
La Ode Ahmad Monianse : “Kita Koordinasi di Lapangan Lebih Bagus”
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM – Hari pertama pasca dilantik sebagai Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Baubau, H. Mansur, S.Pd, MA langsung mengikuti beberapa kegiatan yang melibatkan masyarakat. kegiatan ini juga dilaksanakan bersama Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse dan Komisioner Baznas Kota Baubau.
Rabu pagi (15/2/2023) H. Mansur, S.Pd, M.A menghadiri kegiatan penyerahan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Kelurahan Bataraguru Kota Baubau bersama Baznas. Dalam kegiatan itu, mantan Kepala Kantor Kemenag Buton ini juga menyerahkan bantuan khusus kepada korban.

Kegiatan dilanjutkan dengan menghadiri Kegiatan Bimbingan Teknik Pengumpulan, Pendistribusian dan Pelaporan pada Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di Kantor Kecamatan Kokalukuna Kota Baubau.
H. Mansur Mengatakan, setelah diberi amanah sebagai Kepala Kantor Kemenag Kota Baubau ia akan berupaya menjalin komunikasi dengan semua pihak untuk bersama sama mewujudkan kemaslahatan umat. Khusus mengenai Zakat, ia juga mengharapkan dukungan dan motivasi dari Pemerintah Kota Baubau khususnya kepada Wali Kota Baubau untuk mewujudkan niat mulia pemanfaatan zakat sesuai ketentuan. “Bagaimanapun upaya kita tentunya kita butuh intervensi dan dukungan dari pemerintah. Khususnya maslaah pengumpulan zakat ini. Jika kita maksimalkan potensi yang ada di Kota Baubau, Insha Allah dari zakat ini akan memberikan kemudahan bagi yang berhak menerima,” kata H.Mansur.
Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse menyampaikan apresiasi kepada Kepala kantor Kemenag Kota Baubau. “Sebenarnya Kepala Kantor Kemenag juga sekaligus ingin melapor kalau sudah bertugas di Baubau. Tapi kan sama saja, kita koordinasi di Lapangan lebih bagus,” kata Monianse disambut tepuk tangan peserta Bimtek.
H. Mansur menambahkan, ke depan akan banyak kegiatan yang akan dikomunikasikan dengan seluruh elemen di Kota Baubau. Yang pasti katanya, ia sangat mengharapkan dukungan dan kerjasama semua pihak untuk menjalankan amanah. Yang terpenting menurut alumni UHO ini, tugas yang diemban akan selalu mengedepankan kepentingan dan kemaslahatan umat.(Din)
Wa Ode Nursanti Monianse : “TP PKK Siap Jadi Mitra Pemerintah Dalam Edukasi Pengelolaan Sampah”
Masalah sampah terus prioritas pemerintah untuk dilakukan penanganan serius. Sampah menjadi momok bagi kelestarian lingkungan.
Belum lagi jika ditambah dengan kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah yang berimbas pada pencemaran lingkungan.
Hal ini menjadi salah satu pokok pembahasan Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Lingkungan Hidup dalam kegiatan Rapat koordinasi menjelang peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Aula Kantor Wali Kota Baubau Selasa (14/2/2023).

