Super User

Super User

BAUBAU,GAGASSULTRA.COM - Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Baubau halal bil halal Pemkot dan masyarakat Kota Baubau dalam rangka Idul Fitri tahun 2026, Sabtu (21/03/2026). Momentum ini dimanfaatkan Wali Kota Baubau, H. Yusran Rahim bersama keluarga untuk menjamu masyarakat yang begitu antusias datang bersilaturahmi.

Momen hari kemenangan ini dimanfaatkan orang nomor satu di Kota Baubau menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah menjaga kondusifitas kota selama bulan suci Ramadhan hingga hari kemenangan tiba.

Wali Kota Baubau, H.Yusran Fahim bersama Ketua DPRD Baubau, Ardin Jufri saat melaksanakan shalat Idhul Fitri di pelataran Pantai Kamali 

​Dalam sesi wawancara, Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE menekankan bahwa peran aktif masyarakat adalah kunci utama dibalik terciptanya suasana kota yang harmonis.

​"Pertama-tama, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi menjaga keamanan Kota Baubau. Berkat peran serta kita semua, setiap momen penting dapat terlaksana dengan baik demi Baubau yang lebih sejahtera," ujarnya.

​Orang nomor satu di Kota Baubau ini juga mensyukuri situasi keamanan yang terjaga selama satu bulan penuh. Menurutnya, ketenteraman yang dirasakan saat menjalankan ibadah puasa merupakan buah dari toleransi dan kerja sama warga. Demikian pula pada ​pelaksanaan takbiran pada Jumat malam (20/03/2026) berlangsung tertib tanpa kendala berarti.

​Pada kesempatan tersebut Wali Kota Baubau mengajak warga untuk membawa nilai-nilai positif selepas bulan puasa ke dalam kehidupan sehari-hari.Pihaknya berharap semangat kebersamaan ini tidak luntur agar visi Baubau yang aman dan nyaman tetap terjaga.

​"Kita sudah menyelesaikan ibadah puasa. Sekarang, apa yang terbaik yang harus kita lakukan? Mari kita sama-sama melangkah agar masyarakat Baubau ke depan jauh lebih tentram dan lebih aman lagi," pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Baubau, H.Yusran Fahim melaksanakan shalat Idhul Fitri di pelataran Pantai Kamali bersama Ketua DPRD Kota Baubau, Ardin Jufri dan berbaur dengan masyarakat. (Hasrin/Red) 

 

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim secara resmi melantik Direktur Perumda Air Minum Tirta Semerbak Molagina serta jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kota Baubau dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota Baubau, Selasa (10/03/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum penguatan pelayanan publik sekaligus optimalisasi pengelolaan dana umat di Kota Baubau.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu, perwakilan Ketua DPRD Kota Baubau Ahadiyat Zamani, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat La Ode Aswad, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Baubau, serta Ketua MUI Kota Baubau.

Dalam sambutannya, Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim menegaskan, pelantikan tersebut merupakan hasil akhir dari proses seleksi yang panjang, transparan, dan akuntabel. Karena itu, pejabat yang dilantik diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

“Amanah ini bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat dan kepercayaan untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan masyarakat Kota Baubau,” ujarnya. 

Secara khusus, orang nomor satu di Kota Baubau itu memberikan arahan kepada Direktur Perumda Air Minum Tirta Semerbak Molagina yang baru, Joni Munadi Awal, untuk melakukan transformasi pelayanan melalui lima langkah strategis.

Pertama, memastikan distribusi air berjalan lancar dengan menjamin ketersediaan air bersih dan higienis serta merespons cepat setiap keluhan masyarakat terkait gangguan distribusi.

Kedua, melakukan transformasi digital dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk memantau kualitas air dan meningkatkan efisiensi jaringan.

Ketiga, melaksanakan audit teknis dengan melakukan pembenahan infrastruktur, khususnya pada jaringan pipa yang mengalami kebocoran guna menekan tingkat kehilangan air.

