BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Pemerintah Kota Baubau terus melakukan langkah strategis dalam memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta pembangunan daerah. Melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Baubau resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama Politeknik Baubau, Jumat (24/07/2026).
Kesepakatan bersama yang berfokus pada Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi ini ditandatangani langsung oleh Kepala Dinsosnaker Kota Baubau, Dra. Hj Siti Amalia Abibu, M.Si., dan Direktur Politeknik Baubau, Asriadi, SKM., M.Kes.
Kepala Dinsosnaker Kota Baubau, Dra.Hj Siti Amalia Abibu, M.Si dalam siaran persnya mengatakan, kemitraan ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan program-program pelatihan dan pendampingan yang tepat sasaran bagi masyarakat Kota Baubau. Oleh sebab itu, melalui kerja sama ini, kedua belah pihak berkomitmen membangun sinergi yang lebih solid di bidang pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, Kolaborasi ini dirancang untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan, khususnya dalam penanganan isu sosial dan peningkatan daya saing tenaga kerja lokal.
Sementara itu, Direktur Politeknik Baubau, Asriadi, SKM., M.Kes., menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, potensi akademis dan riset yang dimiliki Politeknik Baubau dapat dioptimalkan untuk mendukung kebijakan serta program kerja Dinsosnaker.
Dijelaskan, lewat integrasi antara kebijakan pemerintah daerah dan kapasitas akademis perguruan tinggi, kerjasama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi para lulusan dan tenaga kerja, tetapi juga memberi dampak langsung terhadap percepatan pembangunan daerah di Kota Baubau.(Hasrin Ilmi/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 tingkat Kota Baubau yang dipusatkan di kawasan Kotamara Minggu (26/07/2026) berjalan meriah. Wakil Wali (Wawali) Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc yang memimpin langsung kegiatan tersebut membacakan sambutan Menteri Koperasi Republik Indonesia yang menegaskan pentingnya memperkuat peran koperasi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi kerakyatan.

Senam sehat dalam rangkaian HUT Koperasi ke-79 tingkat Kota Baubau
Menurutnya, peringatan Hari Koperasi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, koperasi diharapkan semakin berdaya dalam memperkuat ekonomi rakyat sekaligus mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan.
Menteri Koperasi juga mengingatkan kembali pemikiran Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta, yang menempatkan koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan usaha bersama yang berlandaskan semangat tolong-menolong dan asas kekeluargaan. Pasalnya, koperasi merupakan pengejawantahan demokrasi ekonomi, di mana setiap anggota memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang demi meningkatkan kesejahteraan bersama.
Dikatakan, semangat tersebut kini diwujudkan melalui kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menjadikan koperasi sebagai instrumen strategis pembangunan ekonomi rakyat. Salah satu program unggulan adalah pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah mencapai lebih dari 80.000 koperasi di seluruh Indonesia, dengan lebih dari 1.061 di antaranya telah beroperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
”Keberadaan KDKMP diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi, memperluas akses pembiayaan, meningkatkan pemasaran produk lokal, serta menghadirkan layanan ekonomi yang lebih dekat dengan masyarakat,”katanya.

Pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangkaian HUT Koperasi ke-79 tingkat Kota Baubau
Lebih lanjut dijelaskan, pemerintah juga terus mendorong lahirnya koperasi-koperasi sektor produksi yang menjadi motor penggerak industrialisasi rakyat. Berbagai koperasi kini mengelola usaha strategis, mulai dari SPBUN bagi nelayan, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), hingga pengembangan hilirisasi kelapa sawit yang memberikan nilai tambah bagi petani.
Saat ini ungkapnya, wajah koperasi Indonesia kini terus berkembang menjadi lebih modern. Koperasi tidak lagi dipandang sebagai organisasi yang lambat dan konvensional, tetapi telah bertransformasi menjadi koperasi digital yang memanfaatkan teknologi informasi, sistem pembayaran modern, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), analisis data, serta platform digital untuk memperluas pasar dan menjangkau generasi muda.