Kegiatan dihadiri Para pimpinan OPD lingkup pemerintah Kota Baubau. Termasuk melibatkan Tim Penggerak PKK sebagai mitra kerja dalam melakukan pembinaan dan sosialisasi tentang kepedulian tentang masalah sampah di Kota Baubau.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Baubau Halfiah Hamiru mengatakan, momen peringatan Hari peduli sampah atau Hari tanpa plastik sedunia ini harus menjadi komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang bersih.
“Kita rencanakan peringatan Hari Peduli Sampah nanti dipusatkan di Pasar Wameo Tanggal 21 Februari 2023. Kemudian sekaligus diikuti kegiatan kerja bakti di seluruh wilayah Kota Baubau,” kata Kadis LH Halfiah.
Halfiah menambahkan, untuk kegiatan kerja bakti yang melibatkan seluruh OPD se kota Baubau dilaksanakan di bawah benteng keraton, kali Baubau, pasar Wameo, pasar karya Nugraha, pasar Laelangi dan kotamara, serta camat dan lurah bersama masyarakat.
Ketua TP PKK Kota Baubau Wa Ode Nursanti Monianse dalam kesempatan yang sama juga mengapresiasi rencana kegiatan dan mengharapkan agar masalah sampah khususnya sampah plastik ini harus menjadi perhatian.
“Harapan saya kegiatan HPSN dapat mengedukasi masyarakat tentang bagaimana mengelola sampah. Karena mengelola dan distribusi sampah yg baik akan berdampak pada kebersihan dan sanitasi yg baik di lingkungan kita.” harap Ketua TP PKK Wa Ode Nursanti Monianse.
TP PKK Kota Baubau akan berupaya menjadi mitra pemerintah dan akan turun secara bersama OPD terkait termasuk komunitas lingkungan serta dasa wisma. “Sebagai ujung tombak di tingkat kelurahan dan akan melakukan sosialisasi dan edukasi masyarakat dalam mengelola sampah,” tambahnya.
Ditambahkan juga tentang Sosialisasi pengelolaan sampah pada pendidikan anak usia dini (PAUD) kota Baubau, pembuatan film pengelolaan sampah untuk memasyarakatkan pengelolaan sampah ke masyarakat dan penetapan kelurahan percontohan pengelolaan sampah yaitu kelurahan Baadia sebagai pilot project dalam pengelolaan sampah.
“Bisa juga dicontoh kelurahan lain di Kota Baubau dan bisa menjadi gerakan pemerintah dan seluruh masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah,”katanya.
Selain itu ia berharap masyarakat mematuhi jam pembuangan sampah pada pagi hari jam 4.30 sampai jam 8.00 pagi dan sore hari pada pada jam 17.00 sehingga dari jam 8 sampai jam 17.00 wita.
Ketua GOW Baubau ini juga mengatakan jika pelibatan semua pihak dalam memberikan edukasi tentang sampah juga sangat penting. Hal ini dimaksudkan agar dapat membantu pemerintah daerah mengatasi masalah sampah. Apalagi Kota Baubau tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi penilaian Kota Sehat kategori Wistara 2023. (Din)
Oleh : La Ode Nofal (Mahasiswa Magister Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta)
dr. Sulyanti Rahman,Sp.M.,M.Kes : “IDI Siap Bersinergi Demi Wujudkan Derajat Kesehatan Masyarakat”
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM – Dokter sebagai profesi mulia diharapkan terus memberikan pengabdian terbaik dengan dedikasi tinggi. Hal ini disampaikan Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse saat pelantikan dan rapat kerja pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Baubau periode 2022-2025 di Gedung graha puspa Sabtu (11/2/2023).
Orang nomor satu Kota Baubau ini menitip harapan agar pengurus baru IDI Kota Baubau dapat menunjukan komitmen dan bersikap professional sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh semua kalangan.
“Dedikasi yang diberikan tentunya harus dirasakan manfaatnya oleh semua termasuk sesama profesi. Bekerja dengan sepenuh hati, tulus dan ikhlas sebagai jembatan mitra kerja antara dokter dengan pemerintah,” kata Monianse.

Para dokter melalui IDI diharapkan dapat meningkatkan mutu Kesehatan tanpa sekat pada masyarakat di Kota Baubau. Termasuk menerapkan standar profesi termasuk kode etik dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Transformasi dibidang Kesehatan yang saat ini tengah dikembangkan juga harus menjadi perhatian para dokter dalam menjalankan tugas. Pertama, transformasi layanan primer seperti revitalisasi Posyandu. Kedua, transformasi layanan rujukan yang akan dimulai dengan tiga penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia yakni jantuh, stroke dan kanker. Yang ketiga, transformasi SDM Kesehatan dengan meningkatkan jumlah dokter dan dokter spesialis prioritas serta tenaga Kesehatan pendukung lain untuk mencapai pemerataan layanan Kesehatan di seluruh wilayah Indonesial.
”Kota Baubau kita persiapkan menjadi pusat layanan Kesehatan rujukan di kepulauan Buton. Jadi butuh profesionalitas yang tinggi dan segenap anggota IDI sebagai pemberi pelayanan Kesehatan yang berkualitas,”tambah monianse.

