampaikan Khusnul Qhotimah, pengampu Program Lighthouse Putra Sampoerna yang selama ini mendapingi SMAN 7 Baubau. Dalam kegiatan diseminasi ini, ia berharap akan ada distribusi dan pengimbasan kepada seluruh sekolah SMA dan SMK di Kota Baubau. Termasuk jika ada program menarik dari skeolah lain.

“Kita berharap diseminasi ini bisa menjadi ajang untuk berbagi praktik baik antara SMAN 7 Baubau dengan seluruh SMA dan SMK di Kota Baubau. Juga sebaliknya kita bisa berkolaborasi jika ada hal penting yang ada di sekolah lain. Intinya kita bisa berkolaborasi demi kemajuan pendidikan di daerah ini,” ujar Khusnul Qhotimah.

WhatsApp Image 2024 11 21 at 10.49.43 2

Sementara itu, kepala SMAN 7 Baubau Dra. Sartati menyampaikan terima kasih kepada Putra Sampoerna Foundation yang selama ini telah banyak memberikan pengalaman yang baik kepada para gurunya. Bahkan saat ini telah mengimbaskan kepada sekolah lain khususnya di Kota Baubau.

“Selama tiga tahun kami didampingi dari Putra Sampoerna Foundation sudah sangat banyak hal yang diperoleh. Khususnya inovasi dalam kegiatan pembelajaran kepada para guru kami. Bahkan, dalam dua tahun terkahir sudah melaksanakan kegiatan pengimbasan di sekolah lain,” ujar Sartati.

WhatsApp Image 2024 11 21 at 08.26.36

Kegiatan diseminasi dijadwalkan berlangsung selama tiga hari mulai dari 21 hingga 23 November 2024. (Red)

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Intervensi berbasis masyarakat (IBM) adalah intervensi di bidang rehabilitasi terhadap penyalah guna dirancang dari masyarakat, untuk masyarakat dan oleh masyarakat sesuai dengan kearifan lokal.

IBM merupakan pendekatan rehabilitasi dalam bentuk minimal dan ambang batas rendah (low threshhold) yang berarti layanan tersebut mudah diakses dan tidak membutuhkan banyak persyaratan.

WhatsApp Image 2024 11 19 at 16.31.07 1

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Baubau Alamsyah Djufri, S.Sos, M.Si mengatakan, pihaknya dalam beberapa tahun terakhir telah memulai langkah persuasive dalam mengatasi trauma masyarakat yang terindikasi menjadi pecandu narkoba. Upaya yang dilakukan adalah membentuk IBM yang beranggotakan masyarakat.

“Kita rekrut masyarakat untuk menjadi penggerak IBM. Mereka lebih memahami kondisi masyarakat sekitar. Khususnya yang berkaitan dengan masyarakat terjerat kasus narkoba sehingga bisa dilakukan pendekatan,” kata Alamsyah Djufri.

Program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) merupakan strategi yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan masalah penyalahgunaan narkoba. Program ini dikembangkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan didesain untuk memberdayakan komunitas dalam mengenali, mengatasi, serta mencegah peredaran narkoba di lingkungan mereka.

WhatsApp Image 2024 11 19 at 16.31.07

IBM hanya menangani risiko Penggunaan Narkoba tingkat ringan, sedangkan untuk tingkat resiko sedang dan berat, klien dapat dirujuk kepada lembaga rehabilitasi, fasilitas kesehatan atau instasi terkait lainnya.

IBM Bertujuan untuk memberikan intervensi bagi klien risiko ringan atau yang membutuhkan layanan bina lanjut dalam konteks rehabilitasi.

Alamsyah Jurfi menegaskan, Sasaran IBM ditujukan kepada Pengguna dan Korban penyalahgunaan Narkoba, Keluarga yang memiliki permasalahan terhadap gangguan Penggunaan Narkoba pada salah satu anggota keluarganya.

“Kita harapkan akan terbentuk image masyarakat yang peduli dan berperan aktif pada rehabilitasi Narkoba dan Perangkat desa atau pemerintah lokal sebagai sumber potensi tumbuh kembang IBM, “ tambah Alamsyah.

Program IBM dalam mendukung kebijakan Indonesia 'Bersinar' (Bersih dari Narkoba) berfokus pada pendekatan teknologi dan inovasi yang dapat membantu pemerintah dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

WhatsApp Image 2024 11 19 at 16.31.08

Dalam Hal Kemitraan dan Pelatihan IBM dapat bermitra dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas lokal untuk mengadakan pelatihan literasi digital. Hal ini bertujuan memberikan keterampilan kepada generasi muda agar lebih memahami risiko narkoba melalui teknologi interaktif.

Program CSR (Corporate Social Responsibility) IBM juga dapat diarahkan untuk mendukung rehabilitasi mantan pengguna narkoba melalui pelatihan keterampilan berbasis teknologi. Selanin itu tentang Keamanan Siber.. IBM memiliki keahlian di bidang keamanan siber, yang dapat membantu mencegah kejahatan siber terkait peredaran narkoba, seperti perdagangan gelap melalui Dark Web.

Hal yang tak kalah pentingnya IBM Mendukung Program Pemerintah dan dapat berpartisipasi dalam kampanye kesadaran tentang bahaya narkoba, mendukung inisiatif digitalisasi layanan pemerintah terkait pencegahan narkoba, dan menyediakan teknologi untuk memperkuat koordinasi antarinstansi.

Komponen Utama IBM meliputi, Pemberdayaan Masyarakat yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan pemerintah lokal untuk bekerja bersama sebagai agen perubahan. Mereka bertugas menyampaikan informasi, mengidentifikasi kasus, dan mendukung rehabilitasi. Kedua tentang Kearifan Lokal yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi lokal untuk mencapai keberhasilan yang optimal dan Rehabilitasi dan Dukungan Sosial yang berfokus pada memfasilitasi rehabilitasi bagi pecandu narkoba dan memberikan pemahaman bahwa rehabilitasi adalah solusi, bukan stigma.

Sampai saat ini, BNN Kota Baubau telah membentuk sebanyak 6 IBM yakni IBM Barcelona Kelurahan Wameo tahun 2021,  IBM Manunggal Permata Kelurahan Bukit Wolio Indah Tahun 2022,  IBM Kelurahan Wale dan Kelurahan Lanto Tahun 2023 dan IBM Kelurahan Kadolomoko dan Kelurahan Kadolokatapi pada Tahun 2024. (Red)

Pencarian