“Pemerintah juga memberikan apresiasi terhadap tumbuhnya koperasi yang digerakkan oleh generasi muda di berbagai sektor, seperti ekonomi kreatif, perfilman, pengembangan gim, petani milenial, hingga startup. Pemerintah daerah bersama gerakan koperasi diharapkan terus memberikan pembinaan dan pendampingan agar semakin banyak koperasi modern tumbuh di seluruh Indonesia,”ungkapnya.
Sementara itu, peringatan HUT Koperasi ke-79 tingkat Kota Baubau dirangkaikan dengan kegiatan senam sehat bersama, pemeriksaan Kesehatan gratis, donor darah dan gerakan pangan murah sebagai bagian dari upaya memperkuat gerakan koperasi memberdayakan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), mendukung pengendalian inflasi daerah melalui penyediaan bahan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat serta memperkuat ekonomi kerakyatan di Kota Baubau.(Hasrin Ilmi/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Pemerintah Kota Baubau terus berkomitmen mengawal lancarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Baubau yang merupakan salah satu agenda strategis Presiden RI. Oleh karena itu, program Satgas MBG Kota Baubau yang dipimpin oleh Asisten I Pemerintahan, La Ode Aswad, S.Sos., M.Si didampingi Kabag Kesra serta Setda Kota Baubau La Ode Ma'ruf dan Satuan Tugas Badan Gizi Nasional Sultra koordinator Kota Baubau melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Betoambari Lipu 01 dan SDN 1 Katobengke, Jumat pagi (17/07/2026).
Dalam keterangan persnya usai meninjau SPPG Betoambari Lipu 01 dan SDN1 Katobengke, Assiten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Baubau menegaskan kehadiran Satuan Tugas (Satgas) MBG dibentuk khusus untuk mengurai segala hambatan yang terjadi di lapangan.
“Tugas utama Satgas ini adalah memastikan program MBG berjalan dengan lancar. Pemerintah hadir untuk memastikan jika ada sumbatan atau kendala-kendala di lapangan, kamilah yang bertugas menyelesaikan dan memfasilitasi kesulitan tersebut,” ujar La Ode Aswad kepada sejumlah pers.
Ditambahkan, fungsi pemerintah daerah melalui perangkat camat dan lurah fokus pada aspek non-teknis, seperti jaminan keamanan dan kondusifitas lingkungan di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
“Misalnya terkait potensi gangguan atau ancaman di sekitar SPPG MBG, itu menjadi tugas pemerintah melalui camat dan lurah setempat untuk menjamin keamanan, ketentraman dan keselamatan. Satgas tidak masuk ke ranah teknis dapur atau operasional transfer, melainkan memastikan secara umum alur operasionalnya berjalan lancar,” tambahnya.
Selain memenuhi kesiapan dapur, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Baubau ini juga menyoroti pentingnya komitmen dari pihak sekolah, baik tingkat SD, SMP, maupun SMA dalam mendukung standarisasi program ini. Salah satu indikator yang diapresiasi adalah menyediakan ruang transit makanan yang layak sebelum dibagikan kepada para siswa.
"Kami memastikan komitmen kepala sekolah dan guru. Contohnya tadi, kepala sekolah sudah menyediakan ruang transit makanan yang memenuhi standar kelayakan sebelum didistribusikan ke anak-anak. Komitmen seperti ini sangat penting agar MBG berjalan tepat sasaran sebagai program strategis nasional," jelasnya.
Dari hasil pengamatan secara berkala, La Ode Aswad mencatat adanya tren peningkatan kinerja yang signifikan dari seluruh tim pelaksana di lapangan. Jika pada awal peluncuran program ritme kerja dirasa masih santai, saat ini sistem distribusi dan pembagian makanan diukur jauh lebih sigap dan teratur.
La Ode Aswad mengakui hasil evaluasi terfokus pada SPPG-MBG yang menjadi lokus peliputan. Pemerintah berharap, dengan keterbukaan dan koordinasi tim yang terus berjalan, seluruh dapur produksi dan satuan pendidikan dapat menyelenggarakan program ini sesuai dengan standar yang diharapkan pemerintah. Hasil pemantauan lapangan ini nantinya akan dilaporkan secara berjenjang ke tingkat atas sebagai bahan evaluasi kekurangan program.