Ketua IDI Sultra dr. La Ode Rabiul Awal, Sp.B juga menyampaikan harapan agar IDI terus meninhgkatkan kinerja karena ia menilai dokter tak terbatas wilayah. “Dokter punya bangsa walaupun tidak mengenal batas wilayah dalam mendedikasikan diri dalam pengabdian. Komitmen dokter Indonesia yakni siap jatuh bangun bersama bangsa dan rakyat Indonesia,” ujar mantan jubir Covid-19 Provinsi Sulawesi Tenggara ini.
Sementara itu Ketua IDI Kota Baubau dr. Sulyanti Rahman B, Sp.M., M.Kes menyampaikan apresiasi atas dukungan dan motivasi dari Wali Kota Baubau. Ia bersama pengurus akan berusaha untuk membangun sinergitas dalam menjalankan tugas. Terutama yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Yang pasti sinergitas sangat dibutuhkan dan kami Dari IDI akan berupaya memberikan dedikasi terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Termasuk membangun komitmen dengan seluruh pengurus untuk turut berkontribusi dalam kegiatan pembangunan khususnya di bidang kesehatan,” ujar dokter Spesialis Mata ini. (Din)
Didominasi Kaum Ibu
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM – Kegiatan yang melibatkan kaum ibu di Kota Baubau terus menggeliat. Salah satunya yang bergerak di bidang pemanfaatan lahan pekarangan. Seperti yang dilakukan oleh kaum ibu di Kelurahan Kadolokatapi yang tergabung dalam Kelompok Pekarangan Pangan Lestari (P2L) saat dikunjungi pada hari Kamis (9/2/2023)
Kelompok ini merupakan Binaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau dengan aktivitas menanam beberapa jenis sayuran seperti kangkung cabut, cabe, terung, sawi, bayam, selada dan seledri.

Lurah Kadolokatapi Wa Ode Nurhayati menyambut baik kegiatan ini, bahkan ia sepakat untuk melanjutkan program ini sebagai salah satu inovasi kelurahan. “Kami menyambut baik karena ini juga sebagai salah satu inovasi bagi kelurahan kadolokatapi. Jadi kami sepakat untuk terus melanjutkan program ini. Tinggal nanti diperkaya jenis sayurannya dan memperluas lahan perkebunannya,”kata Wa Ode Nurhayati.
Ibu Sumarni ketua Kelompok Jabal Nur menyampaikan terima kasih karena telah diberikan perhatian dan pendampingan. Ia mengaku, kegiatan berkebun sayur ini sudah lama digeluti dan akan gterus bersemangat khususnya dengan menggunakan pupuk organic. “Kita akan terus memanfaatkan lahan pekarangan untuk kegiatan menanam sayur sayuran. Apalagi mendapat support dan motivasi dari pemerintah,” katanya.

Samsul Rizal sebagai PPL yang melakukan pendampingan juga menyatakan siap untuk terus melakukan pendampingan kepada kelompok Pekarangan Pangan Lestari Jabal Nur kelurahan Kadolokatapi. “Demi keberlanjutan program ini kami selalu siap melakukan pembinaan, apalagi menyaksikan antusias kelompok yang memang sudah lama menggeluti kegiatan ini. Bahkan sebelum ada pendampingan dari PPL mereka sudah berkebun,” kata Samsul Rizal.
Peninjauan kegiatan Kelompok Pekarangan Pangan Lestari ini sebagai rangkaian dari kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau.
Nasrudin selaku narasumber kegiatan pelatihan yang juga turut mendampingi kegiatan kunjungan mengatakan, kegiatan ini perlu diapresiasi karena dapat memberikan motivasi kepada kaum ibu. Selain itu sebagai bentuk apresiasi dan pembelajaran kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan. “Ini sebuah inovasi dan harus terus dilakukan pendampingan,” ujar Nasrudin. (Din)
Pasokan Sayur Terpantau Aman
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM - Pasar Wameo masih menjadi salah satu lokasi favorit untuk berbelanja bagi masyarakat Kota Baubau. Apalagi akhir pekan atau momen hari libur. Suasana pasar telihat padat pengunjung.
Dua komoditi yang menjadi kebutuhan pokok adalah ikan dan sayur. Dua komoditi ini sebagian besar masih disuplay dari luar Kota Baubau. Meskipun sebagian sudah diproduksi nelayan dan petani lokal.