Keempat, menjaga kesehatan finansial perusahaan dengan mengelola keuangan secara transparan agar BUMD menjadi sehat, mandiri, dan mampu berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kelima, membangun etika kerja yang kuat dengan menunjukkan dedikasi tinggi serta soliditas internal dengan prinsip “melayani, bukan dilayani.”

Sementara itu, kepada pimpinan BAZNAS Kota Baubau yang baru di bawah komando Asmahani, Wali Kota berharap lembaga tersebut mampu menjadi instrumen penting dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

BAZNAS diminta menerapkan teknologi dalam pengelolaan agar lebih profesional dan sesuai dengan syariat, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan serta penanganan berbagai persoalan sosial. Selain itu, lembaga ini juga diharapkan terus berinovasi dalam penghimpunan dan penyaluran zakat agar manfaatnya dapat lebih cepat dirasakan oleh para mustahik.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Baubau Yusran Fahim juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Plt. Direktur Perumda Air Minum Tirta Semerbak Molagina serta jajaran pengurus BAZNAS periode sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat selama ini.(Rin/Red) 

 

 

 

 

 

 

BUSEL,GAGASSULTRA.COM - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) bakal membangun sekolah baru tahun ini di Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan (Busel). Demikian diungkapkan Kadis Dikbud Sultra, Prof. Aris Badara disela kunjungannya mendampingi Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka di Buton Selatan, Jum’at (06/03/2026).

Dikatakan, meski terdapat efisiensi anggaran daerah, pihaknya terus bergerak aktif menjemput anggaran dari pusat demi memenuhi kebutuhan infrastruktur pendidikan di daerah salah satunya di Busel.

"Kita tetap berusaha tahun ini untuk mendapatkan APBN meski ada efisiensi anggaran. Dan hasilnya untuk di Busel sendiri, kita dapat satu unit sekolah baru di Batauga," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, keberhasilan proyek pembangunan sekolah baru ini tidak lepas dari sinergi pemerintah dan warga setempat. Sedangkan, untuk porsi anggaran sama dengan pembangunan sekolah baru di wilayah lainnya. 

"Tentu ini bisa terlaksana karena peran masyarakat di sekitar situ dan peran Pemkab Buton Selatan. Paling tidak kita bisa bangun kalau ada hibah tanah dari masyarakat yang difasilitasi oleh Pak Bupati," tambahnya.

Untuk itu, pihaknya berharap setelah fasilitas sekolah ini rampung dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa dan tenaga pengajar. Selain itu, anggaran pembangunan disiapkan bukan hanya untuk gedung sekolah namun dengan fasilitas pendukung lainnya.

 "Penganggaran revitalisasi itu selain bangunannya, juga sekalian dengan isinya, mulai dari bangku, laboratorium, dan sebagainya," tutupnya. (Hasrin/Red)

Andi Sumangerukka: Komitmen Membangun Kesejahteraan

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen (Purn) Andi Sumangerukka melaksanakan Safari Ramadhan di Kota Baubau, Kamis (05/03/2026). Kegiatan di negeri Khalifatul Khamis tersebut diawali dengan buka puasa bersama di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Baubau bersama jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan refleksi atas satu tahun masa pemerintahannya bersama Wakil Gubernur Sultra, Hugua. Ia mengakui masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang dijalankan pemerintah.

Meski demikian, ia menegaskan, kondisi tersebut tidak menyurutkan komitmen pemerintah provinsi untuk terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka saat menyerahkan bantuan 

“Saya menyadari selama satu tahun menjalankan pemerintahan masih banyak kekurangan yang belum terselesaikan, baik di bidang kesehatan, pendidikan maupun kesejahteraan masyarakat. Namun kami tetap berkomitmen untuk terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Andi Sumangerukka.

Dijelaskan berbagai program pembangunan yang direncanakan pemerintah daerah harus melalui sejumlah prosedur dan aturan, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan fiskal. Hal tersebut terkadang membuat sejumlah program belum dapat direalisasikan dalam waktu singkat.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah rencana bantuan pemerintah provinsi untuk pelebaran bandara di Baubau yang hingga saat ini masih dalam proses.