Sementara itu, Koordinator BGN Sultra Kota Baubau Hamirudin mengungkapkan, Pemerintah Kota Baubau bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Tugas (Satgas) terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah. Pemantauan dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai standar pelayanan dan kualitas yang telah ditetapkan.
”Hingga saat ini Program MBG belum dapat menjangkau wilayah Pulau Makassar karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut masih dalam proses dan belum beroperasi secara nasional.Meski demikian, ia terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional yang berkomitmen bersama Pemerintah Kota Baubau agar layanan MBG di Pulau Makassar dapat segera direalisasikan.Secepatnya kami berupaya agar SPPG MBG di Pulau Makassar dapat segera beroperasi sehingga seluruh sasaran penerima manfaat dapat terlayani,” ungkapnya.(Din/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Kemegahan cagar budaya Benteng Keraton Buton disebut sebagai bukti nyata kehebatan arsitektur sebagai asli peradaban nusantara. Hal ini disampaikan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon saat kunjungan kerja di Kota Baubau beberapa waktu lalu.
Fadli Zon mengakui, Benteng Keraton Buton merupakan mahakarya yang dibangun murni oleh masyarakat Buton sendiri."Benteng ini diselesaikan di masa pemerintahan Sultan Buton ke-5. Dengan panjang mencapai 2.750 meter atau sekitar 2,7 kilometer, benteng ini dibuat bukan oleh Belanda, bukan pula oleh Portugis, tetapi oleh masyarakat Buton sendiri. Ini luar biasa, sebuah benteng terbesar dibanding tempat lain, yang dibangun oleh orang Indonesia, orang Nusantara sendiri," ujarnya.
Menteri Kebudayaan RI menyoroti keunikan material dan tata ruang benteng yang sangat kokoh serta strategis. Berdasarkan pengamatannya, benteng ini memiliki spesifikasi yang mengagumkan yakni material alami berupa struktur bangunan kokoh yang terbuat dari susunan batu karang dan batu kapur. Kemudian, akses dan pertahanan yang dilengkapi dengan 12 pintu gerbang (Lawa) dan 16 bastion (Baluarte) sebagai pusat pertahanan. Serta tata wilayah dimana Kawasan ini dinilai sangat tertata dengan baik karena letaknya yang strategis berada di puncak bukit.
Selain menyusuri benteng, Fadli Zon bersama rombongan yang didampingi Gubernur Sultra Mayjend (Purn) Andi Sumangerukka, Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE dan Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc juga melakukan ziarah ke makam Sultan Murhum, sosok penting yang merupakan Sultan Buton pertama memeluk agama Islam.
Pada kesempatan tersebut, Fadli Zon menyampaikan beberapa rencana strategis terkait pelestarian sejarah Kesultanan Buton. Saat ini, Benteng Keraton Buton telah resmi menyandang status sebagai Cagar Budaya Nasional. Ke depan, kementerian membuka peluang untuk beberapa usulan baru yaitu, pengusulan pahlawan nasional dengan mengusulkan Sultan Buton ke-20 dan ke-23 untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas jasa-jasanya.Selain itu, ada perluasan cagar budaya dimana beberapa situs penting, termasuk kompleks Makam Sultan Murhum, berpotensi diusulkan untuk masuk ke dalam daftar Cagar Budaya Nasional.
Menteri Kebudayaan RI Dr Fadli Zon menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga aset bangsa ini. Ia berharap adanya kerja sama yang solid antara Pemerintah Pusat (Kementerian Kebudayaan), Pemerintah Provinsi (Gubernur), serta Pemerintah Kota Baubau (Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau).
"Kita berharap ke depan bisa bekerja sama dalam rangka kemajuan nasional. Tugas kita bukan hanya melindungi dan melakukan konservasi, tetapi juga bagaimana melakukan pengembangan, pemanfaatan, serta penggunaan situs bersejarah ini secara optimal," tambahnya.