Pekan ini, pasokan ikan segar terbilang minim karena aktivitas nelayan masih terkendala cuaca. Biasanya pasokan ikan disuplay wilayah Perairan Buton tengah. Namun pekan ini minim.
Bujang Wameo, seorang penjual ikan di pasar Wameo mengatakan, harga ikan sedikit naik karena stok yang kurang. "Minggu ini sedikit mahal ikan karena pasokan kurang. Yang ada sekarang yang dari Pasarwajo. Mungkin karena cuaca lagi kurang bersahabat. Jadi hasil tangkapan nelayan juga kurang," kata Bujang.
Masih kata Bujang Wameo, kebutuhan pasokan ikan di pasar Wameo sebagian besar masih didominasi jenis ikan karang. Pantauan media ini di kawasan pasar wameo, meskipun harga ikan melambung, namun masyarakat tetap membeli karena sudah menjadi konsumsi rutin.
Sanaria salah seorang pedagang sayur menuturkan, pasokan sayur di kota Baubau dalam pekan ini terpantau meningkat. Harganya pun sangat terjangkau. Khusus komoditi sayuran seperti kankung, terung dan sawi, stok penjual masih mencukupi. Hal ini disebabkan panen petani kota Baubau berhasil. Ditambah lagi stok yang datang dari luar kota Baubau.
“Minggu ini masih banyak stok, ada yang dari luar Baubau ada juga yang dari Kota Baubau seperti dari Kecamatan bungi dan Lea Lea,” katanya.
Untuk diketahui, masa panen sayur menurut petani masih akan terus berlanjut hingga pertengahan tahun 2023. “Untuk saat ini panen Terung dan Tomat yang masih musimnya, setelah ini akan mulai lagi sawi dan kol,” kata Pak Saiful Seorang Petani Asal kelurahan Lowu Lowu yang ditemui beberapa waktu lalu. (Din)
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM - Seorang Nelayan Amlati (49) Warga Kelurahan Bone-Bone Kecamatan Batupoaro Kota Baubau ditemukan tak bernyawa pada Sabtu (4/2/2023). Ayah 4 anak ini ditemukan sekitar pukul 14.00 Wita oleh Satpol Airud Baubau yang sebelumnya menerima informasi dari bhabinkamtibmas Mawasangka Timur. Informasi hilangnya korban beredar sekitar pukul 08.00 Wita ketika perahu milik korban ditemukan.

Ketua RW 02 Bone Bone La Ode Hamrin Zamimu yang ditemui saat evakuasi jenazah menuturkan, ia mendapat informasi tentang hilangnya salah seorang warganya dari Aparat Polres Baubau yang dihubungi rekan dari Polsek Mawasangka Timur. Kemudian ia pun melaporkan informasi ini ke Polairud Baubau dan Tim SAR.
“Waktu ditemukan perahunya sudah kosong, tapi di Perahu itu ada HP dan aktif. Jadi dihubungilah salah satu nomor yang ada di HP. Dan dipastikan milik Korban. Dari situ kami langsung laporkan ke Pol Airud dan Tim SAR. Dan tim dari Pol Airud Polres Baubau langsung menuju Lokasi,” kata Hamrin.
Menurut rekan korban Nasiu yang juga nelayan Bone-Bone, Ia sempat bersama korban turun melaut namun korban lebih dahulu berangkat. “Kita berangkat tadi ada 4 perahu, tapi setelah itu berpisah di tengah laut. Kami sudah duluan pulang sedangkan dia masih menuju kearah lain. Memang tadi pagi itu angin kencang,” kata Nasiu.