“Saya sudah beberapa kali menyampaikan kepada Wali Kota bahwa pemerintah provinsi akan membantu pelebaran bandara. Namun karena berkaitan dengan aturan fiskal dan prosedur yang harus dilalui, program itu baru dapat direalisasikan pada tahun ini,” jelasnya.

Wali Kota Baubau, H.Yusran Fahim saat menyerahkan bantuan kepada warga kurang mampu

Ia menegaskan, seluruh kebijakan pemerintah harus dijalankan sesuai aturan agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Pada kesempatan tersebut, Andi Sumangerukka juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila pelayanan pemerintah selama ini masih belum maksimal. Menurutnya, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus menyentuh seluruh wilayah di Sultra yang terdiri dari 17 kabupaten dan kota.

“Kami menyampaikan permohonan maaf jika masih ada masyarakat yang belum merasakan manfaat pembangunan secara maksimal. Namun kami tetap berkomitmen di tengah keterbatasan anggaran untuk terus berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia juga meminta dukungan dan kolaborasi dari pemerintah kabupaten/kota, para pemangku kepentingan, serta seluruh masyarakat agar bersama-sama mendukung program pembangunan daerah.

“Kami masih memiliki waktu untuk menuntaskan berbagai kewajiban yang menjadi tanggung jawab pemerintah. Karena itu kami mohon doa, dukungan dan kolaborasi dari semua pihak agar pembangunan di Sulawesi Tenggara dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah keterbatasan yang ada, pemerintah harus mampu menetapkan skala prioritas agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Bukan berarti ada unsur kesengajaan atas kekurangan yang terjadi, tetapi karena keterbatasan yang ada. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, mari kita semua menumbuhkan kesabaran dan keikhlasan. InsyaAllah dengan kerja bersama, apa yang menjadi harapan masyarakat akan dapat kita wujudkan,” tutupnya.

Sebelum acara buka puasa di mulai, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka didampingi Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim membagikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu.(Hasrin/Red)

 

 

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Baubau menggelar aksi sosial bertajuk "Ramadhan Berbagi" dengan menyalurkan 1200 paket bantuan di halaman Kantor Disperkimtan, Kamis (05/03/2026). Penyerahan paket tersebut diserahkan langsung Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE dan Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.S,c kepada yang berhak menerima.

Dalam keterangan persnya, Kadis Perkimtan Kota Baubau, Abdul Karim mengungkapkan, bantuan berupa beras premium awalnya ditargetkan sebanyak 1.000 karung. Namun, antusiasme dan inisiatif para developer di wilayah Kota Baubau, jumlah bantuan yang terkumpul melampaui ekspektasi.

"Alhamdulillah, target awal kita 1.000 karung, tapi pada pelaksanaannya melampaui target hingga mencapai 1.200-an karung. Sumber anggarannya murni inisiatif teman-teman developer. Ini adalah bentuk sedekah tanpa paksaan, karena kami ingin mengejar keberkahan di bulan suci Ramadhan," ujarnya.

Ditambahkan, penyaluran ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Kamis dan Jumat (5-6 Maret 2026). Pembagian waktu ini sengaja dilakukan untuk menghindari penumpukan massa dan mencegah kemacetan arus lalu lintas di depan kantor dinas.

Lebih lanjut dijelaskan, berbeda dengan bantuan sosial pada umumnya, data penerima manfaat kali ini tidak merujuk pada data Dinas Sosial maupun Kelurahan. Pihak Disperkimtan memberikan ruang bagi para developer untuk mengidentifikasi sendiri tetangga atau keluarga di sekitar lokasi pembangunan perumahan yang layak menerima santunan.