Sementara itu, dalam rangkaian kunjungannya di Baubau, Menteri Fadli Zon meninjau beberapa titik sakral dan historis di dalam kawasan benteng, di antaranya Makam Sultan Murhum, Batu air tempat pemandian calon Sultan, Batu pijakan (Popaua) yang digunakan dalam prosesi pengambilan sumpah Sultan, Pengecekan kondisi meriam-meriam kuno di sepanjang benteng.(Hasrin Ilmi/Red)
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM - Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE menghadiri acara lepas sambut Komandan Kodim (Dandim) 1413/Buton yang berlangsung pada Kamis malam (09/07/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penghormatan atas pengabdian Letkol Inf. Arif Nofiyanto, S.E., M.M., yang kini mengemban amanah sebagai Kasiren Grup 5 Kopassus, sekaligus penyambutan Letkol Inf. Yoni, S.Hub.Int., sebagai Dandim 1413/Buton yang baru.
Wali Kota Baubau H Yusran Fahim pada kesempatan tersebut, menyampaikan ucapan selamat kepada Letkol Inf. Arif Nofiyanto atas kepercayaan dan prestasi yang diraih selama menjalankan tugas di Kota Baubau. Menurutnya, promosi jabatan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan.
"Atas nama Pemerintah Kota Baubau dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan selamat kepada Bapak Letkol Inf. Arif Nofiyanto, S.E., M.M. atas amanah baru yang diemban. Terima kasih atas kerja sama, sinergi, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di Kota Baubau," ujarnya.
Sedangkan kepada Dandim 1413/Buton yang baru Letkol Inf. Yoni, S.Hub.Int, Wali Kota berharap kehadiran pimpinan Kodim yang baru semakin memperkuat sinergi antara TNI dan Pemerintah Kota Baubau dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan daerah.
"Selamat datang kepada Bapak Letkol Inf. Yoni. Kami berharap bertugas di Kota Baubau bukan menjadi beban, tetapi menjadi pengalaman yang menyenangkan karena masyarakat Baubau terbuka dan menerima siapa saja yang datang untuk mengabdi," ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Wali Kota turut mendoakan kesuksesan Letkol Inf. Arif Nofiyanto di tempat tugas yang baru. Pihaknya berharap silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga meskipun telah berpindah penugasan.
"Semoga Bapak Letkol Inf. Arif Nofiyanto senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan dalam menjalankan amanah yang baru. Pengabdian yang kita lakukan pada hakikatnya adalah untuk kepentingan daerah, bangsa, dan negara yang kita cintai bersama," tutupnya.(Hasrin Ilmi/Red)
BUSEL,GAGASSULTRA.COM – Sedikitnya 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) "Cahea Busel" resmi memulai pengabdian di Kabupaten Buton Selatan.
Selama 50 hari ke depan, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Desa Gaya Baru, Kecamatan Lapandewa, dan Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa.
Mengusung tema "Pendekatan Multisektoral dalam Optimalisasi Potensi Maritim dan Sumber Daya Lokal sebagai Pilar Utama Pembangunan Berkelanjutan di Desa Gaya Baru dan Gerak Makmur", tim KKN-PPM UGM berkomitmen mengembangkan potensi lokal melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Nur Rokhman, S.Si., M.Kom., mengatakan kehadiran mahasiswa tidak hanya bertujuan menjalankan program akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu mendorong pembangunan berbasis potensi daerah.
"Mahasiswa menjadi agen perubahan yang akan mengidentifikasi potensi di Kabupaten Buton Selatan dan mengakselerasi perkembangannya. Kerja nyata yang dilakukan mahasiswa akan mengasah kepekaan sosial, budaya, serta menemukan solusi yang tepat terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat," ujarnya.
Tim Cahea Busel terdiri atas mahasiswa dari berbagai klaster keilmuan, mulai dari Sosial Humaniora (Soshum), Sains dan Teknologi (Saintek), Medika, hingga Agro.