Sementara itu Kasat Polairud Polres Baubau melalui KBO Iptu H Fajirin yang ditemui membenarkan kejadian ini. Saat ditemukan, korban sudah tidak bernyawa. Juga tak ditemukan luka atau tanda tanda kekerasan di sekujur tubuh korban. “Jadi begitu anggota kami mendapat laporan, langsung dengan cepat menuju ke Lokasi perairan Mawasangka Timur. Setelah melakukan pencarian beberapa jam, sekitar pukul 14.00 akhirnya korban ditemukan dan sudah tidak bernyawa dan langsung dibawa ke Kota Baubau. Selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga di Bone-Bone,” kata Fajirin.
Kabar ditemukannya korban menyita perhatian warga dan langsung memadati kawasan dermaga kelurahan Bone-Bone. Saat ini Korban telah disemayamkan di kediamannya Kelurahan Bone-Bone untuk dimakamkan. (Din)
Wa Ode Nursanti Monianse : “Perlu Hadirkan Media Center Stunting di Setiap Kelurahan”
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM - Pemkot Baubau tidak main main soal penanganan Stunting. Apalagi ini menjadi program Nasional. Penanganan Stunting ini menjadi salah satu prioritas daerah dan saat ini telah dipersiapkan pendistribusian tanggung jawab untuk seluruh elemen di daerah. Berdasarkan prevalensi Stunting Kota Baubau tahun 2022 capaian pemerintah Kota Baubau berhasil menurunkan angka stunting sebesar 1,6% dari 27,6 % menjadi 26 %.

Keseriusan itu ditindaklanjuti dengan menggelar kegiatan Review Kinerja Aksi Integrasi Stunting yang berlangsung di Aula PO-5 Kantor Bappeda Kota Baubau Jumat (3/2/2023).
Kegiatan ini diikuti oleh para kepala OPD diantaranya Bappeda, Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB, Pertanian dan Ketahanan Pangan, Perikanan, Kemenag, Perkim, Sosial, Ketua TP PKK beserta Ketua Pokja 1 sampai 4 serta koordinator Program Keluarga Harapan (PKH).
Plh Sekda Kota Baubau Tamsir Tamim menyampaikan apresiasi. Ia berharap tahun 2023 akan tercapai penurunan prevalensi stunting yang signifikan, sehingga angka prevalensi stunting pada tahun 2024 diharapkan bisa sesuai target. “Kita berharap kerjasama dan komunikasi yang baik bisa semakin intens sehingga tahun 2024 kita bisa sesuai target angka prevalensi stunting,” kata Tamsir Tamim.

Sebagai salah satu lokus dalam penanganan stunting di Sulawesi Tenggara, Kota Baubau akan meningkatkan peran dalam menangani masalah stunting ini. Pasalnya, persoalan stunting telah menjadi agenda pembagunan nasional.
Kadis kesehatan Kota Baubau melalui Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Baubau dr. Pangeran Abdul Azis mengatakan, percepatan pencegahan dan penurunan stunting di tahun 2023 bisa dilakukan dengan terus meningkatkan koordinasi. “Intervensi terhadap pencegahan dan penanganan kasus stunting harus dilakukan secara sinergis antara sektor kesehatan dan non kesehatan. Intinya jika kita focus pada lokus yang sudah ditetapkan dibarengi dengan komitmen setiap OPD, saya yakin masalah stunting bisa kita atasi dengan mudah. Semoga ini menjadi komitmen bersama,” kata dr. Pangeran.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Baubau Wa Ode Nursanti Monianse sejak awal sangat antusias mengawal penanganan stunting ini. Bukan saja memberi pemahaman dan berkeliling menyampaikan sosialisasi bersama pengurus PKK. Namun juga mengkampanyekan penanganan stunting melalui sebuah media Film Stunting dan mendapat predikat terbaik tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Kita melakukan evaluasi terhadap 8 aksi yang telah dilakukan pada tahun 2022. Dan sejauh ini ada perubahan yang signifikan terhadap penurunan angka stunting. Ke depan mungkin perlu kita libatkan dinas pemberdayaan perempuan dan anak serta dinas pendidikan,” kata Wa Ode Nursanti Monianse.
Lebih lanjut, Nursanti juga mengapresiasi peran TP PKK selama ini yang tak kenal lelah mendampingi penanganan Stunting dan melakukan kolaborasi dengan semua pihak. “Luar biasa peran PKK selama ini yang terus menghayo hayo masyarakat dalam menangani stunting. Memang tidaK bisa diukur secara matematis tapi sangat efektif karena langsung ke lapangan,” tambahnya.