"Prinsipnya dari kita untuk kita. Teman-teman developer tentu lebih tahu siapa warga di sekitar lokasi proyek mereka yang membutuhkan. Sisanya, difasilitasi oleh tim Perkim untuk memastikan bantuan ini benar-benar tepat sasaran kepada fakir miskin dan kaum dhuafa," jelasnya.(Rin/Red)

 

 

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Untuk memperkuat daerah sebagai Kota Budaya di kancah nasional, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau berencana akan ada pembangunan Museum dan Taman Budaya.

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Baubau, Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc usai mendampingi Wali Kota Baubau saat menerima sara kidina perangkat masjid agung keraton wolio di rujab Wali Kota Baubau Senin (02/03/2026).

Dalam keterangannya, adanya peluang pembangunan museum dan taman budaya melalui dukungan Kementerian Kebudayaan. Pemkot Baubau saat ini tengah serius menyiapkan lokasi yang paling strategis dan menjadi kandidat kuat yakni di area Keraton.

”Alasan pemilihan lokasi di area keraton karena fasilitas ini harus berada di titik ikonik yang mencerminkan identitas daerah,” ungkap Wa Ode Hamsina Bolu

Lanjutnya, dalam pertemuan di Jakarta, juga dibicarakan soal berdirinya Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah Sulawesi Tenggara secara mandiri (terpisah dari Makassar). Hal ini mengingat beban kerja balai di Makassar sangat tinggi dengan banyaknya objek yang dinaungi, sehingga sangat siap jika kantor Balai Pelestarian Kebudayaan Sultra ditempatkan di Baubau.Dan Pemkot Baubau menyatakan kesiapan penuh untuk menyediakan lahan. 

Kemudian, apa yang menjadi permintaan Kota Baubau ternyata mendapat respon positif langsung datang dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Bahkan, dalam pertemuan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan ketertarikannya untuk melihat langsung potensi budaya di eks-Pusat Kesultanan Buton ini.

"Ini suatu keberkahan. Pak Menteri bahkan bilang tidak usah menunggu lebaran, beliau ingin segera datang. Kemungkinan dalam satu hingga dua minggu ke depan beliau akan tiba di Baubau. Dan tentu kedatangan Menteri Kebudayaan diharapkan menjadi momentum percepatan berbagai proyek strategis kebudayaan yang tengah diusulkan oleh Pemerintah Kota Baubau,”tutupnya. (Rin/Red)

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Pemerintah Kota Baubau menyambut hangat inisiatif mulia dari dunia akademis dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.Hal ini terlihat saat Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE, menerima audiensi dari jajaran Tim Kesehatan Gigi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Selasa (03/03/2026).

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wali Kota Baubau tersebut turut didampingi oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau dr Frederik Tangke Allo, Sp.B dan Plt Direktur RSUD Baubau dr Kenangan. Audiensi ini dilakukan dalam rangka koordinasi persiapan pelaksanaan Bakti Sosial (Baksos) Pelayanan Kesehatan .Gigi yang rencananya akan menyasar empat kecamatan di wilayah Kota Baubau.

Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan dukungan penuhnya terhadap program yang diinisiasi oleh FKG UMI. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan sangat diperlukan untuk menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor kesehatan gigi dan mulut.

"Kami sangat mendukung penuh kegiatan ini. Kehadiran tim ahli dari FKG UMI Makassar merupakan berkah bagi warga kami. Saya berharap kegiatan ini berjalan sukses dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat di empat kecamatan sasaran," ujarnya.

Sementara itu, keterlibatan langsung Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Baubau dalam audiensi ini memastikan bahwa teknis pelaksanaan di lapangan akan terintegrasi dengan fasilitas kesehatan lokal. Koordinasi ini meliputi penyediaan sarana pendukung di lokasi baksos dan pemetaan kebutuhan pasien di empat kecamatan yang dipilih.(Rin/Red)

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Wali Kota Baubau, H.Yusran Fahim tekankan sinergitas dan evaluasi perubahan anggaran tahun 2026 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Hal ini disampaikan dalam pertemuan di aula lantai II Kantor Wali Kota Baubau, Jumat (27/02/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota menekankan tiga pilar utama: Sinergitas, Evaluasi Komprehensif, dan Kondusifitas Daerah.