Sinergi lintas disiplin tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor pemerintahan, pariwisata, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satu program unggulan yang akan dilaksanakan adalah Blue Coast Eco Festival: Gelora Pesisir Menuju Sail to Indonesia 2026.
Festival ini dirancang sebagai ajang promosi budaya, pariwisata, dan UMKM berbasis potensi pesisir yang dikemas dalam konsep pembangunan berkelanjutan.
Program tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari persiapan menuju Sail to Indonesia 2026 dengan membuka peluang promosi hingga tingkat internasional.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, festival ini bertujuan memperkuat identitas lokal melalui pelibatan generasi muda, pelestarian budaya, serta pemanfaatan inovasi teknologi.
Nama "Cahea Busel" sendiri diharapkan menjadi simbol semangat membawa harapan dan perubahan bagi masyarakat Buton Selatan.
Kehadiran mahasiswa tidak hanya untuk memberikan kontribusi nyata melalui ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi kesempatan belajar langsung dari masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi bersama pemerintah desa dan masyarakat, Tim KKN-PPM UGM optimistis berbagai program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat potensi lokal sebagai fondasi pembangunan di Kabupaten Buton Selatan.(Hasrin Ilmi/Red)
- 30 Juni 2026 Dijadwalkan Tiba di Baubau
MAKASSAR.GAGASSULTRA.COM - Rombongan jamaah Haji Kota Baubau sejumlah 135 orang kembali dengan selamat. Saat ini para Jamaah sudah berada di Debarkasi Makassar.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Baubau Dr.H.Halking, SH, M.Fil.l mengatakan, jamaah Haji khususnya Kota Baubau tergabung dalam 3 kloter dari 135 jamaah 7 orang tergabung di kloter 35, 126 kloter 38 dan 2 lainnya di kloter 42.

Suasana penyambutan Jamaah Haji Kota Baubau (kloter 38) di Asrama Haji Makassar, Senin 29 Juni 2026)
Menurut H. Halking, 7 jamaah Kota Baubau sudah terlebih dahulu tiba di Baubau Pada Minggu 28 Juni, 126 jamaah dijadwalkan tiba Selasa 30 Juni 2026.
"Ada 2 jamaah kita yang tergabung di kloter 43 nanti dijadwalkan tiba di Baubau tanggal 2 Juli 2026," kata H. Halking.
Secara garis besar tambah Halking, seluruh jamaah saat ini dalam kondisi stabil dan tengah beristirahat dan akan mempersiapkan diri untuk pemberangkatan ke Baubau.
Untuk jadwal kepulangan ke Baubau tambah Halking, para jamaah sudah akan bersiap menuju Bandara Sultan Hasanuddin pada selasa pagi.
"Inshaallah jamaah dengan Pesawat Super Air Jet pukul 08.20 dari Makassar dan dijadwalkan tiba pukul 09.25 di Bandara Betoambari," tambah Halking.

Suasana penyambutan Jamaah Haji Kota Baubau (kloter 38) di Asrama Haji Makassar, Senin 29 Juni 2026)
Rencananya jamaah haji akan diterima secara resmi oleh Pemkot Baubau langsung di Bandara Betoambari sebelum kembali ke kediaman masing masing.
Untuk diketahui jamaah kloter 38 termasuk petugas kloter 393 orang. Namun yang kembali sejumlah 392 orang. Karena salah seorang petugas medis wafat di tanah suci yakni dr. Hj. Fitri Rizkiani. (Din/Red)
KONAWE, GAGAS SULTRA.COM - Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) asal Kota Baubau kurang lebih 60 orang yang dipimpin Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra), La Ode Maaruf Tina di Unaaha Kabupaten Konawe, Minggu (21/06/2026). Kehadiran rombongan ini disambut langsung Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim, SE.,M.Si di rumah jabatannya.