Ketua TP PKK Kota Baubau juga mengatakan saat ini telah didirikan Media Centre Stunting di Kelurahan Baadia. Ke depan ia mengharapkan agar dapat ditularkan ke kelurahan lain. “Karena dalam Media Center itu ada kolaborasi dari OPD dan organisasi lain. Bila perlu di buat media center stunting ditingkat kota dan berkolaborasi dengan call center 119 dan semua OPD agar bukan hanya informasi stunting yg diperoleh tapi semua permasalahan yg ada dikota Baubau,” ujar Ketua GOW Kota Baubau ini.
Kemudahan yang disiapkan untuk akses informasi bagi masyarakat juga sekaligus sejalan dengan jargon Wali Kota Baubau yakni Melayani Tanpa Sekat sehingga keberadaan media center ini memudahkan masyarakat Kota Baubau.(Din)
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM- Masa jabatan Dr Roni Muhtar sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau telah berakhir. Pemberhentian Roni Muhtar sudah sesuai aturan, sebab masa jabatan Sekda Baubau hanya lima tahun dan dapat dievaluasi kembali, misalnya dilakukan perpanjangan.
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Tim gabungan terdiri dari Sat Lantas Polres Baubau, Polsek Bungi, Dinas Perhubungan Kota Baubau, Jasa Raharja Baubau, Dinas Pekerjaan Umum Kota Baubau dan BPBD Kota Baubau melakukan pemasangan sepanduk himbauan Kemananan Keselamatan Ketertiban dan Kelancaran Lalulintas (Kamseltibcar lantas) di wilayah hukum Polres Baubau guna menekan angka kecelakaan lalu lintas, Rabu (01/02/2023).
Kapolres Baubau AKBP Bungin Masokan Misalayuk, SH, SIK, Msi melalui Kasat Lantas Polres Baubau Iptu Bangga Parnadin Sidauruk S,Trk mengatakan, himbauan ini sebagai upaya Sat Lantas Polres Baubau dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya dalam wilayah hukum Polres Baubau. Apalagi saat ini masih sering turun hujan, jalan licin, banyak pohon tumbang, sehingga tidak terjadi kecelakaan bagi pengguna jalan.

Adapun titik-titik pemasangan sepanduk himbauan tertib berlalu lintas yakni lokasi yang potensial terjadinya kecelakaan lalu lintas, sehingga pengendara maupun pengemudi lebih berhati-hati dalam berkendara yaitu di persimpangan eks kantor Camat Bungi, jalan poros Pesantren Liabuku dan di jalan poros Lea-Lea depan Pabrik Air Minum LT, di mana di tempat tersebut sering terjadi kecelakaan lalu lintas.
“Kami mengajak semua pihak bersama-sama mentaati aturan tertib berlalu lintas di jalan raya, sebagai ikhtiar dalam menekan fatalitas korban laka lantas demi terciptanya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, Kelancaran Berlalu lintas (Kamseltibcar Lantas),”kata Kasat Lantas Iptu Bangga Parnadin Sidauruk.
Ditempat terpisah Kapolsek Bungi Polres Baubau Iptu Bustan, SH menyampaikan pesan kepada pengguna jalan agar selalu mengurangi kecepatan dalam berkendara, tidak menggunakan kendaraan secara ugal-ugalan, tidak mengkonsumsi miras pada saat berkendara dan selalu menggunakan Helm SNI dengan baik dan benar. “HImbauan ini tujuannya meningkatkan kesadaran untuk mematuhi tata tertib berlalu lintas untuk menghindari kecelakaan lalulintas,” jelas Iptu Bustan.(Din)