Orang nomor satu di Kota Baubau ini menyoroti catatan kritis pada tahun sebelumnya, di mana terdapat beberapa kegiatan yang tidak berjalan maksimal bahkan berujung pada status gagal bayar. Karena itu, agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak lagi bekerja dalam kotak "ego sektoral" dan lebih peka terhadap dinamika lapangan dan proaktif mencari solusi tanpa menunda penyelesaian masalah.

"Saya berharap kita semua antar-OPD saling bekerja sama. Kita harus bercermin pada pengalaman lalu agar pembangunan yang sudah direncanakan dijaga dengan baik. Jangan sampai terjadi lagi gagal bayar. Kita evaluasi kembali kenapa itu bisa terjadi agar di tahun-tahun mendatang tidak terulang," tegasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta seluruh kepala OPD untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap progres fisik yakni memastikan kualitas bangunan dan infrastruktur sesuai standar. Kemudian serapan anggaran dengan melakukan eksekusi program prioritas tepat waktu sebelum akhir tahun anggaran. Serta dampak Sosial yakni memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. 

Sedangkan, menghadapi tahun 2027, Pemerintah Kota Baubau akan memperkuat Kemandirian Fiskal. Mengingat adanya dinamika pada Transfer Ke Daerah (TKD), OPD pengelola pendapatan diinstruksikan untuk memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain itu, seluruh program pembangunan harus diselaraskan dengan agenda strategis nasional dan difokuskan pada pelayanan publik yang menyentuh masyarakat secara langsung.

Lebih lanjut dijelaskan, pada tahun 2027 ditetapkan enam arah kebijakan utama yang wajib menjadi fokus seluruh jajaran pemerintah yaitu pengembangan Inovasi Pembangunan, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan, Pelestarian Budaya dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, Penguatan Infrastruktur Dasar Perkotaan, Penataan Tata Kelola Pemerintahan dan Layanan Publik Berbasis IT.

Wali Kota juga mengingatkan pentingnya integrasi program agar visi dan misi pembangunan Kota Baubau dapat terwujud secara berkelanjutan dan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.(Rin/Red)

KENDARI, GAGASSULTRA.COM – Sales Area Manager (SAM) Retail Sulawesi Tenggara (Sultra), Agung Surya Pranata, menyampaikan kesiapan Pertamina dalam menghadapi momen Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Pertamina memproyeksikan adanya peningkatan konsumsi BBM dan LPG di wilayah Sulawesi Tenggara sebesar 6–8 persen dibandingkan rata-rata normal. Hal Ini disampaikan saat momen buka puasa bersama jurnalis di Kota Kendari beberapa waktu lalu.

Dikatakan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis guna memastikan ketahanan stok serta kelancaran distribusi energi selama periode Ramadhan hingga arus mudik dan arus balik Idul Fitri.

“Kami sudah mempersiapkan berbagai skema untuk mencapai prediksi kenaikan 6–8 persen. Koordinasi telah kami lakukan dengan berbagai stakeholder, termasuk pemerintah daerah, perbankan, hingga media, guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam menghadapi lonjakan konsumsi, Pertamina Sultra telah menyiapkan langkah strategis diantaranya, 

SPBU Siaga dan Agen Siaga di sejumlah titik strategis, Optimalisasi 17 lembaga penyalur yang tersebar di Sulawesi Tenggara, Koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dan Kerja sama dengan perbankan untuk memastikan operasional transaksi tetap berjalan selama libur panjang.

“Kita juga telah menyampaikan kesiapan tersebut dalam rapat koordinasi bersama pemerintah daerah guna memastikan harga dan ketersediaan energi tetap stabil selama periode Ramadhan dan Idul Fitri,”jelasnya.