Wabup Konawe H. Syamsul Ibrahim pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi atas tibanya keluarga besar kafilah Kota Baubau di Bumi Konawe."Sore ini telah tiba keluarga besar kita, rombongan kafilah dari Kota Baubau di Kota Unaaha, Kabupaten Konawe. Ini merupakan penghargaan dan penghormatan tersendiri bagi kami. Kami ucapkan selamat datang di Kota Unaaha. Semoga seluruh kafilah dari Kota Baubau dalam keadaan sehat walafiat, dan kita doakan bersama baik peserta maupun pendamping dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan MTQ ke-31 ini dengan lancar," ujarnya.

Kafilah MTQ Kota Baubau foto bersama usai diterima resmi oleh Pemkab Konawe
Dikatakan, esensi utama dari pelaksanaan MTQ bukan sekadar kompetisi, melainkan mempererat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan di antara masyarakat Sulawesi Tenggara. Untuk itu, guna memastikan kenyamanan para tamu selama berada di Kabupaten Konawe, Pemerintah Daerah Konawe telah menyiapkan skema pelayanan dan pengamanan yang matang. Setiap kafilah dipastikan akan mendapatkan fasilitas pendampingan yang intensif.
"Kami sudah menyiapkan setiap kafilah untuk dikawal oleh dua pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) atau Kepala Bagian (Kabag) yang bertugas mengurus keperluan Bapak dan Ibu sekalian selama di Konawe. Selain itu, didampingi oleh dua orang protokoler Kabupaten Konawe, serta dua personil Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang ditempatkan di tiap pemondokan,"ungkap Wakil Bupati.
Selain itu, pihaknya berharap agar para Liaison Officer (LO) dan pendamping kafilah terus intens berkoordinasi dengan pihak panitia agar seluruh kebutuhan teknis dan non-teknis dapat terfasilitasi dengan baik.
Ditambahkan, untuk lebih mengenal Konawe khususnya potensi wisata, pria berkacamata ini mengajak semua tamu yang hadir untuk menikmati keindahan bendungan Wawotobi.
"Bendungan Wawotobi dibuka khusus untuk seluruh kafilah yang mengikuti MTQ tingkat provinsi ke-31 ini. Tempat ini biasanya tidak dibuka untuk umum dan hanya digunakan untuk kegiatan tertentu. Namun, pada event ini, seluruh kafilah dari 17 kabupaten/kota dipersilakan berkunjung untuk melihat lebih dekat," tambahnya seraya merekomendasikan destinasi lain seperti wisata air panas.
Sementara itu, Kebag Kesra Setda Kota Baubau La Ode Maaruf usai diterima resmi Pemkab Konawe mengatakan, rombongan kafilah yang tiba pada Minggu sore (21/06/2026) tersebut terdiri dari dua jalur transportasi. Jalur laut memberangkatkan kurang lebih 60 orang beserta official, sedangkan jalur darat diikuti oleh 24 orang.
Dijelaskan, untuk menjaga performa dan fokus para peserta, pihak Baubau telah membagi pemondokan ke dalam lima posko strategis di wilayah Unaaha. Langkah ini diambil agar pembinaan dan latihan intensif tetap berjalan optimal menjelang perlombaan.
”Dengan total 47 orang peserta yang siap berlaga, Pemerintah Kota Baubau optimistis dapat meraih hasil yang lebih baik dibandingkan pelaksanaan MTQ tahun sebelumnya.Kita berharap pada MTQ tahun ini di Kabupaten Konawe, performa kafilah kita bisa lebih baik lagi. Dengan menjunjung tinggi sportivitas dan semangat juang yang tinggi, semoga 47 peserta kita mampu mengharumkan nama baik Kota Baubau di tingkat provinsi,"jelasnya.
Selain itu, kata Maaruf pihaknya juga sudah mempersiapkan mengikuti pelaksanaan pembukaan yang diawali dengan pelaksanaan pawai ta'aruf, Selasa (22/06/2026).
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Tim Dosen Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Baubau bersama Tim Penggerak PKK Kelurahan Bone-Bone kembali berkolaborasi melalui pelatihan pembuatan sabun cair serbaguna dan sabun batang berbahan dasar eco enzim ramah lingkungan, Selasa (16/06/2026), di Aula Kantor Kelurahan Bone-Bone, Kota Baubau.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi program PKM sebelumnya yang mengusung tema "Pemberdayaan Kelompok PKK Melalui Inovasi Eco Enzim dan Produk Turunannya dari Sampah Organik untuk Penguatan Ekonomi Kreatif Berbasis Lingkungan."
Dalam pelatihan tersebut, peserta yang mayoritas merupakan anggota PKK Kelurahan Bone-Bone dibimbing secara langsung memproduksi sabun cair serbaguna dan sabun mandi batangan dengan memanfaatkan eco enzim hasil pengolahan sampah organik. Kegiatan dipimpin oleh Ketua Tim PKM Politeknik Baubau, Dr. Sarni, S.Si., M.Si.

Dr. Sarni menjelaskan, persoalan sampah organik masih menjadi tantangan di tengah masyarakat. Padahal, jika dikelola dengan baik, sampah organik dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.
"Hari ini kita fokus pada pemanfaatan eco enzim sebagai bahan dasar, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan produk turunannya berupa sabun cair serbaguna dan sabun batang. Ini merupakan bentuk inovasi sederhana yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat," ujar Dr. Sarni di sela-sela pelatihan.
Menurutnya, eco enzim yang dipadukan dengan sejumlah bahan sederhana mampu menghasilkan produk berkualitas yang sangat bermanfaat, khususnya bagi ibu rumah tangga. Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, keterampilan tersebut juga berpotensi menjadi sumber tambahan pendapatan keluarga.
"Hasilnya seperti yang kita lihat saat ini. Ibu-ibu peserta dapat langsung membuat sabun cair serbaguna dan sabun mandi batangan sendiri. Jika dikembangkan, tentu bisa berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga," jelasnya.

Peserta pelatihan antusias mendengarkan penjelasan dari mentor
Lebih lanjut, Dr. Sarni menilai antusiasme kelompok PKK Kelurahan Bone-Bone menjadi modal penting dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat, terutama terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Oleh karena itu, program ini dirancang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kelurahan Bone-Bone, Wa Ode Nikmalasari Djirimu, AMKG, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim PKM Politeknik Baubau atas pelaksanaan pelatihan tersebut.
Ia menilai kegiatan ini memberikan manfaat besar karena membekali masyarakat dengan keterampilan baru yang bernilai ekonomis.
"Luar biasa kolaborasi ini karena memberikan nilai tambah, pengalaman, dan ilmu kepada kami. Apalagi hasil produksi sabun cair dan sabun batang ini sangat bermanfaat. Minimal kami bisa menghemat pengeluaran rumah tangga karena dapat memproduksinya sendiri di rumah," ungkapnya.
Salah seorang peserta pelatihan, Imelda, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk yang beredar di pasaran.
"Inovasi ini sangat menarik karena selain ramah lingkungan, juga berpotensi menjadi peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga," katanya.
Pantauan media ini, pelatihan yang dimulai sejak pukul 09.00 WITA diawali dengan proses pengolahan limbah sampah organik menjadi eco enzim sebagai bahan utama pembuatan sabun. Eco enzim yang telah tersedia kemudian diolah bersama bahan tambahan sederhana hingga menghasilkan sabun cair serbaguna yang siap digunakan.
Sementara itu, sabun mandi batangan yang diproduksi pada pelatihan tersebut belum dapat langsung digunakan dan memerlukan proses pematangan selama kurang lebih satu bulan agar menghasilkan kualitas terbaik saat dimanfaatkan.
Dr. Sarni juga menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang sepenuhnya didanai melalui program Simlitabmas/BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan kelompok PKK, inovasi eco enzim diharapkan menjadi gerakan nyata dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang produktif, sekaligus memperkuat ekonomi kreatif masyarakat berbasis lingkungan di Kota Baubau. (Hasrin Ilmi/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Dosen Politeknik Baubau menggelar sosialisasi pelaksanaan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk "Pemberdayaan Kelompok PKK Melalui Inovasi Eco Enzim dan Produk Turunannya dari Sampah Organik untuk Penguatan Ekonomi Kreatif Berbasis Lingkungan" di Aula Kelurahan Bone-Bone, Kota Baubau, Rabu (10/06/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kader PKK, mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Ketua Tim PKM, Dr. Sarni, S.Si., M.Si, menjelaskan, persoalan sampah organik masih menjadi tantangan yang dihadapi masyarakat. Selama ini, sebagian besar sampah organik rumah tangga langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa melalui proses pengolahan.