 Antisipasi Arus Mudik dan Arus Balik

Pertamina memprediksi arus mudik mulai meningkat satu minggu sebelum Idul Fitri, dengan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+1 dan H+2 Lebaran. Menghadapi momentum tersebut, seluruh SPBU dan pangkalan LPG siaga akan tetap beroperasi untuk melayani kebutuhan masyarakat, termasuk di jalur-jalur utama mudik di Sulawesi Tenggara.

Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan serta tradisi mudik dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM maupun LPG. (Hasrin/Red)

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE menyatakan dukungannya pada kegiatan pemanfaatan hutan mangrove di Lakologou sebagai kawasan blue carbon sekaligus pengembangan wisata bahari yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Hal itu diungkapkan saat memimpin rapat koordinasi melalui daring terkait pemanfaatan kawasan hutan mangrove Lakologou untuk blue carbon bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dalam hal ini Direktur pesisir dan pulau-pulau kecil di ruang kerja Wali Kota Baubau pada Jumat (27/02/2026).

Wali Kota Baubau secara tegas menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk segera melakukan langkah-langkah konkret dan terukur, mulai dari percepatan sertifikasi lahan, pengawalan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPR), penguatan regulasi tata ruang, pelibatan masyarakat, hingga penyusunan roadmap implementasi, agar program pemanfaatan mangrove berbasis blue carbon dan wisata bahari ini dapat segera terealisasi dan menjadi model pengelolaan mangrove berkelanjutan di Indonesia.

“Pemkot Baubau mengucapkan terima kasih kepada Direktur pesisir dan pulau-pulau kecil dan dukungan untuk percepatan pemanfaatan mangrove di Kota Baubau sehingga bisa bernilai ekonomi dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ungkapnya.

Hal senada dikatakan Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc, komitmen kuat Pemerintah Kota Baubau untuk menjadikan kawasan mangrove sebagai model pengelolaan blue carbon nasional. Karena itu, dalam daring tersebut, secara langsung meminta kepada Direktur pesisir dan pulau-pulau kecil Dr Ahmad Aris SP, M.Si agar Kota Baubau dapat dijadikan role model pemanfaatan hutan mangrove untuk blue carbon di Indonesia, sebagai wujud kontribusi daerah dalam mendukung agenda mitigasi perubahan iklim dan pembangunan ekonomi biru yang berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr Ahmad Aris SP, M.Si Kementerian Kelautan dan Perikanan menekankan tiga hal utama sebelum berbicara lebih jauh mengenai pemanfaatan blue carbon status lahan harus clear and clean. Pertama, Pemerintah Daerah perlu mengajukan hak pakai melalui proses sertifikasi agar memiliki kepastian hukum. Kedua, lokasi harus sesuai peruntukan, yaitu benar-benar berada pada kawasan yang memiliki potensi dan kriteria sebagai lokasi blue carbon. Ketiga, pelibatan masyarakat setempat menjadi prioritas utama, sebelum membahas skema pemanfaatan, perdagangan karbon, maupun pengembangan lainnya.

Selain itu, berkomitmen untuk mendukung penuh dan mengawal proses penerbitan PKKPR sehingga seluruh tahapan administrasi dan regulasi dapat berjalan sesuai ketentuan. Dan pemerintah pusat akan mendampingi Kota Baubau dalam menyiapkan skema agar kawasan mangrove tersebut dapat memiliki nilai ekonomis dari blue carbon, dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, turut hadir dalam daring tersebut yakni, Kepala Dinas Perikanan Yuli Widiarti, ST, M.Si, Kepala Dinas Pariwisata Dr H Moh Idrus Taufik Saidi, Perwakilan Dari Dinas PU Kota Baubau, perwakilan Dari Badan Pengelola Keungan dan Aset Daerah, Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup perwakilan dari Pertanahan Kota Baubau, Camat Kokalukuna, Camat Lea-Lea, Lurah Lowu-Lowu dan Lurah Lakogou.(Rin/Red)

Halaman 1 dari 73

Pencarian