Ketua Tim PKM Dosen Politeknik Baubau, Dr.Sarni,S.Si, M.Si saat sosialisasi
"Kita ketahui permasalahan sampah organik masih menjadi tantangan yang dihadapi banyak masyarakat. Sampah organik rumah tangga pada akhirnya berakhir di TPA tanpa diolah atau dimanfaatkan sebelumnya. Padahal, jika dikelola dengan baik, sampah organik dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi lingkungan," ujarnya.
Melalui program tersebut, tim pengabdian memperkenalkan inovasi eco enzim, yakni cairan hasil fermentasi limbah organik yang memiliki berbagai manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Dr. Sarni, eco enzim dapat digunakan sebagai pembersih alami non-kimia untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti pembersih lantai, mencuci piring, mencuci pakaian, hingga penghilang bau. Selain itu, eco enzim juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair (POC).
"Eco enzim ini juga dapat menjadi bahan dasar pembuatan produk turunan yang memiliki nilai tambah ekonomi, seperti sabun cair serbaguna dan sabun batang untuk mandi. Jadi, selain bermanfaat bagi lingkungan, inovasi ini juga berpotensi menjadi peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga," jelasnya.
Dikatakan, kelompok PKK memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Karena itu, program ini dirancang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis.
"Kami fokus pada pembuatan eco enzim terlebih dahulu sebagai bahan dasar, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan produk turunannya berupa sabun cair dan sabun batang," katanya.

Lurah Bone-bone bersama Tim Dosen Politeknik Baubau saat pembukaan sosialisasi
Program pengabdian tersebut dilaksanakan selama tiga bulan. Tahapan kegiatan dimulai dari sosialisasi, pelatihan atau workshop, pendampingan, hingga evaluasi terhadap kemampuan peserta.
"Kami berharap melalui kegiatan ini para peserta dapat memahami pentingnya mengelola sampah, menguasai teknik pembuatan eco enzim dan produk turunannya, menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis lingkungan, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan," harapnya.
Ia menjelaskan, setelah mengikuti pelatihan, para kader PKK akan didampingi hingga mampu memproduksi secara mandiri produk-produk yang telah diajarkan.
"Ada proses evaluasi melalui lembar observasi untuk melihat sejauh mana keterampilan peserta. Namun kami tetap akan mendampingi kader PKK sampai mereka benar-benar mampu memproduksi sendiri. Targetnya ada produk yang dihasilkan oleh peserta," tambahnya.
Dr. Sarni juga menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan program pengabdian masyarakat yang sepenuhnya didanai oleh Simlitabmas/Bima Kementerian Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi. Tim pelaksana terdiri dari lima orang dosen dengan melibatkan dua mahasiswa sebagai bentuk aktualisasi ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
Sementara itu, Lurah Bone-bone, Hilman Ane,SH.MH dalam sambutannya menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan solusi terhadap persoalan sampah rumah tangga, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
"Kami sangat senang dan mengapresiasi kegiatan pengabdian dari Politeknik Baubau ini. Kami berharap seluruh kader PKK dapat mengikuti pelatihan dengan serius agar ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar," ujarnya.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan kelompok PKK, inovasi eco enzim diharapkan dapat menjadi gerakan nyata dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang produktif, sekaligus memperkuat ekonomi kreatif masyarakat berbasis lingkungan di Kota Baubau.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri Ketua TP PKK Kelurahan Bone-bone, Waode Hikmalasari Djirimu,AMKG dan pengurus PKK Kelurahan Bone-bone. (Hasrin Ilmi/